Hal yang Perlu Diselesaikan Sebelum Meninggal Menurut Islam

Kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap manusia, namun waktu datangnya tidak ada yang tahu. Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa mengingat kematian, bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai pengingat agar hidup dijalani dengan lebih bermakna dan penuh persiapan.

Salah satu bentuk persiapan tersebut adalah menyelesaikan berbagai urusan duniawi sebelum ajal tiba, agar seseorang dapat menghadap Allah SWT dengan hati yang tenang dan tidak meninggalkan beban bagi keluarga yang ditinggalkan. Lalu, apa saja hal yang perlu diselesaikan sebelum meninggal menurut ajaran Islam? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Ringkasan

  • Islam menganjurkan umatnya untuk menyelesaikan urusan duniawi, seperti utang, hak orang lain, dan wasiat, sebagai bentuk persiapan menghadapi kematian.
  • Rasulullah SAW bahkan mencontohkan langsung untuk menyelesaikan segala urusan dengan sesama manusia sebelum wafat, termasuk perkara utang piutang.
  • Selain urusan duniawi, memperbanyak taubat dan amal saleh juga menjadi bagian penting dari persiapan menuju husnul khatimah.

Mengapa Penting Mempersiapkan Diri Sebelum Meninggal?

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa orang yang paling cerdas adalah mereka yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik dalam mempersiapkan diri untuk kehidupan setelahnya. Mengingat kematian bukan berarti hidup dalam ketakutan, melainkan menjadikannya pengingat agar senantiasa memperbaiki diri dan tidak menunda kebaikan.

Selain berdampak pada ketenangan batin, menyelesaikan urusan duniawi sebelum meninggal juga menjadi bentuk tanggung jawab terhadap sesama. Banyak persoalan yang justru menjadi beban bagi keluarga yang ditinggalkan jika tidak diselesaikan semasa hidup, seperti utang yang tidak tercatat atau harta yang tidak jelas peruntukannya.

Apa Saja Hal yang Perlu Diselesaikan Sebelum Meninggal?

Sumber: Magnific

Berikut beberapa hal penting yang perlu diselesaikan sebelum ajal menjemput:

  1. Melunasi Utang

Islam sangat menekankan pentingnya melunasi hutang semasa hidup. Rasulullah SAW bersabda bahwa jiwa seorang mukmin akan tertahan hingga hutangnya dilunasi. Jika belum mampu melunasi, setidaknya seseorang perlu mencatat dan menyampaikan kepada keluarga mengenai utang yang dimiliki, agar dapat diselesaikan setelah ia tiada.

  1. Menyelesaikan Hak Orang Lain

Selain utang berupa harta, hak orang lain yang pernah terzalimi, baik secara fisik, perkataan, maupun perbuatan, juga perlu diselesaikan. Rasulullah SAW sendiri pernah mengumpulkan para sahabat untuk bertanya apakah ada di antara mereka yang memiliki hak atas dirinya, sebagai bentuk keteladanan agar tidak ada urusan yang tertunda hingga ajal tiba.

  1. Bertaubat dan Memohon Ampunan

Bertaubat merupakan bagian penting dari persiapan menghadapi kematian. Taubat yang tulus mencakup penyesalan atas dosa yang telah dilakukan, berhenti dari perbuatan tersebut, serta bertekad untuk tidak mengulanginya. Jika dosa tersebut berkaitan dengan sesama manusia, taubat juga perlu disertai dengan permintaan maaf dan pengembalian hak yang pernah diambil.

  1. Menuliskan Wasiat

Menuliskan wasiat menjadi anjuran dalam Islam, khususnya terkait harta, utang piutang, maupun pesan-pesan penting lainnya. Wasiat ini penting agar ahli waris memiliki panduan yang jelas dalam mengurus harta peninggalan, dengan tetap memperhatikan batasan syariat, yaitu maksimal sepertiga dari total harta dan tidak diperuntukkan bagi ahli waris yang sudah mendapat bagian warisan.

  1. Memperbanyak Amal Saleh

Selain menyelesaikan urusan duniawi, memperbanyak amal saleh juga menjadi bagian dari persiapan menuju husnul khatimah, yaitu akhir kehidupan yang baik. Amal-amal seperti sedekah, membaca Al-Qur’an, dan menjaga silaturahmi dapat menjadi bekal yang terus mengalirkan pahala meski seseorang telah tiada.

Bagaimana Cara Memulai Persiapan Ini Sejak Sekarang?

