6 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Ziarah Kubur

Ziarah kubur merupakan salah satu cara untuk mengingat kematian sekaligus mendoakan orang yang telah meninggal dunia. Namun, pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan adab dan tuntunan yang berlaku agar tujuan ziarah tidak keliru.

Namun, dalam pelaksanaannya, masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ziarah tetap sesuai dengan adab dan tuntunan Islam. Apa saja kesalahan yang sebaiknya dihindari saat ziarah kubur? Simak penjelasannya berikut ini.

Ringkasan

  • Ziarah kubur bertujuan untuk mengingat kematian, mengambil pelajaran, dan mendoakan orang yang telah meninggal.
  • Hindari kesalahan saat ziarah, seperti meminta sesuatu kepada penghuni kubur, meratap berlebihan, serta duduk atau menginjak kuburan.
  • Jaga adab selama ziarah dengan menjaga niat, ucapan, dan sikap agar tetap sesuai tuntunan Islam.

1. Datang ke Makam Tanpa Niat yang Benar

Ziarah kubur sebaiknya dilakukan dengan niat untuk mengingat kematian dan mendoakan orang yang telah meninggal. Hindari menjadikan ziarah sebagai sekadar rutinitas atau aktivitas tanpa tujuan yang jelas.

2. Meminta Sesuatu kepada Penghuni Kubur

Meminta pertolongan, rezeki, atau hajat kepada penghuni kubur merupakan hal yang perlu dihindari. Sahabat Muslim hendaknya memanjatkan doa dan meminta pertolongan hanya kepada Allah SWT.

3. Meratap atau Menangis Secara Berlebihan

Menangis karena merasa kehilangan merupakan hal yang manusiawi, tetapi sebaiknya tidak disertai ratapan atau tindakan berlebihan. Ziarah dapat menjadi momen untuk mendoakan almarhum sekaligus mengingat bahwa setiap manusia akan kembali kepada Allah SWT.

4. Duduk atau Menginjak Kuburan

Saat berada di area pemakaman, penting untuk menghormati kuburan dan menjaga sikap. Hindari duduk, menginjak, atau melakukan tindakan yang dapat merendahkan penghormatan terhadap makam.

5. Melakukan Perbuatan yang Tidak Sesuai Adab Ziarah

Ziarah sebaiknya dilakukan dengan sikap tenang dan sopan. Hindari berbicara berlebihan, bercanda, membuat keributan, atau melakukan aktivitas yang tidak berkaitan dengan tujuan ziarah.

6. Mengabaikan Doa untuk Orang yang Telah Meninggal

Salah satu tujuan utama ziarah adalah mendoakan orang yang telah meninggal. Karena itu, jangan sampai ziarah hanya berfokus pada aktivitas di makam tanpa menyempatkan diri memanjatkan doa untuk mereka.

Kesimpulan

Ziarah kubur dapat menjadi sarana untuk mengingat kematian, mengambil pelajaran, dan mendoakan orang yang telah meninggal. Agar tetap sesuai dengan adab Islam, hindari berbagai tindakan yang berlebihan, tidak menghormati makam, maupun meminta sesuatu kepada selain Allah SWT. Dengan begitu, ziarah dapat menjadi momen refleksi sekaligus pengingat untuk memperbaiki diri.

Ingin mengetahui lebih banyak informasi seputar Islam, ibadah, dan kehidupan Muslim sehari-hari? Simak berbagai artikel informatif lainnya hanya di ArahMuslim dan temukan insight Islami yang relevan untuk kehidupanmu.

Referensi:

https://wahdah.or.id/kesalahan-kesalahan-sekitar-ziarah-kubur/

https://alazharmemorialgarden.com/5-kesalahan-fatal-yang-sering-dilakukan-saat-berziarah-hindari-sekarang/

FAQ

Ziarah kubur bertujuan untuk mengingat kematian dan mendoakan orang yang telah meninggal.

Menangis karena merasa sedih atau kehilangan merupakan hal yang manusiawi, tetapi sebaiknya tidak disertai ratapan atau tindakan berlebihan.

Di antaranya menjaga niat, bersikap sopan, tidak mengganggu peziarah lain, serta mendoakan orang yang telah meninggal.

4 Pemakaman Muslim Modern yang Ada di Indonesia

Pemakaman bukan hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga ruang penghormatan bagi mereka yang telah meninggal sekaligus pengingat bagi yang masih hidup. Seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat, kini mulai hadir berbagai pemakaman muslim modern di Indonesia yang menggabungkan pengelolaan profesional dengan prinsip-prinsip syariat Islam.

Konsep ini tidak sekadar menghadirkan area makam yang tertata rapi, tetapi juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti masjid, ruang keluarga, hingga kawasan hijau yang nyaman untuk berziarah. Lalu, apa saja pemakaman muslim modern di Indonesia? Simak daftarnya berikut ini.

Ringkasan

  • Pemakaman muslim modern menggabungkan pengelolaan kawasan yang lebih profesional dengan prinsip dan adab pemakaman dalam Islam.
  • Fasilitas pendukung seperti masjid, ruang keluarga, area hijau, dan fasilitas ziarah dapat memberikan kenyamanan bagi keluarga dan peziarah.
  • Kehadiran pemakaman modern tetap perlu memperhatikan ketentuan syariat serta penghormatan terhadap jenazah.

1. Al-Azhar Memorial Garden

Sumber Gambar: Instagram @silfiasyahla_amg

Al-Azhar Memorial Garden merupakan kompleks pemakaman khusus Muslim di Karawang, Jawa Barat, yang mengusung konsep pemakaman berbasis syariah dengan lanskap taman. Kawasan seluas 25 hektare ini dilengkapi sejumlah fasilitas seperti masjid, jalan setapak, area parkir, padang rumput, lounge, dan playground.

Pengelolaannya dilakukan secara profesional dengan memperhatikan ketentuan pemakaman Islam, termasuk pemisahan makam muslim dan penataan area agar makam tidak terinjak atau terlangkahi oleh peziarah. Konsep tersebut membuat Al-Azhar Memorial Garden menjadi salah satu contoh pemakaman muslim dengan pendekatan modern di Indonesia.

2. Raudlatul Jannah Memorial Park

Raudlatul Jannah Memorial Park merupakan pemakaman khusus Muslim yang berada di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dan dikembangkan dengan luas sekitar 50 hektare. Pemakaman ini dirancang dengan pengelolaan yang mengikuti aturan dan kaidah Islam, termasuk ketentuan mengenai posisi jenazah dan tata cara pemakaman. 

Selain area pemakaman, kawasan ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti Masjid Raudlatul Jannah, restoran, food mart, florist, dan family center. Konsepnya dibuat untuk memberikan kenyamanan bagi keluarga saat melakukan pemakaman maupun ziarah. 

