6 Rukun Haji yang Wajib Dipahami Jemaah sebagai Bekal Menuju Baitullah

Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang diwajibkan bagi setiap Muslim yang mampu secara fisik, mental, dan finansial. Di balik rangkaian ibadah yang panjang selama berada di Tanah Suci, terdapat beberapa amalan inti yang disebut rukun haji, yaitu bagian pokok yang menentukan sah atau tidaknya ibadah haji seseorang.

Berbeda dengan wajib haji yang jika ditinggalkan masih bisa diganti dengan membayar dam, rukun haji tidak dapat digantikan dengan cara apa pun. Artinya, jika salah satu rukun ini tertinggal, maka ibadah haji dianggap tidak sah. Lalu, apa saja rukun haji yang wajib dipahami setiap calon jemaah? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Ringkasan

  • Rukun haji adalah amalan inti dalam ibadah haji yang wajib dilaksanakan dan tidak dapat digantikan dengan dam atau denda jika ditinggalkan.
  • Terdapat enam rukun haji, yaitu ihram, wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sa’i, tahallul, dan tertib, yang harus dilaksanakan secara berurutan.
  • Rukun haji berbeda dengan wajib haji, karena wajib haji masih bisa digantikan dengan dam apabila ada yang tertinggal, sementara rukun haji tidak.

Apa Itu Rukun Haji dan Mengapa Penting Dipahami?

Rukun haji adalah bagian pokok yang menyusun ibadah haji, sehingga jika salah satu rukun ditinggalkan, maka ibadah haji tersebut menjadi tidak sah dan tidak dapat diganti dengan kafarat maupun fidyah. Rasulullah SAW sendiri bersabda agar umatnya mengambil tata cara manasik haji langsung dari beliau, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis riwayat Muslim.

Memahami rukun haji menjadi penting bagi setiap calon jemaah agar ibadah yang dijalankan benar-benar sesuai tuntunan syariat. Kesalahan dalam melaksanakan atau meninggalkan salah satu rukun dapat berakibat fatal terhadap keabsahan ibadah haji yang telah dipersiapkan dengan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Apa Saja Rukun Haji yang Wajib Diketahui?

Sumber: Magnific

Berikut enam rukun haji yang harus dilaksanakan secara berurutan oleh setiap jemaah:

  1. Ihram

Ihram adalah niat memulai ibadah haji yang dilakukan di miqat, yaitu batas wilayah yang telah ditentukan. Jemaah laki-laki mengenakan dua lembar kain putih tanpa jahitan, sementara jemaah perempuan mengenakan pakaian yang menutup aurat. Sejak berihram, jemaah terikat oleh sejumlah larangan, seperti memotong rambut dan kuku, hingga rangkaian ibadah haji selesai.

  1. Wukuf di Arafah

Wukuf merupakan inti dari ibadah haji yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah. Jemaah berkumpul di Padang Arafah sejak tergelincirnya matahari hingga terbenam, untuk memperbanyak doa, dzikir, dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Wukuf menjadi rukun yang paling utama, karena haji seseorang dianggap tidak sah apabila tidak melaksanakan wukuf.

  1. Tawaf Ifadah

Setelah wukuf, jemaah melaksanakan tawaf ifadah, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dimulai dari arah Hajar Aswad dengan posisi Ka’bah berada di sisi kiri jemaah. Tawaf ifadah dapat dilaksanakan pada malam maupun dini hari tanggal 10 Dzulhijjah, setelah jamaah melontar jumrah aqabah dan melakukan tahallul awal.

  1. Sa’i

Sa’i adalah rangkaian ibadah berjalan atau berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Amalan ini mengenang perjuangan Siti Hajar yang mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS, dan menjadi simbol kesabaran serta keyakinan penuh kepada pertolongan Allah SWT.

  1. Tahallul

Tahallul adalah mencukur atau memotong rambut sebagai tanda telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji. Bagi laki-laki dianjurkan mencukur habis rambutnya, sementara bagi perempuan cukup memotong rambut sepanjang satu ruas jari. Setelah tahallul, jemaah diperbolehkan melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang selama ihram.

  1. Tertib

Rukun terakhir adalah tertib, yaitu melaksanakan seluruh rukun haji secara berurutan sesuai tuntunan syariat, mulai dari ihram, wukuf, tawaf, sa’i, hingga tahallul. Apabila urutan ini dilanggar, baik disengaja maupun tidak, maka ibadah haji dianggap tidak sah.

Apa Perbedaan Rukun Haji dan Wajib Haji?

Banyak calon jemaah yang masih tertukar antara rukun haji dan wajib haji. Perbedaan mendasarnya terletak pada konsekuensi jika salah satunya ditinggalkan. Rukun haji bersifat mutlak dan tidak dapat digantikan dengan cara apa pun, sehingga jika ditinggalkan, ibadah haji dianggap tidak sah.

Sementara itu, wajib haji, seperti mabit di Muzdalifah dan melontar jumrah, jika ditinggalkan masih dapat digantikan dengan membayar dam, dan ibadah haji tetap dianggap sah. Memahami rukun Islam secara menyeluruh, termasuk kedudukan haji sebagai rukun kelima, juga dapat membantu jemaah memahami betapa pentingnya menjaga keabsahan setiap amalan yang dijalankan.

Kesimpulan

Rukun haji terdiri atas enam amalan inti, yaitu ihram, wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sa’i, tahallul, dan tertib, yang wajib dilaksanakan secara berurutan agar ibadah haji sah di sisi Allah SWT. Berbeda dengan wajib haji, rukun ini tidak dapat digantikan dengan dam apabila ada yang tertinggal.

Memahami rukun haji sejak sebelum keberangkatan akan membantu jemaah menjalankan setiap tahapan ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk. Bagi Sahabat Muslim yang tengah mempersiapkan keberangkatan, jangan lupa untuk memilih paket ibadah haji yang terpercaya agar perjalanan ke Tanah Suci berjalan lancar. Yuk, terus tambah wawasan seputar persiapan haji dan umrah bersama ArahMuslim.

Referensi: 

https://mui.or.id/public/index.php/baca/bimbingan/inilah-6-rukun-haji-yang-wajib-diketahui-lengkap-dengan-dalil-dan-penjelasannya-69f95686a5e6e

https://jatim.nu.or.id/keislaman/penjelasan-lengkap-syarat-rukun-dan-wajib-haji-AwwjB

FAQ

Jika salah satu rukun haji tidak dilaksanakan, maka ibadah haji dianggap tidak sah dan tidak dapat digantikan dengan membayar dam maupun fidyah.

Rukun haji bersifat mutlak dan tidak dapat digantikan jika ditinggalkan, sedangkan wajib haji masih dapat digantikan dengan membayar dam, sehingga ibadah haji tetap sah meski ada yang terlewat.

Ya. Rukun haji harus dilaksanakan secara berurutan mulai dari ihram hingga tahallul, sesuai dengan rukun keenam yaitu tertib, agar ibadah haji dianggap sah.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *