Hukum Meninggalkan Shalat Jumat dan Udzur yang Membolehkan

Shalat Jumat merupakan ibadah wajib bagi setiap laki-laki Muslim yang sudah baligh, berakal, dan tidak memiliki halangan syar’i. Kewajiban ini bahkan ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadits, sehingga meninggalkan shalat Jumat tanpa alasan yang dibenarkan tergolong sebagai perbuatan dosa besar. 

Ada beberapa kondisi yang secara syariat membolehkan Sahabat Muslim tidak melaksanakan shalat Jumat. Apa saja uzur tersebut? Yuk, simak artikel ini sampai selesai untuk mengetahui apa hukum meninggalkan shalat Jumat beserta penjelasan lengkap tentang udzur yang dibenarkan.

Ringkasan

  • AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung dakwah dan bisnis, seperti menyusun konten Islami, meningkatkan strategi pemasaran, serta memberikan pelayanan pelanggan yang lebih efektif.
  • Setiap informasi yang dihasilkan AI perlu diverifikasi, terutama konten keislaman, agar tetap akurat dan sesuai dengan Al-Qur’an, hadis, serta sumber terpercaya.
  • Penggunaan AI harus berlandaskan amanah, kejujuran, dan etika Islam, sehingga teknologi dapat memberikan manfaat bagi umat tanpa mengabaikan nilai-nilai syariat.

Apa Hukum Laki-laki Meninggalkan Shalat Jumat?

Bagi laki-laki Muslim yang telah memenuhi syarat, melaksanakan shalat Jumat merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Meninggalkan shalat Jumat termasuk perbuatan haram dan berdosa. 

Bahkan, Rasulullah SAW pernah menyatakan keinginannya untuk memerintahkan seseorang memimpin shalat, lalu membakar rumah orang-orang yang dengan sengaja tidak menghadiri shalat Jumat.

لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ رَجُلاً يُصَلِّى بِالنَّاسِ ثُمَّ أُحَرِّقَ عَلَى رِجَالٍ يَتَخَلَّفُونَ عَنِ الْجُمُعَةِ بُيُوتَهُمْ 

“Sungguh, aku hampir saja memerintahkan seseorang untuk mengimami shalat, lalu aku datangi rumah-rumah orang yang meninggalkan sholat Jumat dan membakarnya.”

Apa Saja Udzur yang Membolehkan Laki-laki Tidak Shalat Jumat?

Shalat Jumat memang wajib bagi laki-laki Muslim yang memenuhi syarat, namun Islam juga memberikan keringanan bagi yang memiliki uzur tertentu. Berikut adalah beberapa udzur yang sah menurut hukum Islam untuk tidak shalat Jumat:

Berikut parafrase dengan masing-masing penjelasan menjadi satu paragraf agak panjang:

Kondisi Sakit 

Sahabat Muslim yang sedang sakit dan khawatir kesehatannya semakin memburuk jika memaksakan diri berangkat ke masjid, diperbolehkan untuk tidak mengikuti shalat Jumat. Hal ini termasuk udzur syar’i yang diakui dalam fikih Islam, karena Islam tidak membebani umatnya dengan kewajiban yang dapat membahayakan diri sendiri.

Terhalang oleh Tahanan atau Penjara

Seseorang yang sedang dalam tahanan atau menjalani hukuman di penjara, sehingga tidak memungkinkan baginya untuk ikut berjamaah dalam shalat Jumat, juga diberikan keringanan. Kondisi ini dianggap sebagai halangan yang sah menurut hukum Islam, karena secara fisik dan situasi, ia tidak memiliki kemampuan untuk hadir di masjid.

Dalam Perjalanan Jauh 

Sahabat Muslim yang sedang dalam perjalanan atau safar saat tiba waktu shalat Jumat tidak diwajibkan untuk melaksanakannya. Hal ini mengikuti contoh Rasulullah SAW yang pernah melakukan perjalanan jauh, termasuk ketika Haji Wada’, dan tidak melaksanakan shalat Jumat di perjalanan. Dalam kondisi seperti ini, kewajiban shalat Jumat gugur dan cukup menggantinya dengan shalat Zuhur.

Merawat Keluarga yang Sakit Parah 

Apabila Sahabat Muslim harus merawat anggota keluarga yang sakit keras, terutama jika dikhawatirkan akan meninggal dunia, maka kewajiban shalat Jumat boleh ditinggalkan. Menjaga nyawa dan menemani keluarga yang membutuhkan pertolongan menjadi prioritas utama, dan hal ini termasuk udzur syar’i yang dibenarkan dalam hukum Islam. 

Cuaca Buruk atau Kondisi Alam Ekstrem 

Cuaca ekstrem seperti hujan lebat, badai, atau kondisi lain yang bisa mengganggu kenyamanan atau keselamatan perjalanan menuju masjid merupakan uzur yang diakui oleh syariat. Dalam madzhab Syafi’i, keadaan cuaca yang menyulitkan atau menimbulkan bahaya membolehkan seseorang untuk tidak melaksanakan shalat Jumat.

Ancaman terhadap Jiwa, Harta, atau Kehormatan

Rasa takut akibat adanya ancaman terhadap keselamatan diri, kehormatan, atau harta benda juga termasuk alasan syar’i yang sah untuk tidak menghadiri shalat Jumat. Jika Sahabat Muslim merasa terancam atau berada dalam situasi yang bisa membahayakan nyawanya, maka diperbolehkan tidak pergi ke masjid. 

