6 Tips Wisata Halal agar Liburan ke Luar Negeri Lebih Nyaman

Liburan ke luar negeri tentu menjadi pengalaman seru, apalagi jika bisa tetap menjaga kenyamanan beribadah dan gaya hidup sesuai nilai Islami. Dengan perencanaan yang tepat, perjalanan tidak hanya menyenangkan tetapi juga tenang karena tetap selaras dengan prinsip halal.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan agar perjalanan tetap ramah muslim, mulai dari riset destinasi hingga memilih kuliner halal. Supaya perjalanan Sahabat Muslim lebih lancar, simak artikel ini sampai akhir untuk menemukan apa saja tips wisata halal yang bisa jadi panduan liburan.

Ringkasan

  • Islam melarang tindakan istihza, yaitu mengolok-olok atau mempermalukan orang lain karena dapat merusak kehormatan dan hubungan sosial.
  • Sakhr termasuk bentuk ejekan atau penghinaan yang bertujuan merendahkan orang lain, dan dikecam dalam Al-Qur’an.
  • Talmiz (lamz/lumaz) merupakan sindiran atau celaan halus yang tetap tergolong perundungan dan harus dihindari oleh setiap muslim.

1. Riset Destinasi Ramah Muslim

Sebelum berangkat, penting untuk melakukan riset mengenai negara atau kota tujuan yang ramah bagi wisatawan muslim. Dengan begitu, Sahabat Muslim bisa menemukan informasi tentang masjid, fasilitas ibadah, hingga kawasan dengan komunitas muslim. Langkah ini merupakan salah satu tips traveling halal yang akan membuat perjalanan lebih nyaman.

Selain itu, riset juga membantu kamu memilih destinasi yang sesuai dengan kebutuhan, baik dari segi kuliner maupun budaya. Dengan menyiapkan diri sejak awal, kamu dapat menerapkan tips wisata halal yang memastikan liburan tetap menyenangkan sekaligus sesuai nilai Islami. 

2. Cari Informasi Restoran dan Kuliner Halal

Menjaga asupan makanan selama bepergian ke luar negeri sangat penting, terutama bagi wisatawan muslim. Maka, mencari informasi restoran halal di sekitar tujuan menjadi bagian dari tips traveling halal yang tak boleh dilewatkan. Sahabat Muslim bisa menggunakan aplikasi atau website khusus yang merekomendasikan kuliner halal.

Dengan menerapkan tips liburan halal ini, kamu tidak perlu ragu lagi saat mencoba makanan lokal. Selain terjamin kehalalannya, kuliner tersebut juga membuat pengalaman liburan lebih lengkap. 

3. Manfaatkan Aplikasi Penunjang Wisata Halal

Teknologi kini memudahkan wisatawan muslim untuk merencanakan perjalanan. Ada banyak aplikasi yang membantu mencari arah kiblat, waktu shalat, hingga rekomendasi restoran halal. Menggunakan aplikasi ini adalah tips wisata halal yang efektif agar perjalanan lebih praktis.

Selain mempermudah, aplikasi juga memastikan pengalaman liburan lebih tenang dan terarah. Ini termasuk bagian penting dari tips traveling halal yang bisa diterapkan siapa saja. 

4. Prioritaskan Akomodasi dengan Fasilitas Ibadah

Memilih penginapan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga fasilitas yang mendukung ibadah. Hotel dengan arah kiblat di kamar atau akses ke masjid terdekat adalah contoh sederhana dari tips traveling halal yang bisa diikuti.

Fasilitas ini akan sangat membantu menjaga rutinitas ibadah selama perjalanan. Dengan begitu, tips wisata halal terkait akomodasi bisa menjadi prioritas utama. Jadi, jangan lupakan tips liburan halal ini agar pengalaman menginap tetap nyaman sekaligus sesuai kebutuhan spiritual.

5. Atur Jadwal Perjalanan Sesuai Waktu Shalat

Salah satu tips traveling halal yang penting adalah mengatur jadwal perjalanan agar tidak berbenturan dengan waktu shalat. Perencanaan sederhana ini bisa dilakukan dengan memasukkan waktu shalat ke dalam itinerary perjalanan.

Hal ini menunjukkan bahwa liburan tetap bisa selaras dengan kewajiban ibadah. Dengan mengikuti tips wisata halal ini, perjalanan terasa lebih terarah dan bermakna demi menjaga keseimbangan antara hiburan dan kewajiban.

6. Jaga Etika dan Nilai Islami di Negara Tujuan

Selain faktor makanan dan ibadah, menjaga etika juga bagian penting dari tips wisata halal. Menghormati budaya setempat sekaligus tetap memegang teguh nilai Islami akan membuat kamu diterima dengan baik oleh masyarakat lokal.

Etika dalam berpakaian, berbicara, dan bersikap mencerminkan identitas muslim yang positif. Dengan menerapkan tips traveling halal ini, perjalanan akan lebih aman dan nyaman.

Kesimpulan

Menjalani liburan halal di luar negeri bukanlah hal sulit jika kita tahu cara mengatur setiap langkahnya dengan baik. Mulai dari mencari akomodasi ramah muslim, kuliner halal, hingga memanfaatkan teknologi, semua bisa membuat perjalanan lebih nyaman dan berkesan.

Dengan menerapkan berbagai tips wisata halal ini, Sahabat Muslim tidak hanya mendapatkan pengalaman liburan yang seru, tetapi juga tetap terjaga nilai spiritualnya. Jadi, pastikan setiap perjalanan yang kamu rencanakan selalu berlandaskan keseimbangan antara hiburan dan ibadah.

Referensi:

https://eraspace.com/artikel/post/simak-tips-wisata-halal-luar-negeri-yang-mudah-dan-seru

https://kumparan.com/kumparantravel/5-tips-traveling-halal-saat-liburan-ke-luar-negeri-24R2ualOcsG

FAQ

Wisata halal adalah konsep perjalanan yang memperhatikan kebutuhan wisatawan muslim, mulai dari makanan, ibadah, hingga menjaga etika Islami selama liburan.

Perjalanan jadi lebih nyaman, aman, sesuai kebutuhan spiritual, serta tetap menjaga nilai Islami tanpa mengurangi keseruan liburan.

Kamu bisa mencari referensi dari komunitas traveler muslim, blog perjalanan, hingga aplikasi khusus wisata halal.

Infak Makanan Siap Santap Tersalurkan untuk Warga Gaza Selatan, Palestina

Gaza Selatan, Palestina – Alhamdulillah, amanah infak yang terkumpul melalui program Pangan Palestina (program tertera di aplikasi ArahMuslim) yang bekerja sama dengan ASAR Humanity, telah sampai dan disalurkan kepada warga di Gaza Selatan. Program ini diimplementasikan dalam bentuk makanan siap santap yang langsung diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Infak yang terkumpul dari para Sahabat Muslim digabungkan dan dikelola sehingga mampu menyediakan ratusan porsi makanan siap santap. Relawan lokal membagikan makanan tersebut kepada warga, termasuk anak-anak dan keluarga yang terdampak konflik.