Persiapan menghadapi kematian sebaiknya tidak ditunda hingga usia lanjut atau saat sakit parah, karena tidak ada yang mengetahui kapan ajal akan datang. Sahabat Muslim dapat memulainya dengan langkah sederhana, seperti mencatat daftar utang dan aset, menuliskan wasiat, serta membiasakan diri untuk segera meminta maaf ketika melakukan kesalahan kepada orang lain.

Memahami tanda-tanda menjelang kematian dalam Islam juga dapat menjadi pengingat untuk semakin bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan diri, baik dari sisi ibadah maupun urusan duniawi, sejak jauh-jauh hari.

Kesimpulan

Hal-hal yang perlu diselesaikan sebelum meninggal menurut Islam meliputi pelunasan utang, penyelesaian hak orang lain, taubat, penulisan wasiat, hingga memperbanyak amal saleh. Persiapan ini bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga tanggung jawab terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Semoga dengan mempersiapkan diri sejak sekarang, Sahabat Muslim dapat menghadapi kematian dengan hati yang tenang dan meraih husnul khatimah. Yuk, terus tambah wawasan seputar persiapan akhirat bersama ArahMuslim.

Referensi: 

https://www.ikim.gov.my/wajib-meminta-maaf-dan-memulangkan-hak

https://debt.co.id/hutang-dan-kematian-pentingnya-meninggalkan-wasiat-hutang/

FAQ

Beberapa hadits menyebutkan bahwa jiwa seorang mukmin akan tertahan hingga hutangnya dilunasi. Oleh karena itu, penting untuk segera melunasi utang atau setidaknya mencatatnya agar dapat diselesaikan oleh ahli waris.

Jika harta peninggalan mencukupi, ahli waris dianjurkan untuk melunasi utang tersebut menggunakan harta peninggalan sebelum harta dibagikan sebagai warisan.

Wasiat dapat mencakup pesan mengenai harta, catatan utang piutang, hingga permintaan tertentu, dengan tetap memperhatikan batas syariat, yaitu maksimal sepertiga dari total harta dan tidak melibatkan ahli waris yang sudah memiliki bagian tetap.

Jenis KPR Syariah dan Perbedaannya, Wajib Tahu Sebelum Beli Rumah

Memiliki rumah sendiri menjadi impian banyak keluarga Muslim, namun tak jarang keterbatasan dana membuat pembiayaan menjadi pilihan yang diambil. Bagi Sahabat Muslim yang ingin memastikan proses pembelian rumah tetap sesuai syariat dan terbebas dari riba, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) syariah bisa menjadi solusi yang tepat.

Berbeda dengan KPR konvensional yang menggunakan sistem bunga, KPR syariah menggunakan berbagai jenis akad sesuai prinsip syariah Islam. Lalu, apa saja jenis KPR syariah yang tersedia dan apa perbedaannya satu sama lain? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Ringkasan

  • KPR syariah menggunakan akad sesuai prinsip syariah, seperti murabahah dan musyarakah mutanaqisah, sebagai pengganti sistem bunga pada KPR konvensional.
  • Setidaknya terdapat empat jenis akad dalam KPR syariah, yaitu murabahah, musyarakah mutanaqisah, ijarah Muntahiyah Bittamlik , dan istishna, meski hanya dua jenis pertama yang paling umum digunakan di Indonesia.
  • Pemilihan jenis KPR syariah perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial, jenis properti yang dibeli, serta kenyamanan terhadap skema angsuran yang ditawarkan.

Mengapa Penting Memahami Jenis Akad KPR Syariah?

Perbedaan mendasar antara KPR syariah dan KPR konvensional terletak pada prinsip transaksinya. Jika KPR konvensional berbasis pinjaman uang dengan bunga yang dapat berubah mengikuti suku bunga pasar, KPR syariah menerapkan transaksi berbasis barang, sehingga terhindar dari unsur riba yang dilarang dalam Islam.

Setiap jenis akad dalam KPR syariah memiliki mekanisme, hak, dan kewajiban yang berbeda antara nasabah dan bank. Oleh karena itu, memahami perbedaan masing-masing akad menjadi penting agar Sahabat Muslim dapat memilih skema pembiayaan yang paling sesuai dengan kondisi finansial dan kenyamanan pribadi.

Apa Saja Jenis KPR Syariah yang Perlu Diketahui?

Sumber: Magnific

Berikut beberapa jenis akad KPR syariah yang umum ditemukan di lembaga keuangan syariah Indonesia:

  1. Akad Murabahah

Murabahah merupakan akad jual beli antara bank dan nasabah. Dalam skema ini, bank syariah akan membeli rumah yang diinginkan nasabah, kemudian menjualnya kembali kepada nasabah dengan harga perolehan ditambah margin keuntungan yang telah disepakati bersama sejak awal. Keunggulan akad ini adalah besaran cicilan yang tetap dan stabil hingga masa pembiayaan berakhir.

  1. Akad Musyarakah Mutanaqisah

Musyarakah mutanaqisah adalah akad kerja sama kepemilikan bertahap antara bank dan nasabah. Pada skema ini, bank dan nasabah membeli rumah secara bersama-sama dengan porsi kepemilikan tertentu, misalnya bank menanggung 80 persen dan nasabah 20 persen. Selanjutnya, nasabah akan menyewa sekaligus membeli secara bertahap porsi kepemilikan bank tersebut.

  1. Akad Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik (IMBT)

Akad ini menggabungkan konsep sewa dan kepemilikan. Bank akan menyewakan rumah kepada nasabah dalam jangka waktu tertentu, dan di akhir masa sewa, kepemilikan rumah akan dialihkan kepada nasabah, baik melalui hibah maupun jual beli sesuai kesepakatan di awal akad.

  1. Akad Istishna

Berbeda dengan tiga akad sebelumnya, istishna digunakan untuk pembiayaan rumah yang masih dalam proses pembangunan atau dipesan terlebih dahulu (indent). Dalam skema ini, bank akan membiayai pembangunan rumah sesuai spesifikasi yang disepakati bersama nasabah, kemudian nasabah membayarnya secara bertahap sesuai progres pembangunan atau setelah rumah selesai dibangun.

Bagaimana Cara Memilih Jenis KPR Syariah yang Tepat?

Dalam praktiknya, sebagian besar bank syariah di Indonesia hanya menyediakan dua jenis akad utama, yaitu murabahah dan musyarakah mutanaqisah, karena keduanya dinilai paling mudah diterapkan untuk pembiayaan rumah siap huni. Sahabat Muslim yang menginginkan kepastian besaran cicilan sejak awal bisa mempertimbangkan akad murabahah, sementara yang menginginkan skema kepemilikan bertahap dapat memilih musyarakah mutanaqisah.

Selain memilih jenis akad, penting juga untuk memahami skema utang piutang dalam Islam secara umum, agar Sahabat Muslim semakin yakin bahwa proses pembiayaan yang dijalani benar-benar terbebas dari riba dan sesuai dengan prinsip syariah.

Kesimpulan

Memahami jenis KPR syariah, mulai dari murabahah, musyarakah mutanaqisah, ijarah Muntahiyah Bittamlik , hingga istishna, menjadi langkah penting sebelum mengajukan pembiayaan rumah. Setiap akad memiliki mekanisme dan karakteristik yang berbeda, sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan, jenis properti, dan kemampuan finansial masing-masing.

Dengan memilih KPR syariah yang tepat, Sahabat Muslim dapat mewujudkan impian memiliki rumah sekaligus menjaga ketenangan hati karena terhindar dari riba. Yuk, terus tambah wawasan seputar keuangan syariah bersama ArahMuslim.

Referensi: https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/perencanaan/ingin-mengajukan-kpr-syariah-kenali-4-akad-berikut

https://www.rumah123.com/panduan-properti/membeli-properti-61376-mau-beli-rumah-cek-dulu-simulasi-kpr-syariah-ini-id.html

FAQ

Perbedaan utamanya terletak pada prinsip transaksi. KPR syariah menggunakan akad jual beli atau kerja sama kepemilikan tanpa bunga, sedangkan KPR konvensional menggunakan sistem pinjaman dengan bunga yang bisa berubah mengikuti suku bunga pasar.

Dua jenis akad yang paling umum digunakan adalah murabahah (jual beli) dan musyarakah mutanaqisah (kepemilikan bertahap), karena keduanya dinilai lebih sederhana untuk diterapkan pada pembiayaan rumah siap huni.

Pada umumnya tidak. Baik akad murabahah maupun musyarakah mutanaqisah menetapkan besaran margin atau kewajiban di awal akad, sehingga cicilan yang dibayarkan nasabah cenderung tetap dan tidak dipengaruhi oleh fluktuasi suku bunga pasar.

Golongan yang Mendapat Pertolongan Allah di Hari Kiamat

Hari kiamat digambarkan sebagai hari yang penuh kengerian, di mana matahari didekatkan hingga membuat manusia tenggelam dalam keringatnya sendiri dan setiap orang sibuk menyelamatkan dirinya masing-masing. Di tengah kondisi yang mencekam tersebut, tidak ada satu pun tempat berlindung, kecuali naungan dari Allah SWT.

