Kenali Tata Cara Khitbah dalam Islam Sebelum Menikah, Beserta Pengertiannya

Dalam agama Islam, pernikahan adalah ibadah yang sangat dianjurkan dan termasuk sunnah nabi. Sebelum menuju pernikahan, ada sebuah proses yang disebut khitbah yang menjadi langkah awal menuju pernikahan. Meskipun mirip dengan tunangan, khitbah memiliki pengertian yang lebih spesifik dalam konteks Islam. 

Secara bahasa, khitbah berarti meminta, melamar, atau meminang seorang perempuan untuk menjadi istri. Proses khitbah memiliki aturan dan tata cara yang baik sesuai dengan ajaran Islam. Simak artikel ini untuk penjelasan selengkapnya!

Apa itu Proses Khitbah?

Khitbah adalah prosesi lamaran di mana keluarga laki-laki mengunjungi rumah calon mempelai perempuan untuk menyampaikan niat melamar dan mengajak untuk menikah. Lamaran ini bisa calon mempelai laki-laki sampaikan secara langsung atau perwakilan keluarga yang telah disepakati sesuai dengan ajaran agama. 

Dalam proses ini, calon mempelai perempuan hanya perlu memberikan jawaban “iya” atau “tidak”. Jika perempuan menerima lamaran, maka statusnya menjadi makhthubah, yang berarti ia telah resmi dilamar dan tidak boleh menerima lamaran dari laki-laki lain. 

Dalam Islam, khitbah dianjurkan karena dapat memperkuat ikatan antara kedua keluarga dan memberikan waktu bagi calon mempelai untuk saling mengenal lebih dekat.

Baca Juga: Mahar dalam Islam

Dasar Hukum Khitbah dalam Islam

Khitbah hukumnya sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan untuk dilakukan. Hal ini didasarkan pada beberapa hadis Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan untuk melakukan khitbah sebelum menikah. Beberapa hadis yang berkaitan dengan khitbah, antara lain:

“Jika salah seorang di antara kalian meminang seorang wanita, maka hendaklah ia melihatnya terlebih dahulu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan pentingnya saling mengenal sebelum memutuskan untuk menikah. Dengan melihat langsung, calon mempelai dapat mengetahui sifat, karakter, dan kesesuaian satu sama lain.

“Sesungguhnya di antara tanda-tanda kebaikan seorang wanita adalah jika ia dinikahi karena agamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menekankan pentingnya memilih pasangan hidup berdasarkan keimanan dan akhlak yang baik. Agama menjadi faktor utama yang harus dipertimbangkan dalam memilih calon pasangan.

“Pernikahan itu sunnahku, maka barangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa pernikahan merupakan sunnah Rasulullah SAW. Dengan demikian, khitbah sebagai langkah awal menuju pernikahan juga merupakan hal yang dianjurkan.

Apa Saja Syarat Sah Khitbah?

Makna khitbah dalam pernikahan Islam merupakan tahap penting dalam proses menuju pernikahan, namun ada beberapa syarat yang perlu Anda penuhi agar menjadi sah. Syarat-syarat ini bertujuan agar prosesi khitbah dilakukan dengan benar sesuai dengan ajaran agama dan dapat membangun dasar yang kuat bagi hubungan pernikahan. 

Berikut adalah beberapa syarat sah khitbah yang perlu Anda ketahui:

  • Adanya calon mempelai pria dan wanita yang baligh dan berakal sehat.
  • Adanya wali yang menikahkan dari pihak perempuan.
  • Adanya dua orang saksi yang adil.
  • Terdapat ijab dan kabul yang sah.
  • Tidak adanya halangan yang menghalangi pernikahan, seperti masih dalam masa iddah atau adanya hubungan mahram.

Bagaimana Tata Cara Khitbah yang Benar?

Tata cara khitbah yang benar sangat penting untuk dilakukan agar proses lamaran berjalan sesuai dengan ajaran Islam dan norma-norma yang berlaku. Khitbah bukan hanya sekadar prosesi mengungkapkan niat untuk menikah, tetapi juga melibatkan berbagai langkah yang harus dilakukan dengan penuh perhatian dan kesopanan. 

Di bawah ada langkah-langkah proses khitbah yang tepat, yaitu:

  1. Taaruf: Proses saling mengenal antara calon mempelai dan keluarga masing-masing.
  2. Lamaran: Pihak laki-laki menyampaikan niat baik untuk melamar kepada pihak perempuan.
  3. Perjanjian: Kedua belah pihak membuat perjanjian mengenai mahar, waktu pernikahan, dan hal-hal lain yang perlu disepakati.
  4. Acara Khitbah: Dilaksanakan acara syukuran untuk merayakan dimulainya hubungan yang serius ini.

Baca Juga: Cara Memperlakukan Istri dalam Islam

Apa Saja Tujuan Khitbah?

Sumber Gambar: Freepik.com

Khitbah memiliki beberapa tujuan penting dalam proses pernikahan menurut ajaran Islam. Selain sebagai langkah awal menuju pernikahan, khitbah juga bertujuan untuk memastikan kesiapan kedua belah pihak dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. 

Berikut ini adalah beberapa tujuan lainnya yang dapat Anda ketahui:

  •  Menguji keseriusan kedua belah pihak.
  •  Saling mengenal lebih dekat antara calon mempelai dan keluarga.
  •  Mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pernikahan.
  •  Menjaga kehormatan kedua belah pihak.

Demikian penjelasan mengenai pengertian khitbah beserta tata cara pelaksanaannya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda yang ingin menjalani proses pernikahan sesuai dengan syariat Islam.