Mengutip hadits Rasulullah SAW:
“Bebaskanlah tahanan, berilah makan orang yang lapar, dan jenguklah orang sakit.” (HR. Bukhari)

Program ini menjadi wujud nyata solidaritas dan kepedulian umat Islam di Indonesia terhadap saudara seiman di Palestina. Dukungan dari Sahabat Muslim tidak hanya meringankan beban warga Gaza, tetapi juga menguatkan mereka di tengah ujian yang berat.

Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh Sahabat Muslim yang telah ikut berpartisipasi dalam program pangan Palestina bersama ArahMuslim dan Asar Humanity. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala berlipat ganda dan keberkahan hidup. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin. Mari terus bersama menjadi Pahlawan Kemanusiaan, karena sekecil apapun kontribusi, akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan.

Cara Mudah Sedekah Subuh di Rumah yang Membawa Berkah Hidup

Sedekah subuh adalah amalan memberi sebagian harta tepat setelah waktu subuh, yang diyakini memiliki keutamaan besar dalam menarik keberkahan hidup dan membuka pintu rezeki. Amalan ini tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga menjadi sarana membantu sesama yang membutuhkan.

Melakukan sedekah subuh sebenarnya bisa dilakukan dengan cara sederhana meski hanya dari rumah. Oleh karena itu, Sahabat Muslim dapat simak artikel ini sampai selesai untuk mengetahui apa saja tips sedekah subuh yang bisa membawa kebaikan dan keberkahan dalam hidup.

Ringkasan

  • Islam melarang tindakan istihza, yaitu mengolok-olok atau mempermalukan orang lain karena dapat merusak kehormatan dan hubungan sosial.
  • Sakhr termasuk bentuk ejekan atau penghinaan yang bertujuan merendahkan orang lain, dan dikecam dalam Al-Qur’an.
  • Talmiz (lamz/lumaz) merupakan sindiran atau celaan halus yang tetap tergolong perundungan dan harus dihindari oleh setiap muslim.

Apa Keutamaan Melakukan Sedekah Subuh?

Sumber Gambar: Freepik

Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa setiap subuh ada malaikat yang mendoakan kebaikan bagi orang yang bersedekah dan keburukan bagi yang enggan berbagi. Artinya, sedekah subuh tidak mengurangi harta, justru membuka pintu rezeki jika dilakukan dengan ikhlas dan rutin.

Sedekah subuh bisa berupa uang, makanan, doa, atau membantu sesama. Kuncinya ada pada keikhlasan dan konsistensi, bukan besar kecilnya. Dengan melakukan sedekah, doa lebih mudah terkabul, hati menjadi tenang, dan Allah menjauhkan dari siksa api neraka.

Apa Saja Manfaat Melakukan Sedekah Subuh di Rumah?

Sumber Gambar: Freepik

Sedekah subuh adalah amalan sederhana namun penuh keberkahan yang bisa dilakukan setiap pagi, bahkan dari rumah sekalipun. Meski terlihat kecil, kebiasaan ini membawa banyak manfaat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Berikut beberapa manfaat melakukan sedekah subuh di rumah:

Membuka Pintu Rezeki

Sedekah subuh dipercaya sebagai salah satu jalan terbukanya pintu rezeki yang lebih luas. Setiap kali kita memberi, Allah SWT menjanjikan balasan berlipat ganda, bahkan dari arah yang tidak disangka-sangka. Dengan konsisten bersedekah di waktu subuh, kita menanam benih kebaikan yang kelak berbuah rezeki yang lebih berkah.

Menenangkan Hati

Mengawali hari dengan berbagi menjadikan hati lebih ikhlas dan tenang dalam menjalani aktivitas. Ada rasa lega karena sudah melakukan kebaikan, meski kecil, di awal hari. Rasa syukur pun semakin kuat karena kita mampu memberi manfaat bagi orang lain, bukan hanya fokus pada diri sendiri.

Menghapus Dosa

Setiap manusia tentu tak luput dari kesalahan, dan sedekah subuh bisa menjadi salah satu cara untuk menghapus dosa kecil. Amalan ini ibarat pembersih jiwa, yang membantu kita mendekatkan diri pada Allah SWT. Dengan rutin melakukannya, kita tidak hanya memperbanyak pahala, tetapi juga menjaga hati tetap bersih dari keburukan.

Mempermudah Terkabulnya Doa

Sedekah subuh juga dipercaya sebagai jalan agar doa lebih cepat dikabulkan. Saat kita meringankan beban orang lain, Allah pun akan memudahkan urusan kita. Dengan niat tulus, bantuan kecil yang kita berikan bisa menjadi sebab Allah mengangkat kesulitan hidup yang sedang kita hadapi.

Menjadi Amal Jariyah

Kebaikan dari sedekah subuh bisa menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Misalnya, ketika kita membantu orang yang sedang kesulitan, manfaatnya bisa berlanjut dalam kehidupan mereka. Selama kebaikan itu terus memberi dampak positif, pahala akan tetap mengalir meskipun kita sudah tidak ada di dunia.

Bagaimana Cara Sedekah Subuh di Rumah yang Tepat?

Sumber Gambar: Freepik

Dengan niat yang tulus, Sahabat Muslim dapat menjalankan cara sedekah subuh tanpa harus menunggu kesempatan besar. Berikut beberapa cara melakukan sedekah subuh di rumah yang bisa diterapkan:

Menyisihkan Uang Setiap Pagi

Cara sedekah subuh paling sederhana adalah menyiapkan kotak khusus di rumah untuk menyimpan sedekah setiap selesai shalat subuh. Jumlahnya tidak harus besar, yang terpenting adalah konsistensi. Dengan cara ini, Anda sudah mempraktikkan cara melakukan sedekah subuh secara rutin dan mudah.

Memberikan Makanan atau Kebutuhan Pokok

Selain uang, cara sedekah subuh juga bisa dilakukan dengan membagikan makanan atau kebutuhan pokok. Misalnya dengan menyiapkan sarapan untuk tetangga, keluarga, atau orang yang membutuhkan. Cara melakukan sedekah subuh seperti ini memberi manfaat langsung dan membawa kebahagiaan bagi penerima.

Membantu Orang Sekitar

Sedekah tidak selalu berbentuk materi. Cara sedekah subuh bisa diwujudkan dengan membantu pekerjaan rumah, mengantar orang tua, atau sekadar meringankan beban tetangga. Dengan cara melakukan sedekah subuh ini, kita melatih diri untuk peka dan peduli pada sekitar.