Namun, Rasulullah SAW memberikan kabar gembira melalui sebuah hadis yang menyebutkan bahwa ada golongan-golongan tertentu yang akan mendapat naungan dan pertolongan istimewa dari Allah SWT pada hari itu. Lalu, siapa saja golongan tersebut, dan apa yang membuat mereka layak mendapatkan pertolongan Allah? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Ringkasan

  • Rasulullah SAW menyebutkan tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah SWT pada hari kiamat, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih Bukhari dan Muslim.
  • Tujuh golongan ini memiliki kesamaan, yaitu mampu menahan hawa nafsu demi mengharap keridhaan dan ketaatan kepada Allah SWT.
  • Selain tujuh golongan tersebut, terdapat pula golongan lain yang disebutkan dalam hadis berbeda, seperti orang yang memberi kelonggaran kepada orang yang berhutang.

Mengapa Naungan Allah di Hari Kiamat Begitu Penting?

Pada hari kiamat, seluruh manusia akan dikumpulkan di padang mahsyar tanpa ada perlindungan dari terik matahari yang didekatkan. Kondisi ini digambarkan sangat berat, sehingga setiap orang akan berusaha mencari perlindungan dari kepanikan dan kengerian yang terjadi pada hari tersebut.

Dalam kondisi seperti itu, mendapatkan naungan langsung dari Allah SWT menjadi sebuah anugerah yang sangat besar. Naungan ini menunjukkan kedekatan dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang selama hidup di dunia mampu menjaga ketakwaan meski dihadapkan pada berbagai godaan dan ujian.

Siapa Saja Golongan yang Mendapat Pertolongan Allah di Hari Kiamat?

Sumber Gambar: Magnific

Berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA, berikut tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah SWT di hari kiamat:

  1. Pemimpin yang Adil

Pemimpin yang menjalankan amanahnya dengan adil, tidak berpihak, dan senantiasa memperjuangkan kepentingan orang yang dipimpinnya akan mendapat kedudukan istimewa di sisi Allah SWT pada hari kiamat.

  1. Pemuda yang Tumbuh dalam Ketaatan Beribadah

Seorang pemuda yang menghabiskan masa mudanya untuk beribadah dan taat kepada Allah SWT, di tengah godaan dunia yang begitu besar pada usia muda, termasuk golongan yang dijanjikan naungan Allah.

  1. Orang yang Hatinya Selalu Terpaut dengan Masjid

Golongan ketiga adalah mereka yang hatinya senantiasa terikat dengan masjid, bukan hanya saat berada di dalamnya, tetapi juga selalu rindu untuk kembali beribadah di sana.

  1. Dua Orang yang Saling Mencintai karena Allah

Golongan ini adalah dua orang yang menjalin persaudaraan atau persahabatan murni karena Allah SWT, di mana mereka bertemu karena Allah dan berpisah pun karena Allah, bukan karena kepentingan duniawi.

  1. Laki-laki yang Menolak Ajakan Maksiat karena Takut kepada Allah

Golongan kelima adalah seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, namun ia menolak seraya berkata bahwa dirinya takut kepada Allah SWT.

  1. Orang yang Bersedekah secara Sembunyi-sembunyi

Golongan ini adalah mereka yang bersedekah dengan penuh keikhlasan hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, menunjukkan bahwa sedekah tersebut dilakukan tanpa mengharap pujian dari orang lain.

  1. Orang yang Berzikir kepada Allah dalam Kesendirian hingga Menitikkan Air Mata

Golongan terakhir adalah mereka yang mengingat Allah SWT dalam kesunyian, sampai membuat air matanya menetes karena rasa takut dan cinta yang mendalam kepada-Nya.

Bagaimana Cara Meneladani Ketujuh Golongan Ini?

Meski amalan ketujuh golongan tersebut berbeda-beda bentuknya, semuanya memiliki kesamaan, yaitu kemampuan untuk melawan hawa nafsu demi mengharap keridhaan Allah SWT. Sahabat Muslim dapat mulai meneladani sebagian dari amalan ini, misalnya dengan membiasakan diri berdzikir secara rutin atau memperbanyak sedekah tanpa perlu diketahui orang lain.

Selain ketujuh golongan di atas, terdapat pula golongan lain yang disebutkan dalam hadis berbeda, seperti orang yang memberikan kelonggaran kepada orang yang sedang berhutang. Ini menunjukkan bahwa penyebutan tujuh golongan dalam hadis tersebut tidak bersifat membatasi, melainkan menjadi contoh amalan yang bisa terus diperbanyak. Memahami urutan peristiwa setelah hari kiamat juga dapat menjadi pengingat untuk kita.

Kesimpulan

Golongan yang mendapat pertolongan Allah SWT di hari kiamat terdiri atas pemimpin yang adil, pemuda ahli ibadah, orang yang hatinya terpaut masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, laki-laki yang menolak maksiat, orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi, serta orang yang berzikir dalam kesendirian hingga menangis.

Meneladani sifat-sifat ketujuh golongan ini dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk meraih naungan dan pertolongan Allah SWT kelak. Yuk, terus tambah wawasan seputar hari kiamat dan amalan menuju akhirat bersama ArahMuslim.

Referensi: https://rumaysho.com/15759-khutbah-jumat-tujuh-golongan-yang-mendapatkan-naungan-allah-pada-hari-kiamat.html

https://bincangsyariah.com/khazanah/tujuh-golongan-yang-mendapat-naungan-allah/

FAQ

Tidak. Penyebutan tujuh golongan dalam hadis tersebut tidak bersifat membatasi. Terdapat hadis lain yang menyebutkan golongan tambahan, seperti orang yang memberi kelonggaran kepada orang yang berhutang.

Kesamaannya terletak pada kemampuan mereka melawan hawa nafsu dan godaan duniawi demi mengharap keridhaan serta ketaatan kepada Allah SWT.

Sahabat Muslim bisa memulainya dengan langkah sederhana, seperti membiasakan sedekah tanpa perlu diketahui orang lain, rutin berzikir, serta menjaga hati agar selalu dekat dengan masjid dan ketaatan kepada Allah SWT.

Pesepakbola Muslim dengan Prestasi Mendunia, Siapa Saja?

Sepak bola merupakan olahraga yang digemari hampir di seluruh dunia, termasuk oleh jutaan Muslim yang menjadikannya bagian dari keseharian mereka. Menariknya, di antara para bintang lapangan hijau kelas dunia, terdapat sejumlah pesepakbola Muslim yang tidak hanya berprestasi gemilang, tetapi juga tetap teguh menjalankan nilai-nilai keislaman di tengah gemerlap dunia olahraga profesional.

Dari sujud syukur setelah mencetak gol hingga keteguhan menjalankan ibadah saat musim kompetisi berlangsung, para pemain ini menjadi representasi bahwa prestasi dunia dan keimanan bisa berjalan beriringan. Lalu, siapa saja pesepakbola Muslim yang namanya sudah dikenal di kancah internasional? Simak ulasannya berikut ini.

Ringkasan

  • Banyak pesepakbola Muslim kelas dunia yang tetap konsisten menjalankan ibadah, seperti berpuasa dan shalat, di tengah jadwal kompetisi yang padat.
  • Beberapa nama besar yang dikenal luas antara lain Mohamed Salah, Sadio Mane, Achraf Hakimi, Karim Benzema, dan Franck Ribéry.
  • Kiprah mereka menjadi bukti bahwa nilai-nilai Islam seperti kedisiplinan, kerja keras, dan kerendahan hati dapat berjalan seiring dengan pencapaian di level tertinggi sepak bola dunia.

Siapa Saja Pesepakbola Muslim dengan Prestasi Mendunia?

Berikut beberapa pesepakbola Muslim yang dikenal luas berkat prestasi mereka di kancah dunia:

1. Mohamed Salah

Selama sembilan musim membela Liverpool, Salah mencatatkan ratusan gol dan mempersembahkan sembilan gelar bergengsi, termasuk Liga Premier Inggris dan Liga Champions UEFA, sebelum akhirnya melanjutkan karirnya ke luar Liverpool pada 2026. Salah dikenal taat menjalankan ibadah secara terbuka, dan sujud syukurnya usai mencetak gol telah menjadi identitas khasnya di lapangan.

2. Sadio Mane

Pemain asal Senegal ini turut mengukir sejarah bersama Liverpool dengan meraih gelar Liga Premier Inggris pada musim 2019-2020. Mane juga menjadi salah satu tokoh penting di balik gelar juara Piala Afrika bersama tim nasional Senegal, dan dikenal aktif menyalurkan sebagian penghasilannya untuk kegiatan sosial di kampung halamannya.

3. Achraf Hakimi

Bek sayap asal Maroko ini dikenal sebagai salah satu pemain terbaik di posisinya saat ini. Bersama klubnya di Prancis, Hakimi telah mempersembahkan sejumlah gelar Liga Champions dan liga domestik, sekaligus mencatatkan sejarah membawa Maroko sebagai negara Afrika pertama yang menembus semifinal Piala Dunia.

4. Karim Benzema

Legenda asal Prancis ini merupakan salah satu striker terbaik dalam sejarah sepak bola modern. Selama membela Real Madrid, Benzema meraih banyak gelar Liga Champions dan puncaknya dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or, penghargaan pemain terbaik dunia. Benzema dikenal terbuka menjalankan ibadahnya dan kerap terlihat berpuasa meski tengah menjalani musim kompetisi yang padat.