3. Darussalam Garden

Sumber Gambar: Instagram @darussalamvalley_

Darussalam Garden hadir dengan konsep taman pemakaman Islami modern yang mengutamakan suasana tenang dan tertata. Kawasannya dilengkapi lanskap bergaya Islami, serta akses yang relatif mudah dari pusat kota.

Untuk mendukung kebutuhan keluarga, tersedia masjid dan fasilitas wudhu. Pengelola juga menawarkan layanan pengurusan jenazah sesuai tata cara Islam, fasilitas tahlilan, serta perawatan makam secara berkala.

4. Jannatul Firdaus Memorial Park

Sumber Gambar: www.sinergifoundation.org

Jannatul Firdaus Memorial Park dirancang sebagai kawasan pemakaman bagi umat Muslim yang mengutamakan kenyamanan dan suasana Islami. Lingkungan makam dibuat tenang dan terawat, dengan area hijau yang rindang serta fasilitas masjid, musala, dan ruang keluarga.

Pelayanannya mencakup pengurusan jenazah, perawatan serta pemeliharaan makam, hingga fasilitas doa bersama bagi keluarga. Berbagai layanan tersebut ditujukan untuk membantu keluarga menjalani prosesi pemakaman dan ziarah dengan lebih nyaman.

Kesimpulan

Pemakaman Muslim modern menunjukkan bahwa pengelolaan makam dapat dilakukan secara lebih tertata tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. Mulai dari penataan kawasan, fasilitas yang mendukung keluarga, hingga penerapan tata kelola sesuai syariat, semuanya bertujuan memberikan penghormatan terbaik bagi jenazah sekaligus kenyamanan bagi para peziarah.

Ingin mendapatkan lebih banyak informasi seputar Islam, sejarah, dan gaya hidup muslim? Temukan berbagai artikel inspiratif lainnya hanya di ArahMuslim dan jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk menambah ilmu serta memperkuat keimanan.

Referensi:

https://www.kompasiana.com/advertorial/67593df6c925c4710273e623/10-pemakaman-muslim-mewah-di-indonesia-fasilitas-pelayanan-dan-Harga?page=all#goog_rewarded

https://hidayatullah.com/berita/advertorial/2024/10/24/282747/mengenal-pemakaman-modern-khusus-muslim-di-indonesia-fasilitas-dan-layanan.html

FAQ

Selain penataan makam yang lebih terencana, pemakaman modern umumnya menyediakan berbagai fasilitas pendukung untuk keluarga dan peziarah.

Pemakaman yang memang dikhususkan untuk muslim umumnya dirancang dengan memperhatikan ketentuan dan tata cara pemakaman sesuai prinsip Islam.

Salah satu faktornya adalah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap tempat pemakaman yang tertata, nyaman, dan memiliki layanan pengelolaan yang lebih terorganisasi.

Kebiasaan yang Sebaiknya Dihindari agar Rezeki Tidak Seret

Rezeki dalam Islam tidak selalu berbentuk uang atau harta, tetapi juga dapat berupa kesehatan, ilmu, keluarga, ketenangan, dan berbagai nikmat lainnya. Oleh karena itu, ketika merasa rezeki sedang sulit, Sahabat Muslim dianjurkan untuk melakukan introspeksi sekaligus tetap berikhtiar dan berdoa.

Ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari karena dapat menjauhkan seseorang dari keberkahan rezeki. Lalu, apa saja kebiasaan tersebut? Simak penjelasannya berikut ini.

Ringkasan

  • Rezeki tidak hanya berupa harta, tetapi juga kesehatan, ilmu, keluarga, ketenangan, dan berbagai nikmat dari Allah SWT.
  • Hindari kebiasaan buruk seperti jarang bersyukur, sering berputus asa, melalaikan ibadah, memutus silaturahmi, dan mencari penghasilan dengan cara yang tidak halal.
  • Perbanyak ikhtiar dan amal kebaikan, termasuk menjaga silaturahmi dan bersedekah, sambil tetap berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT.

1. Jarang Bersyukur atas Nikmat yang Diberikan

Mensyukuri nikmat merupakan salah satu sikap yang dianjurkan dalam Islam. Rasa syukur membantu seseorang menyadari bahwa masih banyak nikmat Allah SWT yang telah diterimanya, meskipun tidak semuanya berbentuk materi.

Sebaliknya, terlalu fokus pada kekurangan dapat membuat seseorang lupa menghargai apa yang sudah dimiliki. Oleh karena itu, biasakan bersyukur atas rezeki yang ada sambil terus berusaha mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

2. Sering Mengeluh dan Berputus Asa

Sumber Gambar: Magnific

Menghadapi kesulitan dalam mencari rezeki tentu dapat membuat seseorang merasa lelah dan khawatir. Namun, terus-menerus mengeluh hingga kehilangan harapan bukanlah sikap yang dianjurkan dalam Islam.

Sahabat Muslim perlu tetap berusaha dan percaya bahwa setiap kesulitan memiliki jalan keluar. Jangan biarkan kondisi yang sulit membuat kita berhenti berikhtiar dan kehilangan prasangka baik kepada Allah SWT.

3. Melalaikan Ibadah dan Kewajiban kepada Allah

Kesibukan mencari rezeki seharusnya tidak menjadi alasan untuk meninggalkan kewajiban beribadah. Salat, doa, dan ibadah lainnya merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim.

Selain berusaha secara lahiriah, jangan lupa memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Menjaga ibadah dapat menjadi pengingat bahwa rezeki yang diperoleh pada akhirnya merupakan karunia dari-Nya.

4. Memutus Silaturahmi dengan Keluarga dan Sesama

Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga hubungan baik dengan keluarga dan sesama. Sebaliknya, memutus silaturahmi dapat membawa dampak buruk dalam kehidupan sosial maupun spiritual seseorang.

Oleh karena itu, usahakan untuk menjaga hubungan dengan orang-orang di sekitar, menyelesaikan konflik dengan cara yang baik, dan tidak mudah memutus hubungan hanya karena perbedaan atau persoalan tertentu.

5. Mengambil Rezeki dengan Cara yang Tidak Halal

Sumber Gambar: Magnific

Keinginan mendapatkan penghasilan yang besar tidak seharusnya membuat seseorang menghalalkan segala cara. Penipuan, kecurangan, korupsi, maupun transaksi yang dilarang dalam Islam dapat menghilangkan keberkahan dari harta yang diperoleh.

Rezeki yang halal mungkin tidak selalu datang dengan jumlah yang besar, tetapi memiliki nilai keberkahan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan pekerjaan, usaha, dan sumber penghasilan diperoleh melalui cara yang dibenarkan.

6. Enggan Bersedekah dan Berbagi kepada Sesama

Ketika kondisi keuangan sedang sulit, sebagian orang mungkin memilih untuk menyimpan seluruh hartanya dan enggan berbagi. Padahal, Islam menganjurkan umatnya untuk bersedekah dan membantu orang yang membutuhkan sesuai dengan kemampuan.

Sedekah bukan berarti mengurangi nilai harta secara sia-sia. Selain menjadi bentuk kepedulian kepada sesama, sedekah juga merupakan amal yang dapat mendatangkan pahala dan keberkahan.

Kesimpulan

Merasa rezeki sedang seret tidak selalu berarti seseorang melakukan kesalahan tertentu. Kondisi tersebut bisa menjadi bagian dari ujian kehidupan sehingga penting untuk tetap berikhtiar, berdoa, bersabar, dan melakukan introspeksi. Hindari kebiasaan yang bertentangan dengan ajaran Islam hingga enggan berbagi.

Ingin mengetahui lebih banyak tips dan insight seputar kehidupan muslim? Temukan berbagai artikel Islami lainnya di ArahMuslim dan tambah wawasan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan penuh keberkahan.

Referensi:

https://baznas.go.id/artikel-show/Tanda-Rezeki-Seret-Menurut-Islam-dan-Cara-Membukanya-dengan-Amalan-Sederhana/2335

https://cahaya.kompas.com/doa-dan-niat/25K04201049090/9-penyebab-rezeki-seret-menurut-islam

FAQ

Tidak selalu. Kesulitan rezeki dapat menjadi bagian dari ujian kehidupan, sehingga sebaiknya dihadapi dengan sabar, introspeksi, doa, dan ikhtiar.

Di antaranya tidak bersyukur, berputus asa, melalaikan ibadah, memutus silaturahmi, mencari penghasilan dengan cara haram, dan enggan berbagi.

Sedekah merupakan amal yang dianjurkan dalam Islam dan dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk memperoleh keberkahan serta pahala dari Allah SWT.

6 Etika Bisnis dalam Islam untuk Usaha yang Halal dan Berkah

Dalam Islam, menjalankan bisnis tidak hanya bertujuan mendapatkan keuntungan, tetapi juga memastikan setiap prosesnya dilakukan dengan cara yang halal dan sesuai dengan nilai-nilai syariat. Etika dalam berbisnis menjadi penting agar keuntungan yang diperoleh tidak hanya memberikan manfaat secara materi, tetapi juga membawa keberkahan.

Sahabat Muslim dianjurkan untuk menjaga kejujuran, amanah, keadilan, serta menghindari praktik yang merugikan pihak lain. Lalu, apa saja etika bisnis dalam Islam yang perlu diterapkan? Simak penjelasannya berikut ini!

Ringkasan

  • Kejujuran menjadi fondasi penting agar setiap transaksi dilakukan secara terbuka dan dapat dipercaya.
  • Amanah membantu pelaku usaha menjaga kepercayaan pelanggan, karyawan, dan mitra bisnis.
  • Keadilan perlu diterapkan dengan memenuhi hak setiap pihak dan tidak mengambil keuntungan yang merugikan.

1. Jujur dalam Menjalankan Setiap Transaksi

Kejujuran menjadi salah satu fondasi utama dalam bisnis Islam. Pelaku usaha perlu memberikan informasi yang benar mengenai produk, harga, kualitas, maupun ketentuan transaksi kepada pelanggan. Jangan sampai ada informasi yang sengaja ditutupi demi mendapatkan keuntungan lebih besar.

Dengan menerapkan kejujuran, bisnis dapat membangun kepercayaan pelanggan dalam jangka panjang. Selain itu, transaksi yang dilakukan secara terbuka dan jujur juga membantu menciptakan hubungan bisnis yang sehat dan saling menguntungkan.

2. Amanah dalam Mengelola Bisnis dan Kepercayaan

Sumber Gambar: Magnific

Amanah berarti dapat dipercaya dan bertanggung jawab terhadap sesuatu yang dipercayakan kepada kita. Dalam bisnis, sikap ini dapat diterapkan dengan memenuhi janji, menyelesaikan pesanan sesuai kesepakatan, serta mengelola uang dan aset usaha secara bertanggung jawab.

Menjaga amanah juga berlaku ketika bekerja sama dengan karyawan, mitra, maupun pelanggan. Ketika kepercayaan dijaga dengan baik, reputasi bisnis akan semakin kuat dan hubungan dengan berbagai pihak dapat terjalin secara berkelanjutan.

3. Adil kepada Pelanggan, Mitra, dan Karyawan

Islam mengajarkan umatnya untuk berlaku adil dalam berbagai urusan, termasuk dalam menjalankan bisnis. Pelaku usaha perlu memberikan harga yang wajar, memenuhi hak karyawan, serta menjalankan kerja sama dengan mitra berdasarkan kesepakatan yang jelas.

Keadilan juga berarti tidak mengambil keuntungan dengan cara merugikan pihak lain. Dengan bersikap adil, bisnis dapat berkembang tanpa mengorbankan hak dan kepentingan orang lain.

4. Menjual Produk dan Jasa yang Halal

Produk dan jasa yang ditawarkan dalam bisnis Muslim harus memperhatikan aspek kehalalannya. Selain bahan atau produknya, proses mendapatkan, mengolah, dan menjualnya juga perlu dilakukan dengan cara yang sesuai dengan prinsip Islam.

Memastikan produk dan jasa halal menunjukkan komitmen pelaku usaha dalam menjalankan bisnis sesuai syariat. Hal ini juga dapat memberikan rasa aman kepada konsumen Muslim dalam menggunakan produk atau layanan yang ditawarkan.

5. Menghindari Riba, Gharar, dan Praktik Bisnis yang Dilarang

Sumber Gambar: Magnific

Etika bisnis Islam juga mengharuskan pelaku usaha menghindari praktik yang dilarang syariat, termasuk riba dan gharar. Gharar berkaitan dengan ketidakjelasan atau ketidakpastian yang berlebihan dalam suatu transaksi sehingga dapat merugikan salah satu pihak.

Oleh karena itu, setiap transaksi sebaiknya dilakukan dengan kesepakatan yang jelas mengenai harga, barang atau jasa, hak, kewajiban, serta ketentuannya. Dengan begitu, kedua pihak memahami transaksi yang dilakukan dan terhindar dari perselisihan.

6. Tidak Menipu atau Menyembunyikan Kekurangan Produk

Pelaku usaha perlu menyampaikan kondisi produk secara apa adanya dan tidak melakukan manipulasi untuk membuat barang terlihat lebih baik. Jika terdapat kekurangan atau kondisi tertentu yang perlu diketahui pelanggan, informasi tersebut sebaiknya disampaikan sebelum transaksi dilakukan.