Melantunkan Doa dan Dzikir

Jika belum bisa memberi materi, cara sedekah subuh dapat dilakukan dengan doa dan zikir untuk orang lain. Doa yang tulus di waktu subuh menjadi bentuk sedekah hati yang bernilai pahala besar. Cara melakukan sedekah subuh ini mengajarkan kita untuk berbagi kebaikan, meski hanya dengan lisan.

Menggunakan Dompet Digital

Di era modern, cara melakukan sedekah subuh bisa dilakukan melalui aplikasi dompet digital. Banyak lembaga zakat dan masjid menyediakan fitur donasi online yang bisa diakses setiap pagi. Ini adalah cara sedekah subuh yang praktis, terutama bagi Anda yang ingin langsung menyalurkan sedekah ke penerima manfaat.

Kesimpulan

Dari rumah pun, Sahabat Muslim bisa menjalankannya dengan berbagai cara, mulai dari menyisihkan sedikit rezeki, membantu orang sekitar, hingga mendoakan kebaikan bagi sesama. Dengan melatih diri untuk rutin bersedekah setiap subuh, hidup akan terasa lebih tenang, hati lebih lapang, dan rezeki insyaAllah semakin berkah.

Kini, sedekah subuh jadi semakin mudah dengan aplikasi ArahMuslim. Melalui ArahMuslim, Sahabat Muslim bisa menyalurkan sedekah secara praktis kapan saja tanpa harus menunggu kesempatan tertentu. Maka, mulai rutinkan sedekah subuh dari rumah dengan ArahMuslim dan raih keberkahan hidup yang lebih bermakna setiap harinya.

Referensi:

https://baznas.go.id/artikel-show/Bagaimana-Cara-Sedekah-Subuh-di-Rumah-dengan-Mudah-dan-Berkah/1330

https://www.detik.com/hikmah/ziswaf/d-7412271/cara-sedekah-subuh-di-rumah-sendiri-dan-keutamaannya

FAQ

Jika terlewat, Anda tetap bisa bersedekah di waktu lain, namun mengutamakannya di subuh akan lebih utama karena sesuai dengan hadis.

Keutamaannya ada pada waktu subuh yang penuh keberkahan, sehingga doa malaikat menyertai orang yang bersedekah pada waktu tersebut.

Saat ini banyak lembaga zakat dan masjid menyediakan layanan donasi digital yang memudahkan bersedekah dari rumah.

Mengenal Nama Pintu Masuk Masjidil Haram yang Wajib Jamaah Haji dan Umrah Ketahui

Beribadah di Masjidil Haram menjadi impian setiap Sahabat Muslim, dan mengenali pintu masuknya bisa sangat membantu jamaah saat melaksanakan haji maupun umrah. Dengan banyaknya gerbang yang ada, mengetahui nama dan letaknya akan memudahkan akses sekaligus menghindari kebingungan di tengah padatnya jamaah.

Setiap pintu Masjidil Haram memiliki nama dan makna tersendiri yang patut dipahami. Yuk, simak artikel ini untuk mengenal lebih jauh nama-nama pintu masuk Masjidil Haram agar perjalanan ibadah semakin lancar dan khusyuk.

Ringkasan

  • Islam melarang tindakan istihza, yaitu mengolok-olok atau mempermalukan orang lain karena dapat merusak kehormatan dan hubungan sosial.
  • Sakhr termasuk bentuk ejekan atau penghinaan yang bertujuan merendahkan orang lain, dan dikecam dalam Al-Qur’an.
  • Talmiz (lamz/lumaz) merupakan sindiran atau celaan halus yang tetap tergolong perundungan dan harus dihindari oleh setiap muslim.

Pintu Bab Abdullah

Sumber Gambar: umrahbandung.id

Pintu Bab Abdullah adalah salah satu pintu masuk Masjidil Haram yang sering dipilih jamaah karena letaknya strategis. Sebagai bagian dari gerbang Masjidil Haram, pintu ini memudahkan akses ke area dalam yang ramai sekaligus dekat dengan fasilitas utama.

Nama pintu ini diambil dari sosok penting dalam sejarah Islam, menjadikannya bukan sekadar akses biasa. Tak heran jika banyak jamaah yang menganggap Bab Abdullah sebagai pintu utama Masjidil Haram dalam perjalanan ibadah mereka.

Pintu Bab Fatah

Sumber Gambar: rawdaumroh.com

Bab Fatah dikenal sebagai gate Masjidil Haram yang memiliki makna mendalam karena merujuk pada peristiwa Fathu Makkah. Pintu ini ramai digunakan jamaah untuk masuk ke area tawaf, menjadikannya salah satu pintu masuk Masjidil Haram yang populer.

Selain fungsi praktisnya, Bab Fatah juga memiliki nilai sejarah yang tinggi. Banyak jamaah merasa bahwa melewati pintu ini menghadirkan nuansa spiritual yang lebih kuat dibanding gerbang lainnya.

Pintu Bab Al Fahad

Sumber Gambar: www.islampos.com

Bab Al Fahad merupakan salah satu gerbang Masjidil Haram modern yang dibangun untuk menampung semakin banyak jamaah. Desainnya luas dan megah, membuat pintu ini berfungsi sebagai pintu utama Masjidil Haram pada saat kondisi ramai.

Dengan fasilitas yang diperbarui, gate Masjidil Haram ini sering dipilih karena memberi kenyamanan lebih. Bab Al Fahad menjadi simbol adaptasi Masjidil Haram terhadap kebutuhan jamaah masa kini.

Pintu Bab Umrah

Sumber Gambar: img.okezone.com

Bab Umrah adalah pintu masuk Masjidil Haram yang biasanya digunakan oleh jamaah yang baru tiba untuk menunaikan ibadah umrah. Lokasinya memudahkan jamaah untuk langsung mengakses area tawaf tanpa berputar jauh.

Sebagai salah satu pintu utama Masjidil Haram, Bab Umrah menjadi favorit karena posisinya strategis. Tak hanya praktis, pintu ini juga mengingatkan jamaah akan niat ibadah yang dibawa sejak awal.

Pintu Bab Shofa

Sumber Gambar: static.republika.co.id

Bab Shofa adalah gate Masjidil Haram yang mengarah langsung ke Bukit Shafa, tempat penting dalam rangkaian ibadah sa’i. Jamaah haji dan umrah sangat terbantu dengan adanya pintu masuk Masjidil Haram ini karena lokasinya tepat di jalur ibadah.

Pintu ini kerap dipadati jamaah, terutama saat melaksanakan sa’i. Keberadaan Bab Shofa menjadikannya salah satu gerbang Masjidil Haram yang paling vital dan sering digunakan.