5. Franck Ribéry

Meski kini telah pensiun, nama Franck Ribéry tetap dikenang sebagai salah satu pemain sayap terbaik pada masanya bersama Bayern Munich. Pemain asal Prancis ini memutuskan menjadi mualaf pada 2006 dan kerap menyebut bahwa keimanannya menjadi salah satu sumber kekuatan, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Apa yang Bisa Dipelajari dari Para Pesepakbola Muslim Ini?

Di balik gelar dan penghargaan yang mereka raih, para pesepakbola Muslim ini menunjukkan bahwa kesuksesan duniawi tidak harus mengorbankan nilai-nilai spiritual. Konsistensi dalam beribadah, kedisiplinan dalam berlatih, hingga kepedulian terhadap sesama menjadi contoh nyata bagaimana keimanan dapat menjadi kekuatan pendorong meraih prestasi.

Semangat menjaga kebugaran dan kedisiplinan fisik yang mereka tunjukkan juga sejalan dengan ajaran Islam yang menganjurkan umatnya untuk aktif berolahraga, sebagaimana beberapa olahraga yang disunnahkan Rasulullah SAW seperti berlari, berenang, dan berkuda.

Kesimpulan

Deretan pesepakbola Muslim seperti Mohamed Salah, Sadio Mane, Achraf Hakimi, Karim Benzema, dan Franck Ribéry membuktikan bahwa prestasi mendunia dan keteguhan menjalankan nilai-nilai Islam dapat berjalan beriringan. Kiprah mereka tidak hanya menginspirasi generasi muda Muslim untuk berprestasi, tetapi juga menunjukkan citra positif Islam di panggung olahraga global.

Semoga kisah para pesepakbola ini dapat menjadi motivasi bagi Sahabat Muslim untuk terus berkarya sekaligus menjaga keimanan dalam bidang apa pun yang digeluti. Yuk, terus tambah wawasan seputar inspirasi dan kisah tokoh Muslim dunia bersama ArahMuslim.

Referensi: https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8558968/daftar-pemain-muslim-yang-pernah-mencuri-perhatian-di-piala-dunia

https://www.merdeka.com/trending/10-pemain-sepak-bola-muslim-terbaik-di-dunia-ada-yang-pernah-juara-piala-dunia-185183-mvk.html

FAQ

Banyak pesepakbola Muslim yang tetap menjalankan puasa Ramadhan meski berada di tengah musim kompetisi, dengan menyesuaikan pola latihan dan asupan nutrisi agar performa di lapangan tetap terjaga.

Sujud syukur dilakukan sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Allah SWT atas pencapaian yang diraih, sekaligus menjadi cara mereka menunjukkan identitas keislaman secara terbuka di depan publik dunia.

Ada. Salah satu contohnya adalah pemain berhijab yang tampil di Piala Dunia Wanita FIFA, yang turut menginspirasi banyak pesepakbola perempuan Muslim lainnya untuk berkarir di level internasional.

Pandangan Islam tentang Tinggal dengan Mertua Setelah Menikah

Bagi sebagian pasangan yang baru menikah, tinggal bersama mertua kerap menjadi pilihan yang tidak terhindarkan, baik karena alasan ekonomi, belum memiliki rumah sendiri, maupun untuk membantu merawat orang tua. Meski begitu, kondisi ini juga sering memunculkan dinamika baru dalam rumah tangga, mulai dari perbedaan kebiasaan hingga potensi campur tangan dalam urusan keluarga inti.

Lalu, bagaimana sebenarnya Islam memandang persoalan tinggal serumah dengan mertua setelah menikah? Apakah ada anjuran atau larangan tertentu, dan bagaimana cara menjaga keharmonisan jika keadaan mengharuskan tinggal bersama? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Ringkasan

  • Islam tidak mewajibkan maupun melarang secara mutlak tinggal serumah dengan mertua, selama keputusan tersebut didasarkan pada musyawarah dan kemaslahatan bersama.
  • Prinsip birrul walidain atau berbakti kepada orang tua tetap perlu dijaga, baik tinggal serumah maupun terpisah dengan mertua.
  • Jika tinggal serumah lebih banyak menimbulkan mudarat, pasangan dapat mempertimbangkan tinggal terpisah tanpa mengurangi rasa hormat kepada mertua.

Bagaimana Hukum Tinggal Bersama Mertua dalam Islam?

Secara syariat, tidak ada dalil yang secara khusus mewajibkan atau melarang pasangan suami istri untuk tinggal bersama mertua. Keputusan ini pada dasarnya dikembalikan kepada kondisi masing-masing keluarga, seperti kemampuan ekonomi, ketersediaan tempat tinggal, serta kesiapan menjaga keharmonisan antar anggota keluarga.