Kesimpulan

Shalat Jumat adalah kewajiban bagi setiap laki-laki Muslim yang memenuhi syarat, dan meninggalkannya tanpa alasan yang dibenarkan termasuk perbuatan yang haram serta berdosa. Bahkan, Rasulullah SAW memberi peringatan keras kepada mereka yang dengan sengaja meninggalkan shalat Jumat tanpa uzur.

Namun, Islam sebagai agama yang penuh rahmat juga memberikan keringanan bagi yang memiliki udzur syar’i. Dengan memahami hukum dan udzur ini, diharapkan Sahabat Muslim dapat menunaikan kewajibannya dengan penuh kesadaran dan tetap menjaga kelapangan hati dalam beribadah.

Referensi:

https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8014784/laki-laki-yang-tidak-sholat-jumat-bagaimana-hukumnya

https://www.liputan6.com/hot/read/5250009/halangan-yang-membolehkan-kita-tidak-melaksanakan-salat-jumat-adalah-yang-terkena-uzur?page=3

FAQ

Jika seseorang memiliki udzur syar’i sehingga tidak melaksanakan shalat Jumat, maka wajib menggantinya dengan shalat Zuhur empat rakaat di tempatnya berada.

Pekerjaan bukan termasuk udzur syar’i yang membolehkan meninggalkan shalat Jumat.

Shalat Jumat hanya diwajibkan bagi laki-laki Muslim yang memenuhi syarat, sementara perempuan tidak dibebankan kewajiban ini dalam hukum Islam.

9 Ciri Pekerjaan yang Diberkahi oleh Allah

Dalam kehidupan sehari-hari, Sahabat Muslim tentu menginginkan pekerjaan yang tak hanya menghasilkan, tetapi juga membawa ketenangan dan keberkahan. Islam mengajarkan bahwa pekerjaan yang diberkahi oleh Allah bukan hanya dinilai dari besar kecilnya penghasilan, tapi dari niat, proses, dan manfaat yang ditimbulkan.

Lalu, bagaimana kita tahu bahwa pekerjaan yang kita jalani termasuk dalam golongan yang diridai Allah? Yuk, simak artikel berikut untuk mengetahui apa saja ciri pekerjaan yang diberkahi oleh Allah, agar setiap langkah kerja kita semakin bermakna dan penuh kebaikan.

Ringkasan

  • AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung dakwah dan bisnis, seperti menyusun konten Islami, meningkatkan strategi pemasaran, serta memberikan pelayanan pelanggan yang lebih efektif.
  • Setiap informasi yang dihasilkan AI perlu diverifikasi, terutama konten keislaman, agar tetap akurat dan sesuai dengan Al-Qur’an, hadis, serta sumber terpercaya.
  • Penggunaan AI harus berlandaskan amanah, kejujuran, dan etika Islam, sehingga teknologi dapat memberikan manfaat bagi umat tanpa mengabaikan nilai-nilai syariat.

1. Dijalankan Secara Halal

Sumber Gambar: Freepik

Salah satu ciri pekerjaan yang diberkahi oleh Allah adalah dilakukan secara halal, baik dari segi sumber penghasilan maupun proses kerjanya. Bekerja sesuai syariat Islam adalah tanda pekerjaan diberkahi Allah karena rezeki yang diperoleh membawa ketenangan dan keberkahan dalam hidup.

2. Memberi Manfaat untuk Orang Lain

Sumber Gambar: Freepik

Kategori pekerjaan yang diberkahi Allah adalah pekerjaan yang memberikan dampak positif bagi sesama. Pekerjaan yang memberi manfaat menunjukkan bahwa seseorang tidak hanya mencari keuntungan pribadi, tapi juga peduli terhadap kebutuhan dan kesejahteraan orang lain.

3. Tidak Merugikan atau Merusak

Sumber Gambar: Freepik

Pekerjaan yang diberkahi oleh Allah tidak merugikan lingkungan, masyarakat, atau makhluk hidup lainnya. Jika sebuah profesi justru menyebabkan kerusakan atau ketidakadilan, maka itu bukanlah tanda pekerjaan diberkahi Allah meskipun tampak menguntungkan secara materi.

4. Pekerjaan yang Tenang

Sumber Gambar: Freepik

Salah satu ciri pekerjaan yang diberkahi oleh Allah adalah pekerjaan yang dilakukan dengan tenang dan penuh kehati-hatian, bukan dengan tergesa-gesa. Ketenangan dalam bekerja menunjukkan adanya kesadaran spiritual dan niat yang lurus.

5. Dihasilkan dari Usaha Sendiri

Sumber Gambar: Freepik

Kategori pekerjaan yang diberkahi Allah juga mencakup pekerjaan yang dihasilkan dari jerih payah sendiri. Usaha yang dilakukan dengan keringat dan kerja keras akan lebih bernilai di sisi Allah dibanding hasil yang diperoleh secara instan atau bergantung pada orang lain.

6. Dilakukan Secara Bertahap

Sumber Gambar: Freepik

Mengerjakan tugas secara bertahap dan sesuai prioritas merupakan tanda pekerjaan diberkahi Allah. Allah menyukai pekerjaan yang dilakukan secara teratur dan tidak terburu-buru, karena hal ini menunjukkan kedisiplinan dan ketekunan.

7. Dilandasi Ikhlas, Tawakal, dan Sabar

Sumber Gambar: Freepik

Kategori pekerjaan yang diberkahi Allah mencakup pekerjaan yang dikerjakan dengan niat yang ikhlas, disertai tawakal kepada Allah, serta dijalani dengan kesabaran. Ketiganya menjadi fondasi spiritual yang menjadikan pekerjaan lebih bernilai dan berpahala.