Pintu Bab As-Salaam 

Sumber Gambar: cdn.himpuh.or.id

Bab As-Salaam atau Pintu Salam dikenal sebagai pintu utama Masjidil Haram yang penuh makna sejarah. Nabi Muhammad SAW disebut pernah melewati gerbang Masjidil Haram ini saat pertama kali masuk ke Masjidil Haram.

Nilai sejarah dan spiritualnya menjadikan Bab As-Salaam sebagai gate Masjidil Haram yang paling istimewa. Banyak jamaah memilih melewati pintu ini dengan harapan mendapat keberkahan dan keselamatan dalam ibadah.

Kesimpulan

Mengetahui nama-nama pintu masuk Masjidil Haram sangat penting bagi jamaah haji maupun umrah agar lebih mudah mengenali jalur keluar masuk. Setiap pintu memiliki fungsi, letak, bahkan nilai sejarah tersendiri yang bisa memudahkan perjalanan ibadah di tengah ramainya jamaah.

Selain sebagai akses fisik, gerbang Masjidil Haram juga menyimpan makna spiritual yang mendalam. Dengan memahami nama dan maknanya, jamaah dapat merasakan pengalaman ibadah yang lebih khusyuk sekaligus terarah.

Referensi:

https://www.jejakimani.com/artikel/pintu-utama-masjidil-haram

https://www.rawdaumroh.com/mengenal-pintu-masuk-masjidil-haram-dan-namanya/

FAQ

Jamaah biasanya memilih pintu berdasarkan tujuan ibadah, seperti mendekati area tawaf, sa’i, atau pintu dengan akses terdekat dari hotel dan transportasi.

Umumnya pintu Masjidil Haram buka 24 jam, namun saat kondisi tertentu seperti renovasi atau kepadatan jamaah, beberapa pintu bisa ditutup sementara.

Ya, terdapat beberapa pintu yang diperuntukkan khusus untuk jamaah perempuan demi kenyamanan dan keteraturan saat masuk maupun keluar.

7 Hewan yang Haram Dipelihara dalam Islam dan Alasannya

Ada beberapa jenis hewan yang secara jelas dilarang untuk dipelihara karena alasan tertentu, seperti membahayakan, najis, atau mengandung unsur ketidaksucian dalam syariat. Larangan ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari upaya menjaga kebersihan, keamanan, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam artikel ini, Sahabat Muslim akan menemukan penjelasan lengkap mengenai apa saja hewan yang haram dipelihara dalam Islam, disertai alasan dari segi syariat dan manfaat di balik larangan tersebut. Oleh karena itu, simak artikel ini sampai akhir agar lebih paham dan bijak dalam memilih hewan peliharaan.

Ringkasan

  • Islam melarang tindakan istihza, yaitu mengolok-olok atau mempermalukan orang lain karena dapat merusak kehormatan dan hubungan sosial.
  • Sakhr termasuk bentuk ejekan atau penghinaan yang bertujuan merendahkan orang lain, dan dikecam dalam Al-Qur’an.
  • Talmiz (lamz/lumaz) merupakan sindiran atau celaan halus yang tetap tergolong perundungan dan harus dihindari oleh setiap muslim.

1. Anjing

Sumber Gambar: Freepik

Dalam Islam, anjing tergolong hewan najis, terutama air liurnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa jika seekor anjing menjilat wadah milik kalian, maka harus dicuci tujuh kali, salah satunya dengan tanah (HR. Muslim). Memelihara anjing di dalam rumah dilarang, kecuali untuk keperluan menjaga ternak, berburu, atau keamanan.

Selain itu, malaikat rahmat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing (HR. Bukhari dan Muslim). Hal ini menunjukkan bahwa memelihara anjing tanpa alasan syar’i tidak hanya dilarang, tetapi juga bisa menghalangi keberkahan dalam rumah tangga.

2. Babi

Sumber Gambar: Freepik

Babi secara tegas diharamkan dalam Al-Qur’an untuk dikonsumsi karena dianggap najis dan membahayakan kesehatan (QS. Al-Baqarah: 173). Dalam konteks kepemilikan, babi termasuk salah satu hewan yang tidak boleh dipelihara dalam Islam karena najis seluruh tubuhnya, baik daging, darah, maupun kulitnya.

Memelihara babi juga dapat menimbulkan kerugian moral dan sosial karena bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menekankan kesucian dan kebersihan. Oleh sebab itu, umat Muslim dilarang untuk membudidayakan atau memeliharanya, bahkan untuk kepentingan bisnis.

3. Ular

Sumber Gambar: Freepik

Ular dianggap hewan berbahaya yang bisa mengancam keselamatan manusia. Dalam beberapa riwayat hadits, Nabi Muhammad menganjurkan untuk membunuh ular yang masuk ke rumah karena bisa mengganggu dan mencelakai penghuni rumah (HR. Muslim).

Selain faktor bahayanya, ular juga termasuk hewan yang dilarang dipelihara dalam Islam karena tidak membawa manfaat jelas dalam kehidupan sehari-hari. Islam melarang memelihara hewan yang dapat membahayakan jiwa atau mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.

4. Burung Hantu

Sumber Gambar: Freepik

Burung hantu sering dikaitkan dengan hal mistis dan dianggap pembawa sial dalam banyak budaya. Meskipun Islam tidak membenarkan takhayul, burung hantu tetap tidak dianjurkan untuk dipelihara karena tidak memiliki manfaat praktis yang jelas dan kerap menimbulkan ketakutan di masyarakat.

Beberapa ulama juga menyebutkan bahwa memelihara hewan malam seperti burung hantu kurang sesuai karena cenderung mengganggu ritme kehidupan rumah tangga. Dalam Islam, hewan yang dipelihara sebaiknya memberi manfaat, bukan justru membawa kekhawatiran atau keburukan.

5. Tikus

Sumber Gambar: Freepik

Tikus adalah hewan yang dianggap kotor dan merusak. Dalam hadits, Nabi Muhammad menyebut tikus sebagai hewan fasiq (perusak) dan menyuruh untuk membunuhnya (HR. Muslim). Tikus sering mengotori makanan dan dapat menyebarkan penyakit menular.

Dari sisi kebersihan dan kesehatan, memelihara tikus sangat bertentangan dengan prinsip Islam tentang hidup bersih. Oleh karena itu, tikus termasuk hewan yang haram dipelihara, meskipun sebagian orang menjadikannya peliharaan eksotis.

6. Gagak

Sumber Gambar: Freepik

Gagak disebut dalam hadits sebagai salah satu dari lima hewan yang boleh dibunuh meski sedang ihram (HR. Bukhari dan Muslim), karena ia termasuk hewan pengganggu dan perusak. Gagak juga kerap dikaitkan dengan pertanda buruk dalam berbagai budaya, meski Islam tidak mengajarkan takhayul.