Meski demikian, sejumlah ulama mengingatkan bahwa setelah menikah, suami memiliki tanggung jawab untuk menyediakan tempat tinggal bagi istri dan keluarga intinya. Jika pasangan pada akhirnya memilih tinggal terpisah dari orang tua, maka orang tua atau mertua juga tidak dibenarkan untuk ikut campur mengatur urusan rumah tangga anaknya, kecuali diminta bantuan atau terdapat kemungkaran yang nyata di dalamnya.

Apa Saja Prinsip yang Perlu Dijaga Saat Tinggal dengan Mertua?

Sumber Gambar: Magnific

Berikut beberapa prinsip yang penting diperhatikan agar hubungan dengan mertua tetap harmonis, baik tinggal serumah maupun terpisah:

1. Menjaga Birrul Walidain

Hubungan antara menantu dan mertua perlu dilandasi semangat birrul walidain atau berbakti kepada orang tua. Meski bukan orang tua kandung, mertua tetap memiliki hak untuk dihormati dan diperlakukan dengan baik sebagaimana bagian dari keluarga sendiri.

2. Komunikasi yang Santun dan Terbuka

Perbedaan pola pikir, kebiasaan, dan latar belakang keluarga antara menantu dan mertua adalah hal yang wajar. Oleh karena itu, komunikasi yang santun dan terbuka menjadi kunci untuk menghindari kesalahpahaman, sekaligus menjaga suasana rumah tangga tetap kondusif.

3. Tidak Saling Menjelekkan di Hadapan Pasangan atau Orang Tua

Salah satu hal yang perlu dihindari adalah menjelek-jelekkan pasangan di hadapan mertua, atau sebaliknya. Sikap ini justru dapat memperkeruh suasana dan merusak hubungan yang seharusnya saling menguatkan.

4. Mengedepankan Musyawarah

Ketika muncul perbedaan pendapat atau konflik, musyawarah tetap menjadi langkah utama yang dianjurkan dalam Islam. Melalui musyawarah, setiap pihak dapat menyampaikan pandangannya secara baik-baik tanpa menimbulkan perpecahan.

5. Saling Mengenal Sejak Sebelum Menikah

Mengenal karakter dan kebiasaan keluarga calon pasangan sejak proses khitbah dapat membantu meminimalkan gesekan setelah menikah. Dengan begitu, pasangan memiliki gambaran lebih jelas mengenai kebiasaan keluarga yang akan menjadi bagian dari kehidupan rumah tangganya.

Bagaimana Jika Tinggal Serumah Menimbulkan Konflik?

Jika tinggal serumah dengan mertua justru menimbulkan lebih banyak mudharat dibanding manfaatnya, pasangan dapat mempertimbangkan untuk tinggal terpisah, baik berbeda rumah maupun sekadar berbeda dapur. Keputusan ini tidak mengurangi kewajiban berbakti kepada orang tua, selama tetap dikomunikasikan dengan baik dan penghormatan kepada mertua tetap dijaga.

Pada akhirnya, membangun rumah tangga yang sakinah, mawadah, dan rahmah tetap menjadi tanggung jawab utama suami istri. Menjaga pernikahan sebagai ibadah dan senantiasa memperlakukan pasangan dengan baik akan membantu keluarga tetap harmonis, baik saat tinggal bersama mertua maupun setelah memiliki rumah sendiri.

Kesimpulan

Islam tidak menetapkan aturan mutlak mengenai tinggal serumah dengan mertua setelah menikah, karena keputusan ini bergantung pada kondisi dan kesepakatan masing-masing keluarga. Yang lebih ditekankan adalah bagaimana menjaga birrul walidain, komunikasi yang baik, serta musyawarah dalam menghadapi setiap perbedaan.

Jika tinggal bersama mertua menimbulkan konflik yang berkepanjangan, tinggal terpisah bisa menjadi solusi tanpa mengurangi rasa hormat kepada orang tua. Yuk, terus tambah wawasan seputar rumah tangga dan keluarga dalam perspektif Islam bersama ArahMuslim.

Referensi:

https://muhammadiyah.or.id/2026/07/tinggal-serumah-dengan-mertua-begini-solusi-menurut-islam/

https://www.tvonenews.com/religi/180368-sudah-nikah-tapi-tinggal-di-rumah-mertua-ustaz-khalid-basalamah-jelaskan-apa-yang-diajarkan-dalam-islam?page=all

FAQ

Tidak. Islam tidak mewajibkan pasangan untuk tinggal bersama mertua. Keputusan ini kembali pada kondisi ekonomi, kesiapan tempat tinggal, dan kesepakatan keluarga.