8. Bernilai Mulia dan Baik

Sumber Gambar: Freepik

Pekerjaan yang diberkahi oleh Allah biasanya memiliki nilai moral dan sosial yang baik. Setiap profesi yang jujur, adil, dan membawa kemaslahatan bagi banyak orang adalah bagian dari ciri pekerjaan yang diberkahi oleh Allah.

9. Mengharap Ridha Allah

Sumber Gambar: Freepik

Pekerjaan apa pun, jika dilakukan semata-mata karena mengharap rida Allah, maka termasuk kategori pekerjaan yang diberkahi Allah. Niat yang lurus dan orientasi akhirat dalam bekerja akan menjadikan profesi kita tidak hanya menguntungkan secara duniawi, tapi juga bernilai ibadah.

Kesimpulan

Pekerjaan yang diberkahi oleh Allah bukan hanya dinilai dari hasil materi semata, tetapi juga dari cara dan niat dalam menjalaninya. Ciri-ciri seperti kehalalan usaha, memberi manfaat bagi sesama, dikerjakan dengan ikhlas, dan tidak membawa mudarat menjadi indikator bahwa pekerjaan tersebut mengandung kebaikan yang diridai oleh-Nya. 

Dalam Islam, keberkahan berarti bertambahnya kebaikan secara terus-menerus, baik secara lahir maupun batin. Dengan memahami beberapa ciri pekerjaan yang diberkahi oleh Allah, kita bisa lebih bijak dalam memilih dan menjalani profesi. Semoga pekerjaan yang kita tekuni tidak hanya mencukupi kebutuhan dunia, tetapi juga menjadi jalan menuju kebahagiaan akhirat. 

Referensi:

https://www.rumahzakat.org/pekerjaan-yang-diberkahi-allah-itu-seperti-apa-yuk-kenali-9-tandanya

https://www.kompasiana.com/suhaimiarza/63a1254a4addee46182abe23/9-kategori-pekerjaan-yang-diberkahi-allah?page=2&page_images=1

FAQ

Pekerjaan yang diberkahi oleh Allah adalah pekerjaan yang dilakukan secara halal, memberi manfaat bagi orang lain, dan dilandasi dengan niat ikhlas karena Allah, sehingga membawa ketenangan, keberkahan, dan pahala.

Memberi manfaat kepada orang lain adalah salah satu tanda pekerjaan yang berkah, namun bukan satu-satunya.

Luruskan niat hanya karena Allah, kerjakan dengan ikhlas, jauhi hal yang haram, dan tetap sabar serta tawakal dalam setiap prosesnya.

Belajar Ngaji Online Secara Private: Solusi Praktis & Efektif di Era Digital

Di era digital saat ini, belajar ngaji juga nggak boleh terlupakan, justru harusnya merasa lebih mudah, karena bisa dilakukan secara online. Hal ini juga bisa jadi solusi bagi banyak muslim yang ingin memperdalam ilmu agama secara fleksibel. Metode ngaji online ini bisa dilakukan secara private, proses belajarnya juga jadi lebih terarah, nyaman, serta sesuai kebutuhan individu. 

Bagi yang ingin belajar membaca Al-Qur’an dari dasar, memperbaiki tajwid atau bahkan menghafal (tahfidz), ngaji online secara private adalah pilihan tepat! 

Mengapa Belajar Ngaji Online Semakin Diminati?

Menurut laporan dari We Are Social dan Hootsuite (2024), rata-rata orang Indonesia menghabiskan lebih dari 7 jam sehari di internet. Ini membuka peluang besar untuk memanfaatkan internet sebagai sarana belajar, termasuk untuk belajar Al-Qur’an secara daring.

Beberapa alasan mengapa metode ini semakin digemari antara lain:

1. Waktu Fleksibel, Bisa Disesuaikan

Jadwal bisa disesuaikan dengan waktu kosong peserta. Sangat cocok untuk pekerja, mahasiswa, hingga ibu rumah tangga.

2. Privasi Lebih Terjaga

Dengan sistem private, peserta merasa lebih nyaman saat belajar, apalagi bagi pemula yang merasa belum lancar membaca huruf hijaiyah.

3. Pendampingan Intensif

Belajar secara privat memungkinkan ustaz/ustazah memberikan perhatian penuh pada satu peserta. Progres jadi lebih cepat dan terarah.

4. Bisa Pilih Pengajar Sesuai Kebutuhan

Peserta bisa memilih pengajar yang sesuai dengan preferensi, baik dari segi metode, usia, hingga jenis kelamin.

5. Teknologi Memudahkan Interaksi

Lewat aplikasi video call (seperti Zoom atau Google Meet), peserta dan pengajar bisa tetap tatap muka secara virtual dengan mudah.

Tips Memilih Layanan Ngaji Online Private yang Tepat

Saat memilih platform belajar ngaji online private, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Kualifikasi Guru

Pastikan guru memiliki sanad ilmu yang jelas dan berpengalaman dalam mengajar Al-Qur’an.

  • Fleksibilitas Jadwal

Pilih platform yang memungkinkan Sahabat Muslim mengatur jadwal sesuai ketersediaan. 

  • Platform yang Digunakan

Pastikan platform video conference (Zoom, Google Meet, dll.) mudah digunakan dan stabil.

  • Ulasan Pengguna

Cari testimoni dari siswa lain untuk mendapatkan gambaran pengalaman belajar mereka.

  • Modul Pembelajaran

Apakah ada kurikulum yang jelas dari dasar hingga mahir?