Memelihara gagak dilarang karena karakter agresif dan potensi gangguannya terhadap manusia dan hewan lain. Dari sudut pandang syariat, hewan yang tidak memberikan manfaat atau bahkan bisa membahayakan, sebaiknya tidak dijadikan peliharaan.

7. Kalajengking

Sumber Gambar: Freepik

Kalajengking adalah hewan berbisa yang sangat berbahaya jika menggigit manusia. Dalam hadits, Nabi Muhammad pernah mendoakan keburukan bagi kalajengking karena menyengat manusia tanpa membedakan apakah sedang salat atau tidak (HR. Abu Dawud).

Sifatnya yang berbahaya dan tidak bisa dijinakkan, kalajengking tergolong hewan yang tidak layak dipelihara dalam Islam. Menjaga keselamatan diri dan orang lain merupakan bagian dari prinsip menjaga maqashid syariah.

Kesimpulan

Dalam Islam, memelihara hewan bukan hanya soal hobi atau kesenangan, tetapi juga berkaitan dengan adab, kebersihan, dan keselamatan. Terdapat beberapa hewan yang dilarang untuk dipelihara karena dianggap najis, membahayakan, atau tidak memberikan manfaat yang jelas. 

Dengan memahami alasan di balik larangan memelihara hewan tertentu, Sahabat Muslim dapat lebih bijak dalam memilih hewan peliharaan yang sesuai syariat. Selain menghindari pelanggaran, ini juga menjadi bentuk kepatuhan terhadap nilai-nilai kebersihan, keselamatan, dan keberkahan yang dianjurkan dalam Islam.

Referensi:

https://www.republika.id/posts/43795/hewan-apa-saja-yang-tidak-boleh-dipelihara-dalam-islam

https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7991771/10-hewan-yang-dilarang-untuk-dipelihara-dalam-islam-dan-alasannya

FAQ

Islam melarang memelihara hewan tertentu karena alasan syar’i seperti najis, membahayakan keselamatan, atau tidak memberi manfaat.

Sebaiknya segera mencari solusi yang aman dan bertanggung jawab, seperti menyerahkannya ke pihak berwenang atau lembaga konservasi, agar tidak melanggar syariat dan tetap menjaga keselamatan.

Anjing boleh dipelihara jika untuk keperluan tertentu seperti menjaga rumah, berburu, atau menjaga ternak.

Ibadah Umroh Kini Bisa Daftar Praktis Lewat ArahMuslim

Kabar gembira bagi Sahabat Muslim yang ingin menunaikan ibadah Umroh. Kini, pendaftaran Umroh semakin mudah dan praktis melalui Aplikasi ArahMuslim, sebuah platform digital yang menjadi mitra resmi beberapa travel Umroh terpercaya di Indonesia.

Praktis, Aman, dan Terpercaya

Melalui ArahMuslim, kamu nggak perlu repot lagi mencari biro travel Umroh satu per satu. ArahMuslim telah bekerja sama dengan sejumlah travel Umroh yang amanah dan memiliki izin resmi, sehingga Sahabat Muslim bisa merasa tenang dan fokus mempersiapkan ibadah.

Dengan sistem yang terintegrasi, proses pendaftaran Umroh bisa dilakukan secara online, cepat, dan transparan. Kamu juga bisa memilih paket sesuai kebutuhan, mulai dari jadwal keberangkatan, maskapai, hingga fasilitas hotel di Tanah Suci.

Alasan Memilih ArahMuslim untuk Daftar Umroh

  • Mitra travel Umroh resmi & berizin → memastikan keberangkatan jamaah aman.
  • Proses mudah & transparan → semua informasi paket jelas dan terbuka.
  • Pilihan paket beragam → sesuai kebutuhan jamaah, baik reguler maupun VIP.
  • Amanah & terpercaya → fokus membantu jamaah menunaikan ibadah dengan khusyuk.

Melalui layanan ini, ArahMuslim berharap semakin banyak umat Islam di Indonesia yang bisa mewujudkan niat suci beribadah ke Tanah Suci tanpa khawatir mengenai proses pendaftaran. Dengan dukungan teknologi digital, Umroh kini semakin dekat, mudah, dan terjangkau.

Hukum Penjarahan dalam Aksi Demonstrasi Menurut Islam

Penjarahan kerap terjadi saat aksi demonstrasi berlangsung, terutama ketika situasi menjadi ricuh dan tak terkendali. Tindakan ini sering dianggap sebagai “kesempatan dalam kesempitan”, padahal sesungguhnya menjarah bukan sekadar pelanggaran hukum negara, tetapi juga perbuatan yang bertentangan dengan nilai moral dan agama.

Dalam Islam, setiap harta memiliki hak kepemilikan yang harus dijaga dan tidak boleh diambil secara paksa. Oleh karena itu, penting untuk Sahabat Muslim memahami bagaimana syariat memandang tindakan penjarahan dalam konteks demonstrasi. Mari simak penjelasan lengkapnya pada artikel berikut ini.

Ringkasan

  • Islam melarang tindakan istihza, yaitu mengolok-olok atau mempermalukan orang lain karena dapat merusak kehormatan dan hubungan sosial.
  • Sakhr termasuk bentuk ejekan atau penghinaan yang bertujuan merendahkan orang lain, dan dikecam dalam Al-Qur’an.
  • Talmiz (lamz/lumaz) merupakan sindiran atau celaan halus yang tetap tergolong perundungan dan harus dihindari oleh setiap muslim.

Apa itu Penjarahan dalam Perspektif Islam?

Sumber Gambar: tablighmu.id

Dalam perspektif Islam, penjarahan termasuk kategori ghasab (mengambil hak orang lain secara paksa) atau bahkan sariqah (pencurian), tergantung pada situasinya. Al-Qur’an secara tegas melarang perbuatan merampas harta, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 188 yang melarang memakan harta orang lain dengan cara batil. 

Selain itu, Rasulullah SAW menegaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim bahwa setiap muslim dilarang merusak, menumpahkan darah, dan merampas harta saudaranya. Dengan demikian, penjarahan tidak hanya dipandang sebagai pelanggaran hukum positif, tetapi juga dosa besar dalam pandangan agama.

Pandangan Ulama terhadap Penjarahan Saat Aksi Massa

Sumber Gambar: bincangsyariah.com

Mayoritas ulama menegaskan bahwa penjarahan, baik saat aksi massa maupun dalam kondisi kacau, hukumnya haram karena termasuk perbuatan mengambil hak orang lain secara zalim. Ulama kontemporer seperti Yusuf al-Qaradawi menjelaskan bahwa tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun, karena Islam sangat menekankan perlindungan harta sebagai bagian dari maqashid al-syariah. 