Sikap terbuka seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi sangat penting untuk membangun kepercayaan. Bisnis yang tidak mengandalkan penipuan juga memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pelanggan yang loyal dan menjaga reputasi dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Etika bisnis dalam Islam mengajarkan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan, tetapi juga dari cara keuntungan tersebut diperoleh. Kejujuran, amanah, keadilan, menjual produk halal, menghindari praktik yang dilarang, serta tidak menipu menjadi prinsip penting yang perlu diterapkan dalam menjalankan usaha.

Dengan menerapkan etika tersebut, bisnis dapat berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi pelanggan, karyawan, mitra, dan masyarakat. Yuk, temukan lebih banyak informasi seputar bisnis Islami, ekonomi umat, dan gaya hidup muslim melalui ArahMuslim.

Referensi:

https://hrd.uii.ac.id/pentingnya-menciptakan-etika-berbisnis-dalam-islam

https://www.shafiq.id/berita/469/6-etika-wajib-pengusaha-muslim-agar-bisnis-sukses-dan-berkah/baca

FAQ

Kejujuran membantu membangun kepercayaan dan memastikan transaksi dilakukan secara transparan tanpa merugikan pihak lain.

Gharar adalah ketidakjelasan atau ketidakpastian yang berlebihan dalam suatu transaksi sehingga berpotensi menimbulkan kerugian atau perselisihan bagi salah satu pihak.

Ya, Islam memperbolehkan mencari keuntungan melalui perdagangan dan usaha selama dilakukan dengan cara yang halal, jujur, adil, dan tidak melanggar ketentuan syariat.

5 Persiapan yang Perlu Dilakukan Sebelum Meninggal Menurut Islam

Kematian merupakan sesuatu yang pasti akan dialami setiap manusia, tetapi waktu datangnya tidak pernah diketahui. Oleh karena itu, Sahabat Muslim dianjurkan untuk mempersiapkan diri dengan memperbaiki hubungan kepada Allah SWT sekaligus menyelesaikan berbagai tanggung jawab kepada sesama.

Persiapan menghadapi kematian bukan berarti hidup dalam ketakutan, melainkan menjadi pengingat agar kita menjalani kehidupan dengan lebih baik. Lantas, apa saja yang dapat dipersiapkan seorang muslim sebelum meninggal? Simak selengkapnya berikut ini!

Ringkasan

  • Perbaiki hubungan dengan Allah dengan menjaga ibadah, memperbanyak amal saleh, dan senantiasa bertaubat.
  • Selesaikan tanggung jawab seperti utang, amanah, serta urusan harta dan wasiat agar tidak membebani orang lain.
  • Perbaiki hubungan dengan sesama dengan meminta maaf, memaafkan, dan menyelesaikan konflik yang masih ada.

1. Memperbanyak Amal Saleh dan Memperbaiki Ibadah

Persiapan yang paling utama adalah memperbaiki hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah dan amal saleh. Mulailah dengan menjaga ibadah wajib, memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta melakukan berbagai kebaikan sesuai kemampuan.

Tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk mulai beramal. Kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari bekal seorang muslim dalam menjalani kehidupan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kematian.

2. Bertaubat dan Memohon Ampun kepada Allah

Manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa. Oleh karena itu, penting untuk senantiasa melakukan introspeksi dan bertaubat kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh.

Taubat dapat menjadi momentum untuk meninggalkan perbuatan buruk dan berusaha memperbaiki diri. Jangan menunda taubat karena tidak ada yang mengetahui kapan kesempatan hidup akan berakhir.

3. Menyelesaikan Utang dan Amanah

Selain memperbaiki hubungan dengan Allah, Sahabat Muslim juga perlu menyelesaikan tanggung jawab kepada sesama. Salah satunya adalah melunasi utang dan menyelesaikan amanah yang masih menjadi tanggungan.

Jika memiliki utang atau tanggung jawab tertentu, usahakan untuk menyelesaikannya selagi masih diberikan kesempatan. Catatan mengenai utang dan amanah juga dapat dibuat agar tidak menyulitkan keluarga apabila terjadi sesuatu yang tidak terduga.

4. Menyiapkan Wasiat dan Urusan Harta

Persiapan lainnya adalah menata urusan harta dengan baik. Sahabat Muslim dapat membuat wasiat sesuai ketentuan syariat dan memastikan informasi mengenai aset serta kewajiban keuangan tercatat dengan jelas.

Hal ini dapat membantu keluarga mengetahui hak dan kewajiban yang perlu diselesaikan setelah seseorang meninggal. Pengaturan harta juga sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan ketentuan waris dalam Islam agar tidak menimbulkan perselisihan di kemudian hari.

5. Memperbaiki Hubungan dengan Keluarga dan Sesama

Menjelang akhir kehidupan, hubungan dengan orang lain juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Jika masih memiliki konflik, kesalahpahaman, atau pernah menyakiti seseorang, berusahalah untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan.

Menjaga silaturahmi, memaafkan kesalahan orang lain, dan menyelesaikan persoalan dengan baik dapat membuat hati lebih lapang. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya masih bisa diselesaikan justru dibiarkan berlarut-larut.

Kesimpulan

Mempersiapkan diri sebelum meninggal dapat dilakukan dengan memperbaiki ibadah, bertaubat, menyelesaikan utang dan amanah, menata urusan harta, serta memperbaiki hubungan dengan keluarga dan sesama. Persiapan tersebut bukan hanya tentang menghadapi kematian, tetapi juga menjadi dorongan untuk menjalani kehidupan dengan lebih bertanggung jawab dan dekat kepada Allah SWT.

Kematian adalah pengingat bahwa waktu yang dimiliki manusia terbatas. Karena itu, selagi masih diberikan kesempatan, mari gunakan waktu untuk memperbanyak kebaikan, memperbaiki diri, dan menyelesaikan tanggung jawab yang masih dimiliki. Yuk, temukan lebih banyak konten Islami yang membantu meningkatkan kualitas kehidupan melalui ArahMuslim.

Referensi:

https://hellosehat.com/mental/mental-lainnya/persiapan-saat-mendekati-ajal

https://kamboja.co.id/tips/hari-kematian/

FAQ

Usahakan melunasi utang selagi masih hidup dan mencatatnya dengan jelas agar keluarga atau pihak terkait mengetahui kewajiban tersebut.

Dengan menjaga ibadah wajib, memperbanyak amal saleh, bertaubat, berdoa, dan berusaha memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

Mengingat kematian sebaiknya menjadi motivasi untuk memperbaiki diri, memperbanyak kebaikan, dan menjalani kehidupan dengan lebih bermakna.