Nah, kalau kamu sedang mencari tempat belajar ngaji online secara private yang terpercaya, ArahMuslim adalah solusi tepat.

  • Tersedia program ngaji 1-on-1 (private) bersama ustaz/ustazah bersanad.
  • Bisa disesuaikan untuk anak-anak, remaja, hingga dewasa.
  • Jadwal fleksibel & materi pembelajaran bisa dipilih sendiri.
  • Biaya terjangkau dengan kualitas premium.

Daftar Sekarang di ArahMuslim!

Mulailah perjalanan ngaji yang lebih terarah, nyaman, dan fleksibel bersama ArahMuslim. Kunjungi arahmuslim.id untuk info pendaftaran dan jadwal kelas private.

Referensi:

  1. We Are Social & Hootsuite. (2024). Digital 2024: Indonesia.
  2. Kementerian Agama Republik Indonesia. (2023). “Kemenag Dorong Literasi Al-Qur’an Lewat Media Digital.” kemenag.go.id

Nurhayati, S. (2022). “Model Pembelajaran Al-Qur’an Online di Masa Pandemi.” Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 10 No. 2.

Mengenal Hari Tasyrik: Waktu, Larangan, dan Amalan Sunnah

Momen setelah Iduladha sering kali menjadi waktu yang penuh berkah, di mana Sahabat Muslim dianjurkan memperbanyak amal saleh. Salah satu amalan istimewa di hari-hari tersebut adalah memperbanyak takbir, dzikir, dan berbagai ibadah sunnah lainnya sebagai bentuk syukur atas limpahan nikmat dari Allah SWT.

Namun, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, mulai dari larangan hingga amalan sunnah yang dianjurkan. Agar ibadah semakin maksimal, yuk simak penjelasan lengkap seputar waktu, larangan, dan amalan yang bisa dilakukan di Hari Tasyrik!

Ringkasan

  • Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Iduladha yang dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan takbir sebagai wujud syukur kepada Allah SWT.
  • Umat Islam dilarang berpuasa selama Hari Tasyrik, agar dapat menikmati rezeki daging kurban, kecuali bagi jamaah haji yang tidak mampu berkurban.
  • Amalan Hari Tasyrik yang dianjurkan meliputi memperbanyak takbir, dzikir (tahlil dan tahmid), serta membaca doa kebaikan dunia dan akhirat.

Apa itu Hari Tasyrik?

Sumber Gambar: Freepik.com

Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Iduladha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Dalam Islam, Hari Tasyrik dikenal sebagai hari yang agung. Tasyrik atau tasyriq berasal dari bahasa Arab, dari kata “syarraqa” yang berarti terbitnya matahari atau proses menjemur sesuatu.

Rasulullah SAW bersabda, “Hari yang paling mulia di sisi Allah adalah hari Iduladha dan yaumul qorr (Hari Tasyrik),” (HR. Abu Daud). Maka, Sahabat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah saat waktu Hari Tasyrik, khususnya zikir dan takbir, sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. 

Apa Larangan Selama Hari Tasyrik?

Selama Hari Tasyrik, umat Muslim dilarang menjalankan puasa, baik puasa sunnah maupun wajib. Larangan ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Hari-hari Mina (Hari Tasyrik) adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah” (HR. Muslim). Hikmah dari larangan Hari Tasyrik adalah agar Sahabat Muslim bisa menikmati rezeki daging kurban yang telah Allah limpahkan.

Selain itu, pada hari-hari tersebut juga masih dibolehkan untuk menyembelih hewan kurban. Daging kurban akan terus disalurkan kepada yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin, tetangga, atau pequrban sendiri. Namun ada pengecualian untuk puasa, yaitu bagi jamaah haji yang tidak mendapatkan hewan kurban.

Apa Saja Amalan yang Dianjurkan di Hari Tasyrik?

Sumber Gambar: Freepik.com

Hari Tasyrik bukan sekadar momen untuk menikmati hidangan daging kurban, tetapi juga menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak amalan kebaikan. Ada beberapa amalan yang bisa dilakukan agar Hari Tasyrik semakin bermakna, yaitu:

Mengumandangkan Takbir Secara Rutin

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas RA menafsirkan perintah dzikir dalam QS. Al-Baqarah ayat 203 sebagai anjuran bertakbir di hari tasyrik. Sahabat Ibnu Umar dan Abu Hurairah RA juga rutin bertakbir di pasar, lalu diikuti oleh orang-orang lainnya. Bahkan Muhammad bin Ali bertakbir setelah salat sunnah. (HR. Bukhari).

Memperbanyak Dzikir

Salah satu amalan Hari Tasyrik adalah memperbanyak dzikir. Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan tambahan riwayat dari Ibnu Umar, yang menganjurkan memperbanyak bacaan tahlil, tahmid, dan takbir di hari tasyrik. (Al-Asqalani, Fathul Bari).

Membaca Doa Kebaikan Dunia dan Akhirat

Di Hari tasyrik, umat Muslim dianjurkan membaca doa kebaikan dunia dan akhirat yang dikenal sebagai Doa Sapu Jagat, sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Baqarah ayat 200-201. Doa ini menjadi pengingat untuk selalu memohon kebaikan hidup di dunia sekaligus di akhirat.

Kesimpulan

Jadwal Hari Tasyrik merupakan momen penting setelah Iduladha yang dipenuhi dengan anjuran untuk memperbanyak dzikir, takbir, serta menikmati hidangan kurban sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. Sahabat Muslim juga dianjurkan memperbanyak doa, termasuk membaca doa sapu jagat untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat.