Lembaga fatwa seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menegaskan bahwa menjarah bukan bagian dari demonstrasi yang sah, melainkan tindakan kriminal yang merusak citra umat. Dengan kata lain, penjarahan saat aksi massa tidak hanya mencederai hukum negara, tetapi juga merupakan dosa besar yang bertentangan dengan prinsip Islam tentang keadilan dan amanah.

Bagaimana Cara Menyuarakan Protes Secara Bermartabat Menurut Islam?

Sumber Gambar: islami.co

Melawan ketidakadilan merupakan bagian dari amar ma’ruf nahi munkar, namun Islam menekankan agar dilakukan dengan cara yang tidak menimbulkan kerusakan lebih besar. Bentuknya bisa melalui aksi damai, jalur hukum, kampanye cerdas di media sosial, hingga gerakan boikot ekonomi yang berpengaruh.

Sebaliknya, tindakan merusak fasilitas atau menjarah hanya akan merusak citra perjuangan itu sendiri. Oleh karena itu, perjuangan melawan ketidakadilan harus tetap sejalan dengan prinsip serta menjaga citra Islam sebagai agama yang menjunjung keadilan dan kedamaian.

Kesimpulan

Dalam Islam, penjarahan saat aksi demonstrasi jelas dilarang karena termasuk perbuatan zalim yang merampas hak orang lain. Al-Qur’an dan hadis menegaskan bahwa harta setiap individu harus dilindungi, sehingga mengambilnya dengan paksa, apalagi dalam kerusuhan, dihukumi haram. 

Selain melanggar hukum agama, penjarahan juga membawa dampak buruk bagi kehidupan sosial dan moral masyarakat. Tindakan ini merusak rasa aman, menimbulkan keresahan, serta mengikis nilai kejujuran dan solidaritas. Oleh sebab itu, menjaga ketertiban dan menghindari penjarahan menjadi kewajiban bersama agar aspirasi yang disuarakan dalam demonstrasi tetap sesuai dengan nilai Islam yang menjunjung keadilan dan kemaslahatan.

Referensi:

https://bincangsyariah.com/hukum-islam/ibadah/hukum-menjarah-saat-demonstrasi-dalam-islam/

https://senyummandiri.org/apa-hukum-menjarah-saat-rusuh-islam-menghukuminya-dosa-pencurian/

FAQ

Penjarahan tidak ada kaitannya dengan jihad karena jihad menekankan perjuangan yang adil dan terhormat, bukan mengambil hak orang lain secara zalim.

Hukumnya tetap haram, bahkan lebih berat karena menimbulkan kerusakan sosial yang lebih luas dan masuk kategori tindak kriminal kolektif.

Masyarakat bisa menjaga ketertiban, mengedepankan aspirasi damai, serta bekerjasama dengan aparat agar aksi tidak berujung pada tindakan kriminal.

Mengenal 5 Rukun Islam dan Makna Penting di Baliknya

Menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim tidak terlepas dari kewajiban untuk melaksanakan Rukun Islam. Kelima rukun ini menjadi dasar yang menuntun Sahabat Muslim dalam beribadah sekaligus membentuk kehidupan yang penuh makna. Dengan mengamalkannya, seseorang dapat menjaga hubungan baik dengan Allah SWT sekaligus dengan sesama manusia.

Setiap rukun memiliki nilai dan makna penting yang bisa menjadi pedoman dalam menjalani keseharian. Mulai dari syahadat hingga haji, semua mengajarkan tentang ketundukan, kedisiplinan, dan keikhlasan dalam beribadah. Yuk, simak lebih lanjut artikel ini untuk memahami lebih dalam makna di balik 5 Rukun Islam yang wajib diamalkan.

Ringkasan

  • Islam melarang tindakan istihza, yaitu mengolok-olok atau mempermalukan orang lain karena dapat merusak kehormatan dan hubungan sosial.
  • Sakhr termasuk bentuk ejekan atau penghinaan yang bertujuan merendahkan orang lain, dan dikecam dalam Al-Qur’an.
  • Talmiz (lamz/lumaz) merupakan sindiran atau celaan halus yang tetap tergolong perundungan dan harus dihindari oleh setiap muslim.

Apa itu Rukun Islam?

Sumber Gambar: Freepik

Kata “rukun” dapat dimaknai sebagai tiang atau dasar yang menjadi penopang utama. Dalam konteks bangunan, rukun berfungsi sebagai elemen yang menjaga kekokohan sebuah struktur. Begitu pula dalam ajaran Islam, rukun menjadi pilar utama yang menopang kehidupan seorang Muslim. Tanpa melaksanakan kelima rukun tersebut, kesempurnaan keislaman seseorang belum dapat tercapai.

Adapun “Islam” berarti tunduk dan berserah diri sepenuhnya kepada kehendak Allah SWT demi memperoleh keselamatan dan ketenteraman hidup. Dengan demikian, Rukun Islam adalah lima dasar yang saling berkaitan dan wajib dijalankan oleh Sahabat Muslim sebagai wujud ketundukan kepada Allah.

Apa Saja 5 Rukun Islam?

Sumber Gambar: Freepik

Setiap rukun memiliki peran penting yang saling melengkapi agar seorang Muslim dapat hidup sesuai ajaran Islam. Berikut adalah penjelasan dari lima Rukun Islam yang perlu Sahabat Muslim ketahui:

1. Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat

Syahadat merupakan pintu utama untuk memeluk agama Islam. Dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, seorang Muslim menyatakan pengakuannya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan-Nya. Kalimat ini menjadi dasar keimanan sekaligus identitas seorang Muslim.

Syahadat terdiri dari dua bagian, yaitu syahadat tauhid dan syahadat rasul. Syahadat tauhid menegaskan bahwa hanya Allah SWT yang berhak disembah, sedangkan syahadat rasul menegaskan pengakuan terhadap kerasulan Nabi Muhammad SAW. Dengan melafalkan syahadat, seorang Muslim berkomitmen untuk mengesakan Allah sekaligus meneladani ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

2. Menunaikan Salat Lima Waktu

Salat adalah kewajiban yang harus dilaksanakan lima kali dalam sehari oleh setiap Muslim. Ibadah ini tidak hanya berupa gerakan fisik, tetapi juga sarana untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT melalui doa dan bacaan yang dilantunkan.

Selain memperkuat iman, salat juga memberikan banyak manfaat, mulai dari menenangkan hati, melatih kedisiplinan, hingga menjaga kesehatan tubuh. Setiap rakaat yang dilakukan menjadi pengingat agar manusia selalu dekat dengan Allah SWT dan tidak melupakan kewajiban utamanya di dunia.