Amalan yang Bisa Menjadi Sebab Terhindar dari Musibah

Musibah merupakan bagian dari kehidupan yang tidak selalu dapat diprediksi. Sebagai seorang muslim, kita tetap perlu melakukan ikhtiar sekaligus memohon perlindungan kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan dan dijauhkan dari berbagai keburukan.

Selain menjaga diri dan berhati-hati dalam menjalani kehidupan, Islam mengajarkan berbagai amalan yang dapat menjadi sebab datangnya pertolongan dan perlindungan Allah. Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan sebagai bentuk ikhtiar.

Ringkasan

  • Berdoa dan memohon perlindungan Allah menjadi bentuk ikhtiar untuk meminta keselamatan dan dijauhkan dari keburukan.
  • Sedekah, silaturahmi, istighfar, dan amal saleh dapat menjadi kebiasaan baik sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah.
  • Amalan bukan jaminan bebas dari musibah, sehingga tetap perlu disertai ikhtiar nyata, kehati-hatian, dan tawakal kepada Allah.

Perbanyak Doa dan Memohon Perlindungan kepada Allah

Doa menjadi salah satu cara seorang muslim memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT. Dalam kehidupan sehari-hari, biasakan berdoa agar diberikan keselamatan, kesehatan, dan dijauhkan dari berbagai keburukan.

Doa juga menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan dan membutuhkan pertolongan Allah. Oleh karena itu, jangan hanya berdoa ketika sedang menghadapi masalah, tetapi biasakan berdoa dalam berbagai keadaan.

Perbanyak Sedekah kepada Orang yang Membutuhkan

Sedekah merupakan salah satu bentuk amal yang memiliki banyak keutamaan. Dengan berbagi kepada orang yang membutuhkan, Sahabat Muslim tidak hanya membantu sesama, tetapi juga berusaha mendapatkan keberkahan dan rahmat dari Allah SWT.

Sedekah tidak harus selalu dalam jumlah besar. Memberikan makanan, membantu orang lain, atau berbagi sebagian rezeki sesuai kemampuan juga dapat menjadi bentuk sedekah yang dilakukan dengan ikhlas.

Jaga Silaturahmi dan Hubungan dengan Sesama

Menjaga hubungan baik dengan keluarga, tetangga, teman, dan orang lain juga merupakan bagian dari ajaran Islam. Hindari permusuhan, saling menyakiti, dan memutus silaturahmi tanpa alasan yang dibenarkan.

Hubungan yang baik dapat menciptakan kehidupan yang lebih harmonis dan saling membantu. Ketika seseorang menghadapi kesulitan, lingkungan yang penuh kepedulian juga dapat menjadi sumber dukungan dan pertolongan.

Perbanyak Istighfar dan Bertaubat

Istighfar merupakan amalan untuk memohon ampun kepada Allah SWT atas kesalahan dan dosa yang dilakukan. Membiasakan diri beristighfar dapat menjadi pengingat agar seorang Muslim senantiasa melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.

Selain memperbanyak istighfar, lakukan taubat dengan sungguh-sungguh dan berusaha meninggalkan perbuatan yang tidak baik. Jangan menunda untuk kembali kepada Allah ketika menyadari adanya kesalahan.

Lakukan Amal Saleh dan Kebaikan Secara Konsisten

Amal saleh tidak hanya dilakukan ketika mengharapkan sesuatu, tetapi sebaiknya menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Membantu sesama, berkata baik, menjaga amanah, dan melakukan berbagai kebaikan sesuai kemampuan merupakan bagian dari amal yang dapat dilakukan secara konsisten.

Namun, penting untuk dipahami bahwa tidak ada amalan yang dapat menjamin seseorang pasti terbebas dari seluruh musibah. Setiap kejadian tetap berada dalam ketetapan Allah SWT. Oleh karena itu, amalan tersebut sebaiknya dilakukan sebagai bentuk ibadah dan ikhtiar memohon perlindungan, bukan sebagai jaminan bahwa musibah tidak akan pernah datang.

Kesimpulan

Berdoa, bersedekah, menjaga silaturahmi, memperbanyak istighfar, dan melakukan amal saleh dapat menjadi bentuk ikhtiar Sahabat Muslim untuk memohon perlindungan dan pertolongan Allah SWT. Di samping itu, kita tetap perlu melakukan ikhtiar nyata dengan berhati-hati dan berusaha menghindari hal-hal yang dapat membahayakan diri maupun orang lain.

Pada akhirnya, Sahabat Muslim perlu menyadari bahwa segala sesuatu berada dalam kehendak Allah. Mari terus memperbanyak kebaikan, memohon perlindungan-Nya, dan berserah diri setelah melakukan ikhtiar terbaik. Temukan lebih banyak informasi dan inspirasi Islami lainnya melalui ArahMuslim.

Referensi:

https://www.sinergifoundation.org/amalan-yang-dapat-mencegah-wabah-dan-musibah-2/

https://cahaya.kompas.com/doa-dan-niat/25H20181500790/7-amalan-tolak-bala-dalam-islam-agar-terhindar-dari-musibah

FAQ

Sedekah merupakan amal yang memiliki banyak keutamaan dan dapat menjadi bentuk ikhtiar memohon perlindungan serta keberkahan dari Allah. Namun, tidak berarti sedekah menjamin seseorang pasti terbebas dari musibah.

Istighfar merupakan bentuk memohon ampun kepada Allah sekaligus menjadi sarana untuk introspeksi dan memperbaiki diri.

Doa perlu disertai ikhtiar nyata, seperti berhati-hati, menjaga kesehatan dan keselamatan, serta menghindari hal-hal yang berisiko.

Hukum Islam tentang Tidur Setelah Salat Subuh

Tidur setelah salat Subuh menjadi kebiasaan yang cukup sering dilakukan, terutama bagi orang yang memiliki waktu istirahat terbatas pada malam hari. Namun, muncul pertanyaan mengenai bagaimana Islam memandang kebiasaan tersebut dan apakah seorang Muslim diperbolehkan kembali tidur setelah menunaikan salat Subuh.

Dalam Islam, waktu setelah Subuh memiliki keutamaan tersendiri. Rasulullah SAW juga mendoakan keberkahan pada waktu pagi. Lalu, bagaimana sebenarnya hukum tidur setelah salat Subuh? Simak penjelasannya berikut ini.

Ringkasan

  • Tidur setelah salat Subuh pada dasarnya diperbolehkan dan tidak termasuk perbuatan yang secara mutlak dilarang dalam Islam.
  • Tidur kembali karena kebutuhan seperti kurang tidur atau kelelahan tetap diperbolehkan.
  • Sebagian ulama memandang tidur setelah Subuh tanpa kebutuhan sebagai sesuatu yang kurang dianjurkan, tetapi bukan berarti otomatis haram.