Sebagian ulama menyebutkan bahwa orang tua sebaiknya tidak ikut campur mengatur rumah tangga anaknya yang sudah menikah, kecuali diminta bantuan atau terdapat kemungkaran yang jelas.

Pasangan dapat mempertimbangkan untuk tinggal terpisah, baik berbeda rumah maupun berbeda dapur, selama tetap dikomunikasikan dengan baik dan tidak mengurangi rasa hormat kepada mertua.

Rekomendasi Hotel dengan View Ka’bah Tercantik di Makkah

Bagi jamaah haji maupun umrah, momen menginap di hotel dengan pemandangan langsung ke Ka’bah menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Bangun tidur dan langsung disambut pemandangan Ka’bah dari jendela kamar tentu memberikan ketenangan tersendiri, sekaligus menambah kekhusyukan dalam beribadah selama berada di Tanah Suci.

Saat ini, terdapat sejumlah hotel di sekitar Masjidil Haram yang menawarkan kamar dengan view langsung ke Ka’bah, mulai dari kelas bintang lima hingga hotel mewah bertaraf internasional. Lalu, hotel mana saja yang menawarkan pemandangan Ka’bah tercantik dan apa saja yang perlu diperhatikan sebelum memesannya? Simak ulasannya berikut ini.

Ringkasan

  • Hotel dengan view Ka’bah umumnya berlokasi di kompleks Abraj Al Bait dan sekitar Ajyad, hanya beberapa ratus meter dari Masjidil Haram.
  • Beberapa rekomendasi hotel dengan view Ka’bah tercantik antara lain Makkah Clock Royal Tower, Pullman ZamZam Makkah, Swissôtel Al Maqam, Al Marwa Rayhaan by Rotana, dan Intercontinental Dar Al Tawhid.
  • Sebelum memesan, penting memperhatikan tipe kamar, jarak ke Masjidil Haram, fasilitas, serta anggaran agar pengalaman menginap tetap nyaman dan sesuai kebutuhan.

Mengapa Memilih Hotel dengan View Ka’bah?

Selain faktor kenyamanan, hotel dengan view Ka’bah menawarkan kemudahan akses yang besar bagi jamaah untuk bolak-balik ke Masjidil Haram, terutama saat waktu salat lima waktu. Jamaah tidak perlu menempuh perjalanan jauh atau khawatir tertinggal waktu salat berjamaah, karena Masjidil Haram dapat ditempuh hanya dengan berjalan kaki singkat.

Di sisi lain, pemandangan Ka’bah dari kamar hotel juga memberikan nilai spiritual tersendiri. Banyak jamaah merasa lebih tenang dan fokus beribadah ketika bisa memandang Ka’bah kapan saja, bahkan saat sedang beristirahat di dalam kamar.

Apa Saja Rekomendasi Hotel dengan View Ka’bah Tercantik?

Sumber Gambar: Magnific

Berikut beberapa rekomendasi hotel dengan view Ka’bah tercantik yang bisa menjadi pertimbangan:

1. Makkah Clock Royal Tower, A Fairmont Hotel

Hotel ini merupakan salah satu ikon di jantung Kota Suci Makkah karena berdiri sebagai bagian dari Kompleks Menara Jam yang menghadap langsung ke Ka’bah dan Masjidil Haram. Dengan 76 lantai dan sekitar 1.650 kamar serta suite, banyak diantaranya menawarkan pemandangan Ka’bah yang memukau. 

2. Pullman ZamZam Makkah

Berlokasi di Abraj Al Bait Complex yang bersebelahan langsung dengan Masjidil Haram. Sebagian besar kamarnya memberikan pemandangan langsung ke Ka’bah melalui jendela kamar, sehingga cocok bagi jamaah yang ingin merasakan kedekatan spiritual sekaligus kenyamanan bintang lima.

3. Swissôtel Al Maqam Makkah

Hotel yang juga berada di kompleks Abraj Al Bait ini menghadirkan pemandangan Ka’bah dari berbagai sudut kamar serta akses cepat menuju area tawaf. Fasilitasnya cukup lengkap, mulai dari restoran hingga lounge yang nyaman.

4. Al Marwa Rayhaan by Rotana

Terletak sekitar 370 meter dari Ka’bah di Jalan Ajyad, hotel bintang lima bergaya klasik ini menawarkan pemandangan Masjidil Haram dan Ka’bah langsung dari kamar. Lokasinya juga dekat dengan pusat perbelanjaan, supermarket, dan fasilitas medis.

5