Dengan memahami waktu, larangan, dan amalan sunnah di Hari Tasyrik, kita bisa memanfaatkan momen ini untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mempererat tali silaturahmi antar sesama.

Referensi:

https://www.detik.com/bali/berita/d-7944706/apa-itu-hari-tasyrik-ini-jadwal-larangan-dan-amalan-yang-dianjurkan

https://www.rumahzakat.org/catat-inilah-larangan-di-hari-tasyrik-yang-perlu-diketahui

FAQ

Pada Hari Tasyrik, jemaah haji melakukan lontar jumrah, dan bagi yang memilih nafar awal, wajib meninggalkan Mina setelah melontar jumrah pada 11 dan 12 Dzulhijjah.

Menjelang Iduladha dan selama Idulfitri serta Hari Tasyrik, umat Islam dianjurkan bertakbir, sementara salat Iduladha dilaksanakan setelah matahari terbit hingga sebelum Zuhur.

Tasyrik disebut demikian karena pada masa Rasulullah SAW, umat Islam menjemur daging kurban untuk dijadikan dendeng, mengingat belum adanya teknologi pendingin.

Doa Menerima Daging Kurban di Hari Raya Iduladha Sesuai Sunnah

Hari Raya Idul Adha bukan hanya tentang berbagi daging kurban, tetapi juga momen untuk memperkuat keimanan dan memperbanyak doa. Saat menerima daging kurban, Sahabat Muslim dianjurkan untuk mengucapkan doa sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memohon keberkahan atas nikmat yang diberikan. 

Mengamalkan doa saat menerima daging kurban merupakan bagian dari sunnah yang bisa mendatangkan pahala serta mempererat silaturahmi. Yuk, simak artikel ini hingga selesai untuk mengetahui bacaan doa menerima daging kurban yang sesuai sunnah serta makna di baliknya.

Ringkasan

  • Doa meminta berkah dari Allah dapat diamalkan saat menerima daging kurban, sebagai bentuk permohonan berkah dan ampunan bagi pemberi.
  • Rasulullah SAW juga mengajarkan doa mendoakan sesama sebagai bentuk penghargaan dan rasa terima kasih kepada orang yang memberi makanan.
  • Doa syukur diucapkan untuk menunjukkan penghargaan atas rezeki yang datang secara tak terduga, sekaligus memohon keberkahan dari Allah SWT.

Doa Meminta Berkah dari Allah

Doa ini dibaca untuk memohon berkah dan ampunan bagi orang yang memberi daging kurban:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيمَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ

Latin: Allahumma baarik lahum fiima razaqtahum, waghfirlahum, warhamhum

Artinya: “Ya Allah, berkahilah rezeki mereka, ampunilah dan sayangilah mereka.”

Doa ini diajarkan oleh Rasulullah SAW saat menerima makanan, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Muslim.

Doa Mendoakan Sesama

Doa ini merupakan ungkapan terima kasih bagi yang memberi makanan dari daging kurban:

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي وَاسْقِ مَنْ سَقَانِي

Latin: Allahumma ath’im man ath’amanii wasqi man saqaanii

Artinya: “Ya Allah, berilah makan dan minum kepada orang yang telah memberiku makan dan minum.”

Doa ini menunjukkan adab Rasulullah SAW dalam menghargai pemberian orang lain.

Doa Ungkapan Rasa Syukur

Doa ini diucapkan sebagai wujud syukur atas nikmat yang datang tanpa diduga:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي رَزَقَنِي هَذَا مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ، اللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ

Latin: Alhamdulillaahil-ladzii razaqanii haadzaa min ghairi haulin minnii wa laa quwwah, Allaahumma baarik lii fiihi

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang memberi rezeki ini tanpa daya dan upayaku. Ya Allah, berkahilah rezeki ini.”

Kesimpulan

Menerima daging kurban di Hari Raya Iduladha bukan hanya tentang mendapatkan makanan, tetapi juga momentum untuk memperkuat rasa syukur, mendoakan kebaikan bagi sesama, dan meneladani sunnah Rasulullah SAW. 

Dengan mengamalkan doa-doa yang diajarkan, kita dapat menjaga adab serta mempererat ikatan sosial dan spiritual di momen penuh berkah ini. Mari amalkan doa-doa tersebut sebagai bagian dari ibadah di Hari Raya Idul Adha.

Referensi:

https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7952525/doa-menerima-daging-kurban-bisa-diamalkan-sebagai-bentuk-syukur

https://rri.co.id/nasional/1567105/doa-menerima-daging-kurban-iduladha-1446-h

FAQ

Tiga golongan yang berhak menerima daging kurban adalah orang yang berkurban (shohibul qurban), kerabat atau tetangga meski tidak miskin, serta fakir miskin.

Dalam ibadah kurban, penerima daging dilarang menjual, menjadikannya upah, atau mengutamakan konsumsi pribadi.

Rasulullah SAW membagi daging kurban menjadi tiga bagian, yaitu sepertiga untuk keluarganya, sepertiga untuk tetangga yang kurang mampu, dan sepertiga lagi diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

3 Jenis Puasa Sunnah Sebelum Iduladha dan Cara Melafalkan Niatnya

Puasa sebelum Idul Adha merupakan ibadah yang sangat terpuji jika dijalankan. Puasa ini dilakukan selama 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. Menyambut hari raya Iduladha, Sahabat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal dan ibadah, salah satunya dengan berpuasa sunnah. 

Oleh karena itu, Sahabat Muslim dapat simak artikel ini untuk mengetahui apa saja keutamaan puasa sebelum Iduladha yang harus dijalankan di bulan Dzulhijjah.