Apakah Boleh Tidur Setelah Salat Subuh Menurut Islam?

Pada dasarnya, tidak ada larangan mutlak bagi Sahabat Muslim untuk tidur setelah salat Subuh. Artinya, tidur setelah Subuh tidak otomatis menjadi sesuatu yang haram. Terlebih jika seseorang memiliki kebutuhan untuk beristirahat, seperti karena kurang tidur, kondisi tubuh yang lelah, atau aktivitas tertentu.

Meski demikian, waktu pagi merupakan waktu yang dianjurkan untuk diisi dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat. Oleh karena itu, jika tidak memiliki kebutuhan untuk tidur kembali, Sahabat Muslim dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk berzikir, membaca Al-Qur’an, belajar, bekerja, berolahraga, atau melakukan aktivitas positif lainnya.

Apa Hukum Tidur Setelah Salat Subuh dalam Islam?

Sumber Gambar: Magnific

Hukum tidur setelah salat Subuh pada dasarnya boleh (mubah) selama tidak menyebabkan seseorang meninggalkan kewajiban atau aktivitas penting. Namun, sebagian ulama memandang tidur pada waktu tersebut sebagai sesuatu yang kurang dianjurkan apabila dilakukan tanpa kebutuhan.

Hal ini berkaitan dengan keutamaan waktu pagi yang dapat dimanfaatkan untuk beribadah dan melakukan aktivitas produktif. Oleh sebab itu, bukan berarti setiap orang yang tidur setelah Subuh melakukan dosa, tetapi sebaiknya kebiasaan tersebut tidak dilakukan tanpa alasan yang jelas.

Bagaimana Pandangan Ulama tentang Tidur Setelah Salat Subuh?

Para ulama memiliki pandangan yang beragam mengenai tidur setelah salat Subuh. Sebagian ulama menyebutkan bahwa tidur pada waktu tersebut makruh atau kurang dianjurkan apabila tidak ada kebutuhan, terutama karena pagi merupakan waktu yang penuh keberkahan dan dianjurkan untuk dimanfaatkan dengan baik.

Di sisi lain, tidak terdapat dalil yang secara tegas mengharamkan tidur setelah Subuh. Oleh karena itu, seseorang yang membutuhkan tidur kembali tetap diperbolehkan melakukannya. Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai kebiasaan tidur tersebut membuat seseorang melewatkan salat, pekerjaan, tanggung jawab, atau aktivitas bermanfaat lainnya.

Kesimpulan

Tidur setelah salat Subuh pada dasarnya diperbolehkan dalam Islam dan tidak termasuk perbuatan yang secara mutlak dilarang. Namun, apabila tidak memiliki kebutuhan untuk tidur kembali, waktu pagi sebaiknya dimanfaatkan untuk beribadah, belajar, bekerja, berolahraga, atau aktivitas positif lainnya.

Dengan demikian, Sahabat Muslim dapat menyesuaikan waktu tidur dengan kondisi dan kebutuhannya. Jangan sampai kebiasaan tidur setelah Subuh membuat kewajiban dan kesempatan untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat menjadi terabaikan. Untuk mendapatkan lebih banyak informasi dan inspirasi Islami dalam kehidupan sehari-hari, yuk temukan berbagai konten menarik lainnya melalui ArahMuslim.

Referensi:

https://smpn5.bimakota.sch.id/web/detail-berita/3305/-

https://www.halodoc.com/artikel/bahaya-tidur-setelah-subuh-lesu-dan-rugi-besar?srsltid=AfmBOorv08BVMBgpZUnIDTaHkqZHTTJRyEMFUeaT5Dhu60uNNRDiCqKA

FAQ

Tidur setelah Subuh pada dasarnya mubah, meskipun sebagian ulama memandangnya kurang dianjurkan jika dilakukan tanpa kebutuhan.

Karena waktu pagi memiliki keutamaan dan dapat dimanfaatkan untuk beribadah maupun melakukan berbagai aktivitas yang bermanfaat.

Sahabat Muslim dapat mengisi waktu pagi dengan berzikir, membaca Al-Qur’an, berdoa, belajar, berolahraga, bekerja, atau aktivitas positif lainnya.

5 Manfaat Khitan untuk Kesehatan Pria

Khitan atau sunat merupakan salah satu praktik yang lekat dengan kehidupan umat Islam. Selain memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam dan termasuk bagian dari fitrah, khitan juga memiliki sejumlah manfaat dari sisi kesehatan. Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat kulup atau kulit yang menutupi kepala penis.

Dalam Islam, menjaga kebersihan dan kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar Sahabat Muslim. Oleh karena itu, khitan dapat dipandang bukan hanya sebagai bentuk menjalankan ajaran agama, tetapi juga sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan tubuh. Lalu, apa saja manfaat medis khitan bagi pria? Simak selengkapnya di bawah ini.

Ringkasan

  • Khitan merupakan bagian dari fitrah yang dianjurkan dalam ajaran Islam sekaligus memiliki manfaat bagi kesehatan pria.
  • Menjaga kebersihan menjadi salah satu manfaat khitan yang sejalan dengan perhatian Islam terhadap kesucian dan kebersihan diri.
  • Menjaga kesehatan setelah khitan tetap penting sebagai bagian dari ikhtiar seorang Muslim dalam merawat tubuh yang merupakan amanah dari Allah SWT.

1. Membantu Menjaga Kebersihan Area Penis

Islam sangat memperhatikan kebersihan dan kesucian diri. Salah satu manfaat khitan dari sisi medis adalah membantu menjaga kebersihan area penis karena tidak lagi terdapat kulup yang menutupi kepala penis.

Kondisi tersebut membuat area penis lebih mudah dibersihkan dan dapat membantu mengurangi penumpukan kotoran di bawah kulup. Meski sudah dikhitan, Sahabat Muslim tetap perlu menjaga kebersihan tubuh sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan kesucian diri.

2. Mengurangi Risiko Infeksi Saluran Kemih

Khitan juga dikaitkan dengan penurunan risiko infeksi saluran kemih (ISK), terutama pada bayi dan anak laki-laki. Berkurangnya kulup dapat mengurangi tempat bagi bakteri untuk berkembang di sekitar area genital.

Menjaga kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar yang perlu dilakukan Sahabat Muslim. Oleh karena itu, selain menjalankan ajaran agama, memperhatikan kebersihan dan kesehatan tubuh juga penting untuk menunjang kehidupan yang sehat.

3. Menurunkan Risiko Infeksi Menular Seksual Tertentu

Sejumlah bukti medis menunjukkan bahwa khitan dapat dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa infeksi menular seksual (IMS) tertentu, termasuk HPV dan herpes genital dalam kondisi tertentu.