Referensi:

https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7061465/konsep-khitbah-dalam-islam-lengkap-dengan-hukum-dan-tata-caranya

6 Manfaat Membaca Surah Maryam untuk Ibu Hamil

Surah Maryam merupakan surah ke-19 dalam Al-Qur’an yang memiliki kedudukan istimewa, terutama bagi para ibu hamil. Surah ini berkisah tentang Maryam, ibu dari Nabi Isa, dan keajaiban-keajaiban yang terjadi dalam kehidupannya. 

Bagi umat Muslim, membaca Surah Maryam dipercaya membawa berbagai manfaat, terutama bagi ibu hamil. Artikel ini akan mengulas manfaat-manfaat tersebut serta beberapa hadits yang mendukungnya.

1. Menguatkan Iman dan Ketakwaan

Membaca Surah Maryam secara rutin dapat menguatkan iman dan ketakwaan ibu hamil. Dalam surah ini, Maryam digambarkan sebagai sosok yang sangat taat kepada Allah SWT dan sabar menghadapi ujian. 

Dengan membaca dan merenungi kisah Maryam, ibu hamil dapat mengambil inspirasi dan kekuatan untuk tetap tegar dalam menghadapi kehamilan yang penuh tantangan.

Baca Juga: Apa yang Membuat Doa Kita Tidak Terkabul?

2. Memberikan Ketenangan Hati

Kehamilan seringkali disertai dengan berbagai kecemasan dan kekhawatiran. Surah Maryam mengandung ayat-ayat yang menenangkan dan penuh dengan doa-doa yang dapat membantu ibu hamil merasa lebih tenang. Dalam sebuah hadis disebutkan:

“Ketahuilah bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

3. Memohon Perlindungan dan Berkah untuk Anak

Salah satu manfaat terbesar dari membaca Surah Maryam adalah memohon perlindungan dan berkah bagi anak yang dikandung. Dalam Surah Maryam, terdapat doa-doa yang dapat dipanjatkan untuk kesehatan dan keselamatan bayi. 

Maryam yang diberi keajaiban oleh Allah SWT dengan kelahiran Nabi Isa adalah contoh betapa besar kuasa dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang taat.

4. Menambah Keberkahan dalam Kehamilan

Membaca Al-Qur’an, termasuk Surah Maryam, diyakini dapat menambah keberkahan dalam kehidupan. Sebuah hadis menyatakan:

“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim)

Dengan membaca Surah Maryam, ibu hamil mendapat syafaat dan keberkahan dalam kehidupannya serta dalam proses persalinan nanti.

Baca Juga: 10 Pemuda Islam Terbaik

5. Meneladani Kesabaran dan Keteguhan Maryam

Kisah Maryam dalam surah ini menggambarkan kesabaran dan keteguhannya menghadapi ujian yang berat. Maryam harus menghadapi fitnah dan ujian ketika mengandung Nabi Isa. Keteguhan dan kesabarannya dalam menghadapi cobaan adalah teladan yang sangat berharga bagi ibu hamil.

6. Meningkatkan Hubungan dengan Allah SWT

Kehamilan adalah saat yang sangat spesial dan sering kali menjadi momen bagi banyak wanita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Membaca Surah Maryam dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.

Membaca Surah Maryam bagi ibu hamil diyakini membawa ketenangan, kekuatan, dan keberkahan selama kehamilan. Selain sebagai bentuk ibadah, ayat-ayat dalam surah ini juga mengandung doa dan kisah inspiratif yang dapat memberikan ketenangan hati. 

Referensi:

Surah Maryam

Lakukan 6 Tips Menghadapi Mimpi Buruk Berdasarkan Ajaran Rasulullah SAW

Mimpi buruk seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman dan kegelisahan. Dalam Islam, terdapat beberapa anjuran dan hadis yang dapat kita ikuti untuk menyikapi mimpi buruk. Hal ini pernah Rasulullah SAW. katakan, yaitu:

“Mimpi buruk itu datang dari setan, maka jika salah seorang di antara kalian melihat mimpi yang tidak disukainya, hendaklah ia meludah ke sebelah kirinya tiga kali dan berlindung kepada Allah dari setan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Simak artikel di bawah ini untuk mengetahui cara mengatasi mimpi buruk yang dapat Anda lakukan sebagai umat Islam.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Mimpi Buruk?

Dalam buku “Untukmu Yang Sedang Sakit: Tata Cara Bersuci, Shalat, Doa & Dzikir Saat Sakit” karya Ammi Nur Baits, S.T., B.A., terdapat beberapa langkah yang diajarkan Rasulullah SAW untuk mengatasi mimpi buruk, yaitu:

  1. Meludah ke arah kiri tiga kali: Hal ini menjadi salah satu cara menghindari pengaruh buruk dari setan setelah mengalami mimpi buruk.
  2. Membaca ta’awudz (memohon perlindungan kepada Allah) tiga kali: Membaca ta’awudz dengan penuh keyakinan sebanyak tiga kali agar Allah SWT memberikan perlindungan dari segala keburukan setan.
  3. Memohon perlindungan kepada Allah SWT: Berdoa kepada Allah agar menjauhkan kita dari keburukan yang mungkin timbul akibat mimpi buruk.
  4. Bangun dan lakukan shalat: bangun dari tidur dan melaksanakan shalat sebagai bentuk ibadah dan pengharapan perlindungan dari Allah SWT.
  5. Mengubah posisi tidur: Hal ini bertujuan untuk menghindari dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh mimpi tersebut.
  6. Tidak menafsirkan mimpi tersebut kepada orang lain: Beliau mengingatkan agar kita tidak menceritakan atau menafsirkan mimpi buruk kepada orang lain karena dapat menambah kecemasan atau ketakutan.