Ringkasan

  • Puasa Dzulhijjah dianjurkan selama tujuh hari pertama bulan Dzulhijjah sebagai bentuk ibadah yang sangat dicintai Allah.
  • Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dinilai bernilai seperti puasa setahun, meskipun tidak ada hadis shahih, tetap dianjurkan sebagai amal saleh.
  • Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) sangat dianjurkan bagi yang tidak berhaji karena dapat menghapus dosa dua tahun.

Apa Saja Jenis Puasa Sebelum Iduladha?

Menjelang Iduladha, banyak umat Islam yang memperbanyak ibadah dengan menjalankan puasa sunnah sebagai bentuk persiapan spiritual. Berikut adalah beberapa jenis dan niat puasa sebelum Iduladha dan tata caranya yang perlu Sahabat Muslim ketahui:

Puasa Dzulhijjah

Puasa pertama dilakukan selama tujuh hari pertama di bulan Zulhijah. Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT. 

Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada hari yang lebih mulia dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah selain sepuluh hari tersebut (HR. Ahmad).

Niat puasa Dzulhijjah:

Nawaitu shauma syahri dzulhijjah sunnatan lillaahi ta’aala.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah Ta’ala.”

Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Meskipun tidak ada hadis shahih khusus, puasa ini dianjurkan sebagai amal baik di awal Dzulhijjah.

Keutamaan puasa Tarwiyah disebut dalam sebuah riwayat, di mana setiap hari dari sepuluh hari Dzulhijjah seperti puasa sebulan, puasa Tarwiyah seperti puasa setahun, dan puasa Arafah seperti puasa dua tahun (HR. Ali Al-Muairi dkk.).

Niat puasa Tarwiyah

Nawaitu sawma tarwiyyata sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat puasa sunah Tarwiyah hari ini karena Allah Ta’ala.”

Puasa Arafah

Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah sangat dianjurkan bagi yang tidak berhaji. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa ini menghapus dosa dua tahun, tahun lalu dan yang akan datang.

Niat puasa Arafah

Nawaitu sawma ‘Arafata sunnata Allahi taala.

Artinya: “Saya niat puasa sunah Arafah hari ini karena Allah Ta’ala.”

Kesimpulan

Puasa sunnah sebelum Iduladha, yakni puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah adalah amalan istimewa yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ketiganya termasuk dalam sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang memiliki keutamaan luar biasa. 

Dengan memahami keutamaan dan tata cara melafalkan niat masing-masing puasa, Sahabat Muslim dapat menjalankannya dengan lebih maksimal dan penuh kesadaran. Puasa ini tidak hanya memperkuat hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga menjadi bentuk kesiapan spiritual menyambut Iduladha dengan hati yang bersih dan penuh ketakwaan.

Referensi:

https://www.metrotvnews.com/read/KYVC4yDP-3-jenis-puasa-sunah-menjelang-iduladha-yang-penuh-keutamaan#:~:text=Puasa%20Arafah%20dilaksanakan%20pada%20tanggal,dan%20tahun%20yang%20akan%20datang.%22

https://www.detik.com/jatim/berita/d-7903959/3-jenis-puasa-sebelum-idul-adha-lengkap-dengan-niatnya

FAQ

Tidak ada larangan untuk melaksanakan puasa Arafah meskipun tidak menjalankan puasa Tarwiyah sebelumnya.

Kamu tetap bisa mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak dzikir, shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, bershalawat kepada Nabi SAW, dan bersedekah.

10 hari awal bulan Dzulhijjah adalah momen istimewa untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, dan melaksanakan ibadah haji.

Membedah Hukum Vasektomi dalam Islam Sesuai Perspektif MUI

Vasektomi adalah salah satu metode kontrasepsi yang dilakukan pada pria dengan cara memutus saluran sperma agar tidak terjadi pembuahan. Meski dikenal efektif sebagai pengendalian kelahiran, prosedur ini sering menimbulkan perdebatan, terutama dalam konteks hukum agama. 

Dalam Islam, segala bentuk intervensi terhadap fungsi reproduksi manusia memiliki batasan yang diatur syariat. Oleh karena itu, Sahabat Muslim penting untuk memahami hukum vasektomi dan syaratnya dalam Islam di artikel berikut ini.

Apa Hukum Vasektomi dalam Islam?

Komisi Fatwa MUI menyatakan bahwa vasektomi hukumnya haram jika bertujuan untuk pemandulan permanen. Hal ini ditegaskan dalam Ijtima Ulama tahun 2012, yang menyebutkan bahwa prosedur ini hanya dibolehkan jika ada alasan syar’i, seperti kondisi medis tertentu.

Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH Abdul Muiz Ali, menjelaskan bahwa hukum vasektomi mempertimbangkan syariat, kaidah fikih, dan perkembangan medis. Jika teknologi memungkinkan penyambungan kembali saluran sperma (rekanalisasi), maka hukum bisa berubah dengan syarat-syarat tertentu.

Baca Juga: Keistimewaan Sosok Ayah dalam Islam

Apa Saja Syarat-syarat Melakukan Vasektomi Menurut Islam?

Vasektomi sebagai metode kontrasepsi pria masih menjadi perbincangan dalam hukum Islam. Meskipun umumnya dihukumi haram, ada kondisi tertentu yang membuatnya diperbolehkan. Berikut adalah syarat-syarat melakukan vasektomi menurut Islam:

  • Prosedur tidak menyebabkan kemandulan secara permanen.
  • Terdapat kemungkinan medis untuk mengembalikan fungsi saluran sperma.
  • Efek samping yang ditimbulkan tidak membahayakan keselamatan jiwa pasien.
  • Prosedur tidak mengakibatkan hilangnya kemampuan reproduksi secara total.
  • Tidak membawa dampak negatif (mudharat) terhadap kesehatan pelaku.
  • Tidak dilakukan dalam rangka program kontrasepsi permanen.