Namun, manfaat tersebut bukan berarti khitan memberikan perlindungan penuh terhadap IMS. Sahabat Muslim tetap perlu menjaga perilaku sesuai tuntunan agama dan memperhatikan kesehatan reproduksi. Khitan juga tidak dapat menggantikan langkah pencegahan medis yang diperlukan.

4. Mengurangi Risiko Masalah pada Kulup

Khitan dapat mengurangi risiko beberapa masalah yang berkaitan dengan kulup, salah satunya fimosis. Fimosis merupakan kondisi ketika kulup sulit atau tidak dapat ditarik dari kepala penis.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan membuat kebersihan area penis menjadi lebih sulit. Dengan menghilangkan kulup, risiko masalah yang berkaitan dengan bagian tersebut dapat berkurang.

5. Membantu Menurunkan Risiko HIV

Pada pria heteroseksual, bukti medis menunjukkan bahwa khitan dapat membantu menurunkan risiko tertular HIV melalui hubungan seksual vaginal. Hal ini menjadi salah satu manfaat kesehatan yang telah dipelajari dalam berbagai penelitian.

Meski demikian, khitan bukan perlindungan penuh terhadap HIV dan bukan pengganti praktik seksual yang aman. Oleh karena itu, pencegahan HIV tetap membutuhkan langkah-langkah kesehatan lainnya sesuai dengan kondisi masing-masing.

Kesimpulan

Khitan memiliki nilai penting dalam kehidupan seorang Muslim karena termasuk bagian dari fitrah dan berkaitan dengan kebersihan diri. Dari sisi medis, khitan juga memiliki sejumlah manfaat, mulai dari membantu menjaga kebersihan area penis hingga membantu menurunkan risiko HIV pada pria heteroseksual.

Jika ingin mendapatkan lebih banyak informasi seputar kesehatan, Islam, dan gaya hidup Muslim, yuk temukan berbagai konten edukatif lainnya melalui ArahMuslim. Download ArahMuslim dan jadikan teman dalam menjalani kehidupan yang lebih sehat dan Islami.

Referensi:

https://baznas.go.id/artikel-show/Hikmah-Khitan-dalam-Islam/1943

https://www.alodokter.com/metode-dan-manfaat-sunat

FAQ

Khitan dapat membantu menjaga kebersihan area penis dengan mengurangi tempat penumpukan kotoran di bawah kulup. Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang sangat memperhatikan kebersihan dan kesucian.

Selain memiliki nilai keagamaan, khitan juga memiliki sejumlah manfaat medis, seperti membantu menjaga kebersihan dan menurunkan risiko beberapa kondisi kesehatan tertentu.

Menjaga kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar dan bentuk rasa syukur atas tubuh yang diberikan Allah SWT. Oleh arena itu, setelah khitan, kebersihan diri dan kesehatan tetap perlu dijaga dengan baik.

Hasil Nyata Wakaf Produktif bagi Masyarakat Indonesia

Wakaf selama ini sering dipahami sebagai pemberian aset untuk kepentingan sosial dan keagamaan. Padahal, wakaf juga dapat dikelola secara produktif agar manfaatnya terus berkembang dan dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.

Melalui pengelolaan yang tepat, aset maupun dana wakaf dapat dikembangkan menjadi fasilitas kesehatan, lahan pertanian, kawasan pendidikan, hingga pusat pemberdayaan ekonomi. Lantas, seperti apa hasil nyata wakaf produktif di Indonesia? Simak beberapa contohnya berikut ini!

Ringkasan

  • Wakaf produktif dapat dikelola menjadi aset yang terus menghasilkan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
  • Sektor kesehatan menjadi salah satu contoh pemanfaatan wakaf melalui pembangunan dan pengelolaan rumah sakit untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
  • Wakaf pertanian dan perkebunan dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Rumah Sakit Mata Achmad Wardi

Sumber Gambar: bwi.go

Rumah Sakit Mata Achmad Wardi di Serang, Banten, menjadi salah satu contoh pemanfaatan wakaf untuk menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat. Rumah sakit ini didirikan melalui kerja sama Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Dompet Dhuafa dengan memanfaatkan aset tanah wakaf.

Pengembangannya juga menggunakan pembiayaan berbasis wakaf uang dan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS). Melalui model tersebut, wakaf tidak hanya menjadi aset yang diam, tetapi dapat dikembangkan untuk mendukung fasilitas kesehatan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Wakaf Perkebunan dan Pertanian Produktif

Sumber Gambar: Tempo

Wakaf produktif juga dapat dikembangkan melalui sektor perkebunan dan pertanian. Sejumlah lembaga nazhir mengelola lahan wakaf untuk kegiatan pertanian sehingga hasilnya dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat sekitar.

Hasil panen dapat disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat kurang mampu. Di sisi lain, pengelolaan lahan juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi petani lokal. Dengan sistem pengelolaan dan bagi hasil yang adil, wakaf pertanian dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa

Sumber Gambar: dompet dhuafa

Contoh lainnya adalah RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa di Parung, Bogor. Rumah sakit ini dikenal dengan konsep layanan kesehatan bagi masyarakat dhuafa tanpa membebankan biaya kepada pasien yang memenuhi kriteria penerima manfaat.

Operasional dan pelayanan sosialnya didukung oleh pengelolaan dana ZISWAF, termasuk wakaf produktif. Konsep tersebut menunjukkan bagaimana dana dan aset wakaf dapat dikelola untuk mendukung layanan kesehatan yang manfaatnya dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Khadijah Learning Center dan Pesantren Daarut Tauhiid

Sumber Gambar: dompet dhuafa

Wakaf produktif juga dapat dikembangkan untuk mendukung sektor pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Salah satu contohnya adalah kawasan pendidikan dan pesantren yang mengembangkan lini bisnis komersial di atas kawasan wakaf.

Keuntungan dari aktivitas bisnis tersebut dapat digunakan untuk mendukung operasional pendidikan, memberikan beasiswa bagi santri dhuafa, serta membantu menggerakkan UMKM di sekitar kawasan pesantren. Penyediaan lapak usaha bagi masyarakat menjadi salah satu bentuk pemberdayaan agar kawasan wakaf tidak hanya memberikan manfaat dalam bidang pendidikan, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi.