Baca Juga: Doa Agar Wajah Bercahaya dalam Islam

Doa dan Amalan untuk Mimpi Buruk

Nabi SAW juga mengajarkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan saat mengalami mimpi buruk. Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Sunni, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut ketika mengalami mimpi buruk:

“Huwallâhu, allâhu rabbî, lâ syarîka lahû.” 

Artinya: “Dialah Allah, Allah Tuhanku, tiada sekutu bagi-Nya.”

Selain doa di atas, Anda juga dapat melengkapi dengan doa-doa berikut:

“A’udzubillahi minasy syaithanir rajim.”

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

Allahumma inni a’uzu bika min ‘amali ash-shaitan wa min waswasatihi wa min hamazatihi. 

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari (perbuatan) setan, dari bisikan-bisikannya, dan dari sentuhannya.”

Referensi:

https://www.detik.com/hikmah/doa-dan-hadits/d-6903933/lakukan-hal-ini-saat-mimpi-buruk-sesuai-ajaran-rasulullah

https://www.rumahzakat.org/id/adab-mimpi-buruk

Hukum Laki-laki Menyerupai Perempuan dalam Islam

Dalam Islam, laki-laki dan perempuan memiliki peran serta fitrah masing-masing yang harus dijaga. Salah satu larangan yang ditegaskan dalam ajaran Islam adalah tasyabbuh, yaitu meniru atau menyerupai lawan jenis dalam hal pakaian, gaya bicara, maupun perilaku. 

Hukum laki-laki menyerupai perempuan dalam Islam memiliki dasar dari hadis Rasulullah  yang melarang laki-laki berpenampilan atau berperilaku seperti perempuan, begitu pula sebaliknya. Lalu, bagaimana sebenarnya hukum dan batasan dalam hal ini? Simak artikel ini!

Apa Saja Dalil-dalil yang Mendasari Hukum Laki-laki Menyerupai Perempuan dalam Islam?

Meskipun tidak ada ayat Al-Qur’an yang secara eksplisit melarang laki-laki menyerupai perempuan, namun terdapat beberapa prinsip umum yang relevan dengan masalah ini. 

Salah satunya adalah perintah Allah SWT agar manusia menjalankan perannya masing-masing sesuai dengan fitrahnya. 

QS. An-Nisa’ ayat 32: 

“Dan tetaplah kamu di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan berlenggak-lenggok seperti kebiasaan Jahiliyah yang dahulu.” Ayat ini mengindikasikan adanya perbedaan peran dan perilaku antara laki-laki dan perempuan.

Selain itu terdapat beberapa hadis Nabi Muhammad SAW yang memberikan penjelasan lebih rinci mengenai larangan laki-laki menyerupai perempuan. Beberapa hadis yang terkait dengan masalah ini, antara lain:

Hadis Riwayat Bukhari:

“Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” Hadis ini secara tegas melarang tindakan meniru gender lawan jenis.

Hadis Riwayat Abu Dawud: 

“Allah mengutuk seorang wanita berpakaian laki-laki dan laki-laki berpakaian wanita.” Hadis ini menekankan larangan terhadap pakaian yang tidak sesuai dengan jenis kelamin.

Baca Juga: Syarat Memiliki Anak dalam Islam

Apa Saja Larangan Para Ulama Mengenai Laki-laki Menyerupai Perempuan?

Para ulama sepakat bahwa tindakan laki-laki menyerupai perempuan adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam. Alasan utama pelarangan ini adalah karena tindakan tersebut:

  • Bertentangan dengan fitrah: Setiap individu diciptakan dengan fitrahnya masing-masing, termasuk jenis kelamin. Menyerupai gender lawan jenis berarti mengingkari fitrah tersebut.
  • Menimbulkan fitnah: Tindakan ini dapat menimbulkan fitnah dan kerusakan moral di masyarakat.
  • Menghina syariat: Menyerupai gender lawan jenis dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap syariat Islam.

Dengan memahami dan mengamalkan ajaran ini, umat Muslim dapat menjaga keselarasan dalam kehidupan sosial dan menaati syariat yang telah ditetapkan. 

Oleh karena itu, penting bagi Sahabat Muslim untuk senantiasa introspeksi diri dan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dalam bersikap, berpakaian, dan berperilaku sesuai dengan fitrahnya.

Referensi:

Laki-laki menyerupai perempuan

Kerja Sama ArahMuslim dengan BFI Syariah Finance: Impian Umrah Makin Mudah & Dekat

Jakarta, Juli 2024 – ArahMuslim, sebagai salah satu aplikasi ibadah Muslim yang menyediakan pemesanan Umrah bermitra dengan BFI Syariah Finance. Kerja sama ini bertujuan untuk memudahkan Sahabat Muslim dalam mewujudkan impian ibadah umrah dengan lebih cepat dan terjangkau.

Dengan kolaborasi ini, ArahMuslim dan BFI Syariah Finance berkomitmen untuk memberikan kemudahan akses dan solusi pembiayaan umrah yang sesuai dengan prinsip syariah. Melalui paket travel umrah yang telah dirancang khusus dalam kemitraan ini, para Sahabat Muslim kini dapat merencanakan perjalanan ibadah mereka ke tanah suci dengan lebih mudah dan nyaman.

Kolaborasi ini menghadirkan solusi pembiayaan umrah yang inovatif dan sesuai dengan prinsip syariah, mempermudah proses perencanaan dan pelaksanaan ibadah umrah. BFI Syariah Finance, sebagai lembaga keuangan syariah yang terpercaya, menyediakan berbagai pilihan pembiayaan yang memudahkan Sahabat Muslim untuk membayar paket Umrah tanpa harus terbebani secara finansial.