Referensi:

https://mui.or.id/baca/berita/polemik-vasektomi-jadi-syarat-bansos-apa-hukumnya-menurut-islam-ini-penjelasan-mui

https://www.idntimes.com/life/inspiration/nisa-zarawaki/hukum-vasektomi-dalam-islam?page=all

5 Doa yang Bisa Dibaca Orang Tua Saat Anak Menghadapi Ujian

Menghadapi ujian bisa menjadi momen yang penuh tekanan, tak hanya bagi anak tetapi juga orang tua. Di tengah usaha belajar dan persiapan teknis, dukungan spiritual dari orang tua memegang peran penting. 

Salah satu bentuk dukungan itu adalah lewat doa, sebagai wujud ikhtiar dan harapan agar anak diberikan kemudahan, ketenangan, dan hasil terbaik. Oleh karena itu, Sahabat Muslim dapat simak artikel ini untuk mengetahui 5 bacaan doa yang bisa dipanjatkan saat anak sedang menghadapi ujian.

1. Doa Memohon Ilmu yang Berguna

اللّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا

“Ya Allah, jadikanlah ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku membawa manfaat, ajarkanlah kepadaku ilmu yang berguna, dan tambahkanlah pengetahuanku.”

Doa ini memohon agar anak diberikan pemahaman yang mendalam dan ilmu yang bermanfaat. Dengan membaca doa ini, orang tua berharap anak dapat menerima dan memahami pelajaran dengan baik, serta ilmu dapat berguna dalam kehidupan mereka.

Baca Juga: 7 Manfaat Teknologi dalam Mempermudah Ibadah di Bulan Ramadhan

2. Doa untuk Anak agar Siap Menjalani Ujian

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَأَعِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا وَ عَلَّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَبَارِكْ لَنَا فِي مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ.

“Engkau Maha Suci, ya Allah. Takkan ada ilmu yang kami miliki tanpa izin-Mu. Maka, ajarkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat dan limpahkan keberkahan atas apa yang telah Engkau ajarkan. Sungguh, Engkau Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.”

Doa ini bertujuan agar anak diberikan kesiapan mental dan spiritual dalam menghadapi ujian. Dengan membacakan doa ini, orang tua berharap anak dapat menghadapi ujian dengan tenang dan penuh percaya diri.

3. Doa agar Anak Lancar Mengerjakan Ujian

​​اللَّهُمَّ الْطُفْ بِنَا فِي تَيْسِيْرِ كُلِّ عَسِيرٍ فَإِنَّ تَيْسِيرُ الْعَسِيرِ عَلَيْكَ يَسِيرٌ وَنَسْتَلُكَ الْيَسِيرُ وَالْمُعَافَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.

“Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami petunjuk-Mu agar segala urusan yang sulit menjadi mudah, karena sungguh bagi-Mu segala yang sukar pun mudah. Kami memohon kemudahan serta ampunan-Mu, baik di dunia maupun di akhirat.”

Doa ini memohon kepada Allah agar anak diberikan kelancaran dalam mengerjakan soal-soal ujian. Dengan membaca doa ini, orang tua berharap anak dapat mengerjakan ujian dengan mudah dan tanpa hambatan.

Baca Juga: Hukum Aqiqah dan Tata Cara Pelaksanaannya dalam Islam

4. Doa agar Anak Cerdas dan Lancar Ujian

وَاَصْلِحْ بِهِمُ الْأُمَّةَ

“Ya Allah, isi hati anak-anak kami dengan cahaya dan kebijaksanaan, jadikanlah mereka hamba-Mu yang layak mendapatkan rahmat, serta perbaikilah mereka dan juga umat ini melalui keberadaan mereka.”

Doa ini memohon agar anak diberikan kecerdasan dan kemudahan dalam menghadapi ujian. Dengan membaca doa ini, orang tua berharap anak dapat memahami soal-soal ujian dengan baik dan menjawabnya dengan tepat.

5. Doa Memohon Kesuksesan Ujian dan Keberkahan Hidup untuk Anak

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَوْلَادِي وَلَا تَضُرَّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنِي بِرَّهُمْ

“Ya Allah, berikanlah banyak kebaikan kepada anak-anak hamba-Mu, lindungilah mereka dan jauhkanlah dari segala bahaya, serta anugerahkanlah kepada kami ketaatan dari mereka.”

     Doa ini memohon kepada Allah agar anak diberikan kesuksesan dalam ujian dan keberkahan dalam kehidupan. Dengan membaca doa ini, orang tua berharap anak tidak hanya berhasil dalam ujian, tetapi juga mendapatkan kehidupan yang penuh berkah dan kebaikan.

Referensi:

https://www.detik.com/hikmah/doa-dan-hadits/d-7922029/doa-agar-anak-lancar-mengerjakan-ujian-orang-tua-yuk-amalkan

https://www.inews.id/lifestyle/muslim/bacaan-doa-untuk-anak-yang-sedang-ujian-agar-dilancarkan-orang-tua-wajib-tahu

Daftar Umroh Kini Lebih Mudah & Aman Lewat HP

ArahMuslim kembali menghadirkan inovasi layanan Islami digital untuk memenuhi kebutuhan umat. Melalui aplikasi ini, kini jamaah bisa mendaftar Umroh secara online dengan mudah, praktis, dan terpercaya.