Kesimpulan

Berbagai contoh tersebut menunjukkan bahwa wakaf produktif memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Aset atau dana wakaf dapat dikembangkan menjadi fasilitas kesehatan, lahan pertanian, sarana pendidikan, hingga pusat pemberdayaan ekonomi selama dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Potensi wakaf produktif di Indonesia masih sangat besar dan dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara nazhir, lembaga sosial, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Yuk, kenali lebih jauh berbagai informasi seputar Islam, ekonomi umat, dan gaya hidup muslim melalui aplikasi ArahMuslim

Referensi:

https://glow.bwi.go.id/wakaf-news/rumah-sakit-wakaf-pertama-di-asia/

https://wacids.org/detailopini/70/2025-04-29/Wakaf-Produktif%3A-Memberdayakan-Ekonomi-Umat-untuk-Investasi-Akhirat

FAQ

Wakaf produktif adalah pengelolaan aset atau dana wakaf untuk kegiatan yang menghasilkan manfaat atau pendapatan secara berkelanjutan, dengan tetap mempertahankan nilai pokok wakaf.

Wakaf produktif dapat membantu menyediakan layanan kesehatan dan pendidikan, membuka lapangan pekerjaan, mendukung pemberdayaan ekonomi, serta membantu masyarakat yang membutuhkan.

Wakaf produktif dikelola agar aset atau dana wakaf dapat menghasilkan manfaat secara berkelanjutan, sedangkan pemanfaatan wakaf tidak selalu diarahkan untuk menghasilkan pendapatan.

5 Gaya Artis Muslimah yang Cocok Buat Kamu yang Suka Skena

Gaya skena identik dengan penampilan yang ekspresif, effortless, dan punya karakter personal yang kuat. Tren ini juga semakin mudah ditemukan dalam gaya berpakaian para figur publik, termasuk artis muslimah yang mampu memadukan modest fashion dengan sentuhan streetwear dan estetika anak muda.

Mulai dari penggunaan pashmina kasual hingga permainan warna, gaya mereka menunjukkan bahwa tampil modest tetap bisa stylish dan kreatif. Siapa saja artis Muslimah yang punya gaya skena menarik untuk dijadikan inspirasi? Simak selengkapnya!

Ringkasan

  • Gaya skena memberikan ruang bagi muslimah untuk tampil modest, stylish, dan tetap ekspresif.
  • Elemen seperti oversized, layering, sneakers, warna, dan motif dapat menjadi pilihan untuk menciptakan outfit skena.
  • Gaya setiap orang bisa berbeda, sehingga fashion dapat disesuaikan dengan kenyamanan dan karakter pribadi.

1. Feby Putri

Sumber Gambar: antara news

Feby Putri dikenal sebagai musisi yang memiliki gaya personal cukup unik dan dekat dengan estetika anak muda independen. Dalam sejumlah penampilannya, ia kerap memadukan berbagai elemen fashion dengan pashmina yang dikenakan secara kasual.

Perpaduan tersebut menciptakan tampilan yang sederhana tetapi tetap memiliki karakter. Gaya Feby cocok menjadi inspirasi bagi muslimah yang ingin tampil modis dengan kesan santai, artsy, dan tidak terlalu formal.

2. Natasha Rizki

Sumber Gambar: detikcom

Natasha Rizki juga memiliki gaya yang identik dengan nuansa kreatif dan effortless. Selain pilihan outfit-nya, aktivitasnya di dunia kreatif turut memperkuat kesan tersebut, mulai dari menulis buku puisi hingga mengembangkan brand fashion Alur Cerita dan kafe dengan konsep estetis, Mineral Cafe.

Gaya berpakaiannya dapat menjadi inspirasi bagi muslimah yang ingin mengeksplorasi fashion dengan sentuhan minimalis dan artsy. Penampilannya menunjukkan bahwa gaya skena tidak selalu harus mencolok, tetapi bisa dibangun melalui pemilihan outfit dan aksesori yang tepat.

3. Sivia Azizah

Sumber Gambar: USS FEED

Sivia Azizah merupakan salah satu figur yang dikenal dengan gaya modest streetwear yang kuat. Mantan penyanyi cilik ini sering memadukan outfit sporty dengan elemen streetwear, seperti pakaian oversized, layering, dan sneakers.

Kombinasi tersebut membuat penampilannya terlihat kasual sekaligus stylish. Gaya Sivia cocok untuk muslimah yang ingin tampil nyaman dan aktif tanpa meninggalkan karakter personal dalam berpakaian.

4. Tantri Namirah

Sumber Gambar: dream.co.id

Tantri Namirah dikenal berani mengeksplorasi gaya fashion yang penuh warna. Ia kerap memadukan warna-warna cerah, motif yang berani, serta potongan pakaian yang unik sehingga menghasilkan tampilan yang ekspresif dan artsy.

Gaya tersebut cocok bagi muslimah yang tidak takut bereksperimen dengan fashion. Permainan warna dan motif bisa membuat outfit modest terlihat lebih hidup tanpa harus kehilangan unsur kenyamanan.

5. Dwi Handayani

Sumber Gambar: Suara

Dwi Handayani atau yang dikenal sebagai Dwi Handa juga memiliki gaya yang lekat dengan outfit oversized dan kasual. Ia kerap memadukan sweater berukuran longgar, graphic T-shirt, hingga outerwear dengan pashmina kaos atau hijab instan yang praktis.

Perpaduan tersebut menghasilkan gaya yang santai, nyaman, tetapi tetap fashionable. Gaya Dwi bisa menjadi inspirasi bagi muslimah yang menyukai tampilan effortless dan tidak terlalu ribet untuk aktivitas sehari-hari.

Kesimpulan

Gaya skena tidak harus selalu identik dengan outfit yang ekstrem atau mencolok. Kelima artis muslimah tersebut menunjukkan bahwa gaya personal bisa dibangun melalui permainan layering, oversized outfit, sneakers, warna, motif, hingga penggunaan hijab yang kasual. Fashion dapat menjadi cara untuk mengekspresikan diri sekaligus tetap menyesuaikan dengan kenyamanan dan nilai yang ingin dibawa. 

Untuk mendapatkan lebih banyak inspirasi seputar gaya hidup muslim, fashion, dan berbagai informasi Islami lainnya, Sahabat Muslim dapat download aplikasi ArahMuslim dan temukan beragam konten menarik dalam satu aplikasi.

Referensi:

https://tugumalang.id/ingin-tampil-skena-tapi-tetap-muslimah-3-konten-kreator-kiblat-fashionmu/

https://wolipop.detik.com/hijab-style/d-8175063/7-gaya-skena-ala-sivia-azizah-pakai-hijab-syari-kekinian-curi-perhatian

FAQ

Gaya skena merupakan gaya berpakaian yang ekspresif dan memiliki karakter personal, biasanya dipengaruhi oleh kultur musik, seni, komunitas, atau tren anak muda.

Cobalah bereksperimen dengan kombinasi warna, motif, layering, potongan oversized, serta aksesori yang sesuai dengan karakter pribadi.

Gaya skena dapat disesuaikan dengan karakter masing-masing, termasuk melalui outfit sederhana dengan pemilihan warna, potongan, dan aksesori yang tepat.