Sementara itu, ArahMuslim menawarkan paket Umrah yang lengkap, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga layanan bimbingan ibadah yang terjamin kualitasnya. Dengan adanya paket-paket yang dirancang khusus bersama BFI Syariah Finance, para calon jemaah umrah dapat memilih program yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka.

Manfaat dari Kerja Sama Ini

  1. Proses Pendaftaran yang Mudah: Dengan adanya kemudahan dalam pembiayaan, Sahabat Muslim dapat mendaftar untuk umrah tanpa harus melalui proses yang rumit. Paket umrah yang terintegrasi dengan solusi pembiayaan dari BFI Syariah Finance mempermudah perencanaan perjalanan ibadah.
  2. Fleksibilitas Pembayaran: Berkat pilihan pembiayaan syariah dari BFI Syariah Finance, para jemaah dapat memilih opsi pembayaran yang sesuai dengan kemampuan finansial mereka, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip syariah.
  3. Kualitas Layanan Terjamin: ArahMuslim memastikan bahwa setiap paket umrah yang ditawarkan bersama BFI Syariah Finance memberikan layanan terbaik, mulai dari akomodasi yang nyaman hingga bimbingan ibadah yang memadai.

ArahMuslim berharap dapat memberikan manfaat lebih kepada Sahabat Muslim yang ingin menjalankan ibadah umrah. Kesempatan ini tidak hanya membuat perjalanan umrah lebih terjangkau tetapi juga lebih nyaman dan terorganisir dengan baik.

Sahabat Muslim kini dapat memilih program umrah yang sesuai dengan preferensi mereka melalui ArahMuslim dan meraih ketenangan hati dengan bimbingan dan dukungan yang optimal. Dengan berbagai pilihan paket dan solusi pembiayaan, mewujudkan impian umrah kini menjadi lebih mudah dan dekat.

12 Hal yang Dapat Membatalkan Wudhu yang Perlu Anda Ketahui

Wudhu adalah salah satu syarat sahnya ibadah seperti shalat dalam Islam. Wudhu bertujuan untuk mensucikan diri dari hadas kecil agar ibadah yang dilakukan menjadi sah di sisi Allah. 

Namun, ada beberapa perkara yang membatalkan wudhu. Mari, simak artikel ini untuk mengetahui penjelasan mengenai hal-hal yang membuat wudhu batal.

Apa Saja yang Membatalkan Wudhu?

Wudhu adalah tanda bahwa tubuh kita bersih dan suci, serta siap untuk berdoa atau melaksanakan ibadah seperti shalat. Namun, ada beberapa tindakan yang dapat membatalkan wudhu, baik itu Sobat Muslim lakukan secara sengaja atau tidak sengaja. 

Ketika membaca Al-Qur’an atau menghilangkan hadas kecil, Sobat Muslim untuk berwudhu sebelum melaksanakan shalat atau ibadah lainnya. Berikut adalah hal-hal yang membatalkan wudhu menurut ajaran Islam:

1. Keluarnya sesuatu dari dua jalan

Salah satu hal utama yang membatalkan wudhu adalah keluarnya sesuatu dari dua jalan, yaitu dari kemaluan dan anus. Hal ini termasuk keluarnya urin, tinja, angin, mani, madzi, dan wadi. Keluarnya cairan ini dapat membatalkan wudhu, baik banyak maupun sedikit.

2. Tidur yang tidak dalam keadaan duduk tetap

Tidur yang membuat Sobat Muslim kehilangan kesadaran atau kendali atas diri Anda, terutama jika tidak dalam posisi duduk tetap yang menghindarkan keluarnya sesuatu dari tubuh juga dapat membatalkan wudhu. Hal ini cenderung membuat Anda tidak menyadari jika ada sesuatu yang keluar dari tubuhnya.

3. Hilangnya akal

Hilangnya akal atau kesadaran karena sebab apa pun, seperti mabuk, pingsan, atau gila, membatalkan wudhu. Kondisi ini menyebabkan seseorang tidak dapat mengendalikan dirinya dan berpotensi keluarnya sesuatu dari tubuhnya tanpa Anda sadari.

4. Menyentuh kemaluan dengan tangan tanpa pembatas

Menyentuh kemaluan dengan tangan langsung tanpa pembatas seperti kain atau sarung tangan juga membatalkan wudhu. Hal ini berlaku baik untuk kemaluan sendiri maupun orang lain. Sentuhan ini dianggap sebagai hadas kecil yang memerlukan wudhu kembali.

5. Makan daging unta

Sumber Gambar: Freepik.com

Dalam beberapa mazhab, makan daging unta dianggap membatalkan wudhu. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan untuk berwudhu setelah mengkonsumsi daging unta. 

6. Keluar darah atau nanah dalam jumlah banyak

Keluar darah atau nanah dalam jumlah banyak juga dapat membatalkan wudhu. Hal ini karena darah atau nanah yang keluar dari tubuh dianggap sebagai hadas yang memerlukan penyucian kembali.

Baca Juga: Apa itu Proses Khitbah?

7. Bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram

Dalam beberapa mazhab, bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram dapat membatalkan wudhu. Pendapat ini berdasarkan pada pandangan bahwa sentuhan tersebut dapat membangkitkan syahwat yang mengharuskan wudhu kembali.

8. Muntah-muntah

Muntah adalah proses keluarnya makanan atau minuman dari lambung melalui mulut. Hal ini dapat membatalkan wudhu, meskipun tidak hanya terjadi saat perut kosong. Dalam mazhab Hanafi, ada dua pandangan terkait hal ini, yaitu jika seseorang muntah seteguk, maka wudhunya batal. 

9. Tertawa dengan keras

Sumber Gambar: Freepik.com

Secara umum, ketika Anda berdoa dan bersuci untuk beribadah kepada Allah SWT, Anda perlu menjaga etika dan tata krama. Perilaku yang tidak sesuai dapat mengganggu kekhusyukan doa kita kepada Allah SWT. Salah satunya adalah tertawa keras atau terbahak-bahak secara berlebihan dianggap tidak sopan. 

10. Memandikan jenazah

Jika Anda memandikan jenazah, maka Anda akan menyentuh seluruh bagian tubuh jenazah tersebut. Apabila Anda sudah dalam keadaan berwudhu dan tanpa sengaja menyentuh alat kelamin mayat, maka wudhunya akan batal. Dalam kondisi ini, Anda perlu mengulang wudhunya untuk memastikan kebersihan kembali.

Baca Juga: Penyebab Doa Belum Dikabulkan

11. Keraguan saat berwudhu

Saat melakukan wudhu, pastikan seluruh bagian tubuh dalam keadaan bersih. Namun, jika ada keraguan mengenai kebersihan tubuh terkait dengan hadas, maka wudhu tersebut dianggap batal. Menurut mazhab Maliki, “Barangsiapa yang percaya bahwa dia suci, maka jika dia meragukan Hadas tersebut maka dia harus dibersihkan kembali.”

12. Keadaan yang memerlukan mandi wajib

Hal lain yang dapat membatalkan wudhu adalah kondisi yang mengharuskan Anda untuk mandi besar guna menghilangkan hadas dari tubuh. Beberapa keadaan yang membatalkan wudhu dan mewajibkan mandi adalah perzinahan, ejakulasi, dan keadaan tertentu dalam Islam. Menurut mazhab Hanbali, wudhu dianggap tidak sah jika diperlukan untuk mandi besar, kecuali dalam hal kematian.

Itulah beberapa hal yang dapat membatalkan wudhu. Jika rukun-rukun wudhu Anda jaga dengan baik dan benar, maka wudhu yang Anda lakukan akan dianggap sah dan membolehkan Anda untuk melaksanakan ibadah seperti shalat. 

Oleh karena itu, penting bagi Sobat Muslim untuk selalu memastikan kebersihan tubuh dan niat yang benar dalam melaksanakan wudhu agar ibadah yang Anda lakukan diterima oleh Allah SWT.

Referensi:

https://www.gramedia.com/literasi/hal-yang-membatalkan-wudhu/?srsltid=AfmBOooLDf1rKnDsw3bNrlwKJ7pHXR2UupzWLfEHv-RCiq7G_Ue5-URT

https://kemenag.go.id/tanya-jawab-fiqih/4-hal-yang-dapat-membatalkan-wudhu-euTgc#:~:text=Qubul%20dan%20Dubur-,Selain%20sperma%2C%20apa%20pun%20yang%20keluar%20dari%20lubang%20qubul%20

Wajib Tahu!  3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram

Rasulullah SAW. menganjurkan umatnya untuk melakukan puasa sunnah di bulan Muharram, yang beliau anggap sebagai bulan terbaik untuk berpuasa setelah bulan Ramadhan. Anjuran ini didasarkan pada salah satu hadis beliau, yaitu:

“Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa bulan Muharram dan sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Artikel ini akan menjelaskan beberapa amalan sunnah di bulan Muharram yang dianjurkan seperti yang disebutkan oleh H. M. Anshary dalam bukunya “Fiqih Kontroversi Jilid 2”.

Apa Saja Jenis Puasa Sunnah Bulan Muharram?

Bulan Muharram, sebagai bulan yang penuh berkah dan keutamaan, memiliki banyak amalan sunnah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, salah satunya adalah puasa sunnah. Berikut adalah beberapa jenis puasa sunnah di bulan Muharram yang wajib Sobat Muslim ketahui:

1. Puasa Tasu’a

Puasa Tasu’a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, sehari sebelum Hari Asyura. Dalil mengenai puasa Tasu’a adalah sebagai berikut:

“Sungguh, jika aku masih hidup sampai tahun depan niscaya aku akan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 (Muharram).” (HR Ahmad)

Puasa Tasu’a juga dilakukan sebagai pembeda dengan ibadah puasa kaum Yahudi, seperti yang terdapat dalam kitab “Fiqhul Islam wa Adillatuhu Jilid 3” oleh Prof. Wahbah Az Zuhaili, yang diterjemahkan oleh Abdul Hayyi al-Kattani. Rasulullah SAW bersabda:

“Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya.” (HR Ahmad)

2. Puasa Asyura

Puasa Asyura dapat Anda lakukan pada tanggal 10 Muharram, sehari setelah Puasa Tasua. Nabi Muhammad SAW menjelaskan keutamaan puasa ini:

“Puasa Arafah menghapus dosa dua tahun yang lalu dan yang akan datang, sementara puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

Rasulullah SAW juga menganjurkan puasa Asyura ketika beliau tiba di Kota Madinah dan melihat orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Beliau bertanya mengapa mereka berpuasa, dan para sahabat menjelaskan bahwa hari itu adalah hari baik di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, dan Nabi Musa berpuasa sebagai tanda syukur. 

Rasulullah SAW. kemudian bersabda:

“Saya lebih berhak dengan Musa daripada kalian”. Beliau kemudian berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk melakukannya.” (HR Bukhari)

Puasa Asyura boleh dilakukan tanpa puasa Tasu’a, namun lebih utama jika kedua puasa tersebut dapat Anda lakukan secara bersama-sama.

3. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan dalam kalender kamariah (bulan Hijriah). Dalil mengenai puasa Ayyamul Bidh adalah sebagai berikut:

“Puasa tiga hari setiap bulan itu seperti puasa sepanjang tahun.” (Muttafaq ‘alaih) – (dikutip dari Syarah Riyadhus Shalihin oleh Imam An-Nawawi, terjemahan Misbah).

Jadwal Puasa Sunnah di Bulan Muharram

Sumber Gambar: Freepik.com

Berikut adalah jadwal puasa sunnah di bulan Muharram untuk tahun 1446 H berdasarkan kalender Hijriah yang telah berubah menjadi kalender Masehi:

  • 1 Muharram 1446 H: Minggu, 7 Juli 2024
  • 9 Muharram 1446 H: Senin, 15 Juli 2024
  • 10 Muharram 1446 H: Selasa, 16 Juli 2024
  • 11 Muharram 1446 H: Rabu, 17 Juli 2024
  • 13 Muharram 1446 H: Jumat, 19 Juli 2024
  • 14 Muharram 1446 H: Sabtu, 20 Juli 2024
  • 15 Muharram 1446 H: Minggu, 21 Juli 2024

Apa Saja Keutamaan Puasa Muharram?

Bulan Muharram memiliki banyak keistimewaan yang sangat penting bagi umat Islam. Dalam sabda Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Muharram termasuk salah satu bulan haram yang penuh berkah, di mana banyak peristiwa besar dalam sejarah para nabi terjadi.  Berikut adalah keutamaan lainnya yang dapat Anda ketahui:

  • Bulan yang memiliki peristiwa penting bagi para nabi: Muharram merupakan bulan yang penuh makna bagi kejadian penting yang dialami Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Musa, hingga Nabi Muhammad SAW. 
  • Bulan yang termasuk mulia: Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram dalam Islam, bersama dengan Dzulhijjah, Rajab, dan Dzulqa’dah.
  • Hari Asyura yang istimewa: Hari Asyura, yang jatuh pada 10 Muharram, adalah hari yang penuh peristiwa bersejarah bagi umat Islam.
  • Puasa terbaik setelah Ramadhan: Rasulullah SAW bersabda, “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah (Muharram)…” (HR. Muslim).
  • Pahala yang dilipatgandakan: Segala amal baik yang Anda lakukan di bulan Muharram akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
  • Dosa yang dilipatgandakan: Penting bagi umat Islam untuk menjaga perilaku dan menghindari perbuatan dosa selama bulan ini.
  • Bulan pertama dalam penanggalan Hijriyah: Muharram menandai awal tahun dalam kalender Hijriyah, yang dimulai dengan peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.

Amalan Sunnah di Bulan Muharram yang Dianjurkan untuk Mendapatkan Pahala

Sumber Gambar: Freepik.com

Bulan Muharram merupakan waktu yang penuh dengan peristiwa penting dan penuh berkah, sebaiknya Anda mengisi bulan ini dengan berbagai ibadah dan amal yang baik. Berikut adalah beberapa amalan yang dapat Anda lakukan selama bulan Muharram:

  • Melaksanakan puasa sunnah, terutama puasa Asyura pada 10 Muharram dan puasa Tasu’a pada 9 Muharram.
  • Membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 1.000 kali.
  • Menjauhi perbuatan buruk dan maksiat, serta lebih memperbanyak amal kebaikan, sekecil apapun.
  • Memperbanyak sedekah dan melakukan pekerjaan dengan fokus dan keikhlasan.

Ada berbagai cara untuk memperbanyak sedekah, namun kini memberikan sedekah menjadi lebih praktis dengan adanya aplikasi ArahMuslim. Aplikasi ini mempermudah Sahabat Muslim untuk menunaikan kewajiban zakat hanya dengan beberapa langkah di ponsel Anda. 

ArahMuslim memastikan bahwa proses pemberian sedekah yang Anda lakukan aman, transparan, dan tepat sasaran. Sekarang, Sahabat Muslim tidak perlu lagi khawatir mengenai cara menyalurkan sedekah dengan benar. 

Aplikasi ini juga menawarkan berbagai fitur, seperti informasi masjid terdekat dan kajian Islam. Hubungi kami sekarang dan manfaatkan kemudahan bersedekah melalui ArahMuslim untuk berkontribusi dalam kesejahteraan Anda!

Referensi:

https://www.megasyariah.co.id/id/artikel/edukasi-tips/donasi-dan-amal/bulan-muharram

https://www.detik.com/sulsel/berita/d-7424797/7-puasa-sunnah-di-bulan-muharram-jadwal-niat-dan-keutamaannya

https://mui.or.id/baca/berita/niat-puasa-tasua-asyura-di-muharram-berikut-jadwal-dan-keutamaannya

5 Perbuatan yang Mengundang Pertolongan Allah

Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengundang pertolongan-Nya. Berikut adalah lima perbuatan yang dapat mengundang pertolongan Allah yang patut kita amalkan.

Sholat Tepat Waktu

Sholat adalah tiang agama dan kewajiban utama bagi setiap Muslim. Sholat tepat waktu menunjukkan ketaatan kita kepada Allah dan menjadi bukti nyata iman. Rasulullah SAW bersabda: 

“Sholatlah sebagaimana kalian melihat aku sholat” (HR. Bukhari).

Dengan sholat tepat waktu, kita memohon ridha dan pertolongan Allah dalam setiap aspek kehidupan kita.

Berbuat Kebaikan kepada Sesama

Merupakan cerminan dari akhlak yang mulia. Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik dan akan memberikan pertolongan-Nya kepada mereka yang ikhlas dalam membantu orang lain. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan walaupun sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS. Az-Zalzalah: 7).

Bersedekah

Sedekah adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan. Sedekah tidak hanya membantu yang membutuhkan, tetapi juga membersihkan harta dan jiwa kita. Allah menjanjikan pahala berlipat ganda bagi mereka yang bersedekah dengan hati yang ikhlas. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261).

Senantiasa Memohon Ampunan (Istighfar)

Memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah kita perbuat merupakan langkah penting dalam mendekatkan diri kepada Allah. Istighfar tidak hanya membersihkan jiwa, tetapi juga membuka pintu rezeki dan pertolongan dari Allah. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan menjadikan setiap kesedihannya kegembiraan, setiap kesempitannya jalan keluar, dan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Ahmad).

Berdoa dengan Khusyuk

Doa adalah senjata bagi orang beriman. Dengan berdoa, kita menunjukkan ketergantungan kita hanya kepada Allah. Berdoa dengan khusyuk dan penuh keyakinan akan mengundang pertolongan Allah dalam setiap kesulitan yang kita hadapi. Allah berfirman:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186).

Mengundang pertolongan Allah bukanlah hal yang sulit jika kita selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepada-Nya melalui sholat tepat waktu, berbuat kebaikan, bersedekah, memohon ampunan, dan berdoa dengan khusyuk. Dengan menjalankan kelima perbuatan ini, insya Allah kita akan mendapatkan pertolongan dan keberkahan dalam hidup kita.

Melakukan perbuatan-perbuatan ini, kita tidak hanya mengundang pertolongan Allah, tetapi juga memperoleh ketenangan batin dan kebahagiaan yang sejati. Semoga Allah selalu memberikan kita hidayah dan pertolongan-Nya. Aamiin.

Syarat Memiliki Anak dalam Syariat Islam

Memiliki keturunan merupakan anugerah yang luar biasa dalam Islam. Di dalam Al-Qur’an dan hadis, banyak ayat dan riwayat yang menekankan pentingnya memiliki anak dan mendidik mereka dengan baik. 

Namun, dalam Islam, memiliki anak bukan hanya tentang keinginan semata, tetapi juga tentang kesiapan dan tanggung jawab. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang sebelum dibolehkan memiliki anak dalam syariat Islam.

1. Kematangan Mental dan Emosional

Pasangan suami istri yang ingin memiliki anak haruslah sudah matang secara mental dan emosional. Hal ini penting untuk memastikan mereka mampu memberikan kasih sayang, pengasuhan, dan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak mereka.

2. Kemampuan Finansial yang Cukup

Memiliki anak membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, penting bagi pasangan suami istri untuk memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk memenuhi kebutuhan anak-anak mereka, baik secara fisik maupun spiritual.

3. Kehidupan Rumah Tangga yang Stabil

Anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang untuk tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, penting bagi pasangan suami istri untuk memiliki kehidupan rumah tangga yang stabil dan harmonis sebelum mereka memutuskan untuk memiliki anak.

4. Komitmen untuk Mendidik Anak dengan Baik

Memiliki anak bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan fisik mereka, tetapi juga tentang mendidik mereka dengan baik sesuai dengan ajaran Islam. Orang tua haruslah siap untuk menjadi teladan bagi anak-anak mereka dan membimbing mereka ke jalan yang benar.

5. Memperhatikan Kondisi Kesehatan

Sebelum memiliki anak, penting bagi pasangan suami istri untuk memastikan kondisi kesehatan mereka dalam keadaan baik. Hal ini untuk meminimalisir risiko kesehatan bagi ibu dan bayi selama kehamilan dan persalinan.

6. Mempersiapkan Diri Secara Spiritual

Memiliki anak merupakan amanah dari Allah SWT. Oleh karena itu, penting bagi pasangan suami istri untuk mempersiapkan diri secara spiritual sebelum mereka memutuskan untuk memiliki anak. Hal ini dapat dilakukan dengan memperbanyak doa, mempelajari ilmu parenting Islami, dan memperkuat iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Memiliki anak merupakan anugerah yang luar biasa dalam Islam. Dengan mempersiapkan diri dengan matang dan memahami tanggung jawab yang besar, Anda dapat menyambut kehadiran anak dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur.

Sumber:

Memiliki Anak

Mengungkap 10 Penyebab Doa Belum Terkabul

Sebagai umat muslim, doa merupakan sarana untuk memohon pertolongan dan menjalin hubungan dengan Allah SWT. Namun, tak jarang doa yang dipanjatkan terasa belum terkabul, menimbulkan pertanyaan dan keraguan di hati. 

Hal ini wajar, namun penting untuk Sobat Muslim ingat bahwa Allah SWT memiliki hikmah di balik setiap kejadian, termasuk dalam hal doa.

Berikut adalah beberapa penyebab doa belum dikabulkan dalam Islam, beserta tips agar doa lebih mudah diterima.

Hal-hal yang Membuat Doa Tidak Terkabul

Mengapa doa tidak dikabulkan? Banyak faktor yang dapat mempengaruhi jawaban atas doa kita dan terkadang kita tidak menyadari hal-hal yang bisa menghalangi doa terkabul. Di bawah ini terdapat beberapa alasan umum yang dapat menyebabkan doa tidak terkabul:

1. Melakukan dosa dan memutuskan hubungan persaudaraan

      Rasulullah SAW mengajarkan bahwa doa seorang hamba pasti akan Allah kabulkan selama tidak memutuskan tali persaudaraan. Dia menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama serta menghindari perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, agar doa kita diterima. 