Fitur Umroh di ArahMuslim bekerja sama dengan berbagai travel haji dan umroh resmi yang amanah, sehingga jamaah tidak perlu khawatir terkait keamanan maupun transparansi biaya.

Banyak Pilihan Paket Umroh Sesuai Kebutuhan

ArahMuslim memahami bahwa setiap calon jamaah memiliki kebutuhan dan budget yang berbeda. Oleh karena itu, tersedia berbagai pilihan paket umroh, mulai dari:

  • Paket Umroh Reguler
  • Paket Umroh + Liburan 

Semua paket disusun secara transparan, dengan detail fasilitas, jadwal keberangkatan, serta harga yang jelas. Dalam penyelenggaraan Umroh, ArahMuslim menggandeng berbagai mitra travel resmi yang sudah memiliki izin & rekam jejak terpercaya. Hal ini menjadi bentuk komitmen agar jamaah mendapatkan pelayanan terbaik, aman, dan sesuai syariah.

Umroh Lebih Mudah Lewat Satu Aplikasi

Selain pendaftaran Umroh, aplikasi ArahMuslim juga menyediakan beragam fitur Islami lain, seperti:

  • Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf online. 
  • Dzikir & Doa Harian secara Digital. 
  • Kursus Ngaji Online dengan Ustadz/Ustadzah secara privat. 

Dengan begitu, ArahMuslim tidak hanya mempermudah ibadah harian, tetapi juga menjadi solusi modern untuk perjalanan spiritual ke Tanah Suci. Menunaikan Umroh adalah impian setiap Muslim. Dengan adanya fitur Umroh di ArahMuslim, kini pendaftaran bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa harus repot datang langsung ke kantor travel.

5 Golongan yang Tidak Wajib Shalat 5 Waktu, Sahabat Muslim Wajib Tahu!

Dalam ajaran Islam, shalat 5 waktu adalah kewajiban utama bagi setiap Muslim. Namun, ternyata ada beberapa golongan yang mendapatkan keringanan atau tidak diwajibkan untuk melaksanakan shalat ini. Hal ini tentu sudah diatur dengan jelas dalam syariat, berdasarkan kondisi tertentu yang menjadi pertimbangan syar’i. 

Mengetahui siapa saja golongan tersebut penting, agar kita bisa memahami batasan kewajiban dalam beribadah secara lebih utuh. Penasaran siapa saja yang termasuk golongan yang tidak diwajibkan sholat 5 waktu? Yuk, simak pembahasan lengkapnya dalam artikel ini sampai selesai, Sahabat Muslim!

1. Perempuan yang Sedang Haid atau Nifas

Sumber Gambar: Freepik.com

Perempuan yang mengalami haid atau nifas tidak diwajibkan untuk melaksanakan shalat 5 waktu. Dalam kondisi tersebut, mereka justru diperintahkan untuk meninggalkan shalat, dan tidak perlu mengqadha (mengganti) shalat yang ditinggalkan setelah suci. 

Hal ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya dalam menjaga kesehatan dan kebersihan diri.

Baca Juga: Bagaimana Cara Memperlakukan Istri dalam Islam?

2. Bukan Pemeluk Agama Islam 

Salah satu orang yang tidak wajib sholat 5 waktu adalah orang yang belum memeluk agama Islam. Kewajiban shalat hanya berlaku bagi mereka yang sudah mengucapkan dua kalimat syahadat dan beriman kepada Allah serta Rasul-Nya. 

Namun, tetap saja, meninggalkan shalat akan menjadi bagian dari hisab atau perhitungan amal bagi orang yang belum beriman setelah dakwah sampai kepadanya.

3. Orang yang Kehilangan Akal Sehat 

Sumber Gambar: Freepik.com

Golongan yang tidak wajib shalat 5 waktu lainnya adalah seseorang yang kehilangan akal sehat, baik karena gangguan mental atau tidak sadarkan diri. Dalam Islam, syarat sah ibadah adalah adanya akal. 

Oleh karena itu, orang gila, pingsan, atau dalam keadaan koma, tidak dikenai kewajiban shalat selama masa tersebut.

4. Anak yang Belum Baligh 

Anak-anak yang belum mencapai usia baligh tidak diwajibkan menunaikan shalat. Meskipun begitu, Islam sangat menganjurkan untuk melatih anak-anak shalat sejak usia tujuh tahun agar terbiasa melakukannya ketika sudah baligh. 

Kewajiban ibadah, termasuk shalat, baru berlaku setelah anak mencapai tanda-tanda baligh seperti mimpi basah atau menstruasi.

Baca Juga: Cara Mendidik Anak Menurut Islam

5. Golongan yang Belum Sampai Dakwah Islam 

Sumber Gambar: Freepik.com

Mereka yang belum pernah mendengar dakwah Islam atau belum menerima ajaran Islam dengan benar juga tidak diwajibkan melaksanakan shalat. Allah Maha Adil dan tidak membebani seseorang tanpa adanya pengetahuan dan penyampaian dakwah. 

Tanggung jawab untuk melakukan sholat lima waktu baru berlaku setelah dakwah sampai dan dipahami oleh golongan tersebut.

Referensi:

https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7887216/4-orang-yang-tidak-diwajibkan-sholat-lima-waktu-siapa-mereka

https://kumparan.com/berita-hari-ini/5-golongan-yang-tidak-diwajibkan-melaksanakan-ibadah-shalat-dalam-islam-1xgNotq9sRI/4