3. Membayar Zakat 

Zakat adalah kewajiban seorang Muslim untuk menyisihkan sebagian hartanya dan diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin, yatim piatu, dan orang yang membutuhkan. Melalui zakat, harta seorang Muslim menjadi lebih bersih dan berkah.

Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga berfungsi memperkuat kepedulian sosial dan membantu menciptakan keseimbangan ekonomi di tengah masyarakat. Ada dua jenis zakat, yaitu zakat fitrah yang wajib dibayarkan di bulan Ramadan dan zakat mal yang dikeluarkan dari harta tertentu sesuai ketentuan.

4. Menunaikan Puasa di Bulan Ramadhan

Puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi umat Islam dengan cara menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Meski penuh tantangan, ibadah ini membawa banyak manfaat spiritual maupun fisik.

Puasa melatih kesabaran, menumbuhkan rasa empati kepada sesama, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, puasa juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh dengan memberikan waktu istirahat pada sistem pencernaan. Dengan niat yang tulus, puasa Ramadhan menjadi sarana penyucian diri dan pengendalian hawa nafsu.

5. Melaksanakan Ibadah Haji bagi yang Mampu

Haji adalah ibadah yang dilakukan di Baitullah dengan melaksanakan serangkaian ritual seperti ihram, tawaf, sai, dan wukuf di Arafah. Ibadah ini hanya diwajibkan bagi umat Islam yang mampu secara fisik dan finansial, serta dilakukan sekali seumur hidup.

Haji menjadi simbol penyempurnaan ibadah seorang Muslim karena mengandung makna pengorbanan, persatuan, dan ketaatan penuh kepada Allah SWT. Bagi yang belum mampu, tidak perlu merasa terbebani, sebab Allah SWT tidak memberatkan hamba-Nya di luar batas kemampuannya.

Kesimpulan

Rukun Islam menjadi fondasi utama dalam menjalani kehidupan seorang Muslim. Kelima rukun tersebut tidak hanya sebatas kewajiban, tetapi juga pedoman yang mengarahkan seorang Muslim untuk semakin dekat kepada Allah SWT sekaligus menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. 

Dengan menghayati makna penting di baliknya, Sahabat Muslim diajak untuk tidak hanya beribadah secara ritual, tetapi juga membangun kehidupan yang lebih baik, selaras dengan ajaran Islam.

Referensi:

https://arrayyan.travel/blog/informasi/rukun-islam

https://www.ruangguru.com/blog/rukun-islam

FAQ

Rukun Islam berfokus pada amalan ibadah yang wajib dilakukan seorang Muslim, sedangkan Rukun Iman berkaitan dengan keyakinan dan akidah dalam hati.

Seorang Muslim yang sengaja meninggalkan Rukun Islam tanpa alasan syar’i dianggap belum menyempurnakan keislamannya dan bisa berdosa besar.

Zakat fitrah memang dibayarkan di bulan Ramadhan, tetapi zakat mal dapat dikeluarkan kapan saja sesuai nisab dan haulnya.

7 Syarat Sah Sholat yang Harus Dipenuhi Sebelum Melaksanakan Ibadah

Sholat merupakan ibadah utama dalam Islam yang wajib dikerjakan setiap muslim. Namun, agar salat diterima dan bernilai sah, ada beberapa syarat penting yang perlu dipenuhi sebelum melaksanakannya. Syarat ini menjadi dasar yang memastikan ibadah sholat dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat.

Agar lebih memahami apa saja syarat yang harus dipenuhi, mari simak penjelasan lengkap mengenai 7 syarat sah sholat berikut ini, sehingga ibadah yang Sahabat Muslim kerjakan semakin khusyuk dan diterima oleh Allah SWT.

Ringkasan

  • Islam melarang tindakan istihza, yaitu mengolok-olok atau mempermalukan orang lain karena dapat merusak kehormatan dan hubungan sosial.
  • Sakhr termasuk bentuk ejekan atau penghinaan yang bertujuan merendahkan orang lain, dan dikecam dalam Al-Qur’an.
  • Talmiz (lamz/lumaz) merupakan sindiran atau celaan halus yang tetap tergolong perundungan dan harus dihindari oleh setiap muslim.

1. Memastikan Waktu Sholat Telah Masuk 

Sumber. Gambar: Freepik

Syarat sah shalat yang pertama adalah memastikan waktu shalat sudah tiba sesuai ketentuan. Shalat yang dilakukan sebelum waktunya dianggap tidak sah, sehingga sangat penting untuk memperhatikan tanda-tanda masuknya waktu shalat dengan tepat.

2. Bersih dari Hadats dan Najis 

Sumber. Gambar: Freepik

Kebersihan diri menjadi syarat sah sholat yang wajib dipenuhi, baik dari hadats kecil maupun besar. Selain itu, pakaian dan tempat sholat juga harus terbebas dari najis agar ibadah sholat sah di sisi Allah SWT.

3. Menjaga Aurat Tetap Tertutup 

Sumber. Gambar: Freepik

Menutup aurat adalah salah satu syarat sah sholat yang harus diperhatikan setiap muslim. Laki-laki wajib menutup aurat dari pusar hingga lutut, sedangkan perempuan menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.

4. Mengarahkan Diri ke Arah Kiblat 

Sumber. Gambar: Freepik

Menghadap kiblat termasuk syarat sah shalat yang tidak boleh diabaikan. Arah kiblat menjadi simbol kesatuan umat Islam dalam beribadah, sehingga setiap shalat wajib dilakukan dengan posisi tubuh menghadap ke Ka’bah.

5. Melaksanakan Gerakan dengan Tertib dan Berurutan 

Sumber. Gambar: Freepik

Syarat sah salat lainnya adalah melakukan setiap gerakan dengan tertib sesuai urutan. Gerakan yang berkesinambungan tanpa jeda berlebihan menjaga keutuhan salat agar sah sesuai tuntunan.

6. Menghindari Perkataan atau Gerakan di Luar Rukun Sholat 

Sumber. Gambar: Freepik

Sholat bisa batal jika dilakukan perkataan atau gerakan di luar rukun sholat. Oleh karena itu, menjaga kekhusyukan dan fokus menjadi bagian penting dari syarat sah sholat yang harus dijaga.

7. Menahan Diri dari Makan dan Minum Saat Sholat

Sumber. Gambar: Freepik

Syarat sah shalat terakhir adalah menahan diri dari makan maupun minum selama shalat berlangsung. Jika dilakukan, ibadah akan batal dan tidak memenuhi syarat sah shalat sesuai ketentuan syariat.

Kesimpulan

Memahami syarat sah sholat adalah hal mendasar yang wajib diperhatikan setiap Sahabat Muslim sebelum melaksanakan ibadah. Mulai dari memastikan waktu sholat, menjaga kebersihan diri, menutup aurat, hingga menghadap kiblat, semua menjadi pondasi agar sholat diterima oleh Allah SWT.

Dengan memperhatikan seluruh syarat sah shalat tersebut, shalat tidak hanya sah secara hukum fiqih, tetapi juga menjadi lebih khusyuk dan bermakna. Mari senantiasa menjaga syarat sah shalat agar ibadah yang kita lakukan benar-benar bernilai sebagai bentuk ketaatan dan penghambaan kepada-Nya.

Referensi:

https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8102128/8-syarat-sah-salat-apa-saja

https://rsudsekarwangi.sukabumikab.go.id/islam/detailMateri/syarat-sah-shalat

FAQ

Syarat sah sholat adalah hal-hal yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan sholat, sedangkan rukun sholat adalah bagian dari gerakan dan bacaan yang wajib dilakukan saat sholat berlangsung.

Jika seseorang sadar di tengah sholat bahwa auratnya terbuka, maka sholatnya tidak sah dan wajib diulangi setelah menutup aurat dengan benar.

Sholat tidak sah jika pakaian terkena najis, meskipun sedikit, kecuali najis tersebut sangat sulit dihindari seperti debu jalanan bercampur najis yang tidak terlihat jelas.

Tanda-tanda Menjelang Kematian dalam Islam, dari 100 Hari hingga Sebelum Ajal

Menjelang ajal, setiap manusia akan melalui fase-fase tertentu yang ditandai dengan perubahan kondisi fisik maupun batin. Dalam ajaran Islam, terdapat pemahaman bahwa tanda-tanda kematian sudah mulai tampak sejak 100 hari sebelum wafat, hingga saat-saat terakhir menjelang ajal tiba. 

Tanda-tanda ini diyakini sebagai pengingat bagi Sahabat Muslim agar lebih mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal ibadah dan memperkuat keimanan. Oleh karena itu, Sahabat Muslim dapat simak artikel ini untuk mengetahui tanda-tanda kematian menurut pandangan Islam.

Ringkasan

  • Islam melarang tindakan istihza, yaitu mengolok-olok atau mempermalukan orang lain karena dapat merusak kehormatan dan hubungan sosial.
  • Sakhr termasuk bentuk ejekan atau penghinaan yang bertujuan merendahkan orang lain, dan dikecam dalam Al-Qur’an.
  • Talmiz (lamz/lumaz) merupakan sindiran atau celaan halus yang tetap tergolong perundungan dan harus dihindari oleh setiap muslim.

100 Hari Sebelum Meninggal

Sumber Gambar: Freepik

Menurut beberapa riwayat dan pemahaman masyarakat muslim, tanda 100 hari sebelum kematian biasanya ditandai dengan getaran halus dalam tubuh, khususnya di bagian pusar hingga perut. Getaran ini dianggap sebagai tanda bahwa ajal sudah mulai mendekat, meski sering kali tidak disadari oleh yang mengalaminya.

Pada fase ini, Sahabat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat ibadah, serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Hal ini karena masa tersebut diyakini sebagai waktu persiapan menuju pertemuan dengan Allah SWT.

40 Hari Sebelum Meninggal

Sumber Gambar: Freepik

Sekitar 40 hari sebelum ajal, tanda yang sering disebut adalah rasa bergetar di bagian pusat hingga dada. Tanda ini biasanya muncul secara tiba-tiba, namun sering tidak terlalu diperhatikan oleh yang bersangkutan.

Dalam tradisi Islam, fase ini menjadi momen penting untuk memperbanyak istighfar, memperbaiki diri, dan lebih serius dalam beribadah. Tanda ini sekaligus menjadi pengingat bahwa waktu hidup semakin terbatas.

7 Hari Sebelum Meninggal

Sumber Gambar: Freepik

Tanda 7 hari sebelum meninggal diyakini lebih terlihat secara fisik. Biasanya orang yang akan meninggal akan merasakan kelemahan tubuh yang lebih jelas, seperti sulit bergerak, rasa letih berlebihan, hingga hilangnya nafsu makan.

Pada tahap ini, keluarga dianjurkan untuk lebih memperhatikan dan menemani, sekaligus mendorong yang sakit untuk memperbanyak zikir dan doa. Hal ini agar akhir hidupnya dimudahkan dalam keadaan husnul khatimah.

3 Hari Sebelum Meninggal

Sumber Gambar: Freepik

Tiga hari menjelang ajal, tanda-tanda semakin nyata. Biasanya terlihat perubahan pada wajah, seperti pucat atau dingin, serta berkurangnya kesadaran. Jari-jari tangan dan kaki juga mulai terasa dingin, sebagai tanda melemahnya peredaran darah.

Fase ini sering kali menjadi waktu bagi keluarga untuk mendampingi lebih intens, membimbing dengan bacaan syahadat, dan memperbanyak doa agar yang bersangkutan diberi ketenangan oleh Allah SWT.

1 Hari Sebelum Meninggal

Sumber Gambar: Freepik

Sehari sebelum kematian, tanda-tanda semakin kuat, seperti rasa gelisah, sesak napas, atau kondisi tubuh yang semakin lemah hingga hampir tidak berdaya. Pandangan mata mulai kosong, dan kadang terlihat tatapan jauh ke atas seolah melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh orang lain.

Dalam Islam, momen ini sangat dianjurkan untuk memperdengarkan kalimat tauhid dan ayat-ayat Al-Qur’an. Hal ini bertujuan agar orang yang sakit bisa tetap tenang dan meninggal dalam keadaan mengingat Allah SWT.

Kesimpulan

Tanda-tanda menjelang kematian dalam Islam, mulai dari 100 hari hingga sesaat sebelum ajal, diyakini sebagai pengingat bagi manusia bahwa hidup di dunia hanyalah sementara. Setiap fase yang dialami menjadi isyarat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak amal saleh, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.

Dengan memahami tanda-tanda ini, Sahabat Muslim diharapkan lebih sadar akan pentingnya menjaga ibadah, memperbaiki akhlak, serta mempererat hubungan dengan sesama. Pada akhirnya, kesadaran ini bukan untuk menakuti, melainkan sebagai motivasi agar setiap manusia dapat meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

Referensi:

https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7867832/tanda-tanda-kematian-100-hari-40-hari-7-hari-hingga-sesaat-sebelum-meninggal

https://www.makamalazhar.co.id/ciri-tanda-orang-mau-meninggal-dunia-menurut-islam/

FAQ

Islam menganjurkan untuk mendampingi dengan doa, zikir, membimbing membaca syahadat, dan menjaga suasana tenang.

Agar menjadi pengingat untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat ibadah, dan mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan husnul khatimah.

Tanda-tanda ini lebih banyak dikenal dalam tradisi masyarakat muslim Nusantara.