      2. Memohon kepada selain Allah SWT

        Allah SWT adalah Maha Kuasa, dan hanya kepada-Nya seorang muslim seharusnya memohon doa, karena tidak ada yang dapat menandingi kekuatan-Nya. Memohon kepada selain Allah merupakan perbuatan syirik, yaitu menyekutukan Allah, yang merupakan dosa besar dan sangat dibenci oleh Allah SWT.

        3. Melakukan hal-hal yang mendatangkan murka Allah SWT

          Selain melakukan syirik, doa Anda juga tidak akan terkabul jika melakukan tindakan yang membuat Allah SWT murka. Tindakan tersebut meliputi perbuatan seperti menyakiti orang lain, menipu, tidak menghormati orang tua, mengingkari janji, melakukan korupsi, zina, perselingkuhan, dan sebagainya.

          4. Mengkonsumsi atau menggunakan sesuatu yang berasal dari sumber haram

            Mengkonsumsi atau menggunakan harta yang haram merupakan salah satu faktor yang bisa menyebabkan doa Anda tidak terkabul. Oleh karena itu, sebagai seorang Muslim, Anda seharusnya menjauhi segala yang telah Allah haramkan dan menjaga diri dari hal-hal tersebut.

            5. Hanya berdoa di saat kesulitan atau keterdesakan

            Sumber Gambar: Freepik.com

              Doa kamu tidak akan terkabul jika hanya berdoa kepada Allah SWT pada saat-saat tertentu yang terbatas. Sebaiknya, Anda berdoa kepada Allah SWT setiap waktu tanpa dibatasi oleh waktu tertentu.

              Baca Juga: Makna Doa Setelah Wudhu

              6. Kurang berbuat baik kepada sesama

                Rasulullah SAW. mengajarkan bahwa siapa pun yang melakukan kebaikan di dunia ini, maka Allah SWT yang ada di langit akan membalas kebaikan tersebut dengan keberkahan dan kebaikan-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa amal baik yang Anda lakukan terhadap sesama juga akan mendapat balasan yang baik dari Allah SWT.

                7. Allah SWT sengaja menunda pengabulan doa hingga di akhirat sebagai bentuk kasih sayang-Nya

                  Allah mungkin sengaja menunda pemberian jawabannya dan menyimpan pahala doa tersebut untuk diberikan di akhirat kelak. Dengan cara ini, Allah akan mengangkat derajat dan martabat Anda. Pada saat itu, Anda akan merasa sangat bahagia dan bahkan berharap seluruh pahala doa dapat disimpan dan diberikan pada hari akhir nanti.

                  8. Tergesa-gesa saat memanjatkan doa

                    Rasulullah SAW mengajarkan bahwa doa setiap umatnya pasti akan dikabulkan selama mereka tidak terburu-buru atau cepat putus asa. Dia menyarankan agar kita tidak mengucapkan kata-kata seperti, “Aku telah berdoa, namun belum dikabulkan juga”, karena ketergesaan tersebut dapat menghambat terkabulnya doa. 

                    9. Belum sepenuhnya bersungguh-sungguh dalam ketaatan dan ibadah kepada Allah SWT

                    Sumber Gambar: Freepik.com

                    Allah SWT akan mengabulkan doa hamba-Nya yang dengan tulus dan sungguh-sungguh berusaha untuk taat serta beribadah kepada-Nya. Namun, jika Anda tidak tekun dalam beribadah dan enggan menyembah Allah SWT, maka doa tersebut tidak akan dikabulkan oleh-Nya.

                    1. Allah SWT lebih mencintai hamba-Nya yang terus berdoa tanpa putus asa

                    Allah SWT lebih menyukai ketika Anda terus-menerus meminta dan memohon kepada-Nya. Dia menyukai doa-doa panjang Anda pada sepertiga malam dan juga saat kita menangis dengan penuh kekhusyukan, berdoa setelah shalat. Allah senang jika Anda selalu mengingat-Nya dan banyak meminta kepada-Nya di setiap waktu.

                    Baca Juga: Manfaat Membaca Ayat Kursi

                    Tips Agar Doa Lebih Mudah untuk Terkabul

                    Kenapa doa kita tidak dikabulkan? Mendapatkan pengabulan doa adalah harapan setiap muslim, namun tidak selalu doa yang Sobat Muslim panjatkan langsung terkabul sesuai keinginan. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kemungkinan doa kita dikabulkan oleh Allah SWT:

                    • Pastikan berada dalam keadaan suci sebelum berdoa.
                    • Memulai dengan memuji Allah SWT.
                    • Menyampaikan Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
                    • Berdoa dengan penuh khusyuk dan ketulusan.
                    • Mintalah ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang telah Anda perbuat.
                    • Berdoalah dengan istiqomah dan perbanyak doa terbaik.
                    • Berdoa dengan optimis dan tidak putus asa. 
                    • Menerima Qada dan Qadar.
                    • Bersyukur atas apapun yang Anda dapatkan.

                    Allah SWT Maha Mengetahui dan Bijaksana. Dia akan mengabulkan doa hamba-Nya di waktu yang tepat dan dengan cara terbaik. Memahami alasan mengapa doa belum dikabulkan dapat membantu kita untuk meningkatkan kualitas doa dan memperkuat keimanan. 

                    Janganlah berputus asa dalam berdoa, dan teruslah berusaha menjadi hamba yang taat dan bersyukur.

                    Referensi:

                    https://www.detik.com/hikmah/doa-dan-hadits/d-6999844/catat-ini-7-penyebab-doa-tidak-terkabul

                    https://daaruttauhiid.sch.id/sudah-berdoa-namun-tak-kunjung-terkabul-yuk-simak-5-faktor-penyebab-doa-tak-terkabul

                    https://www.rumahzakat.org/mengapa-doa-tidak-segera-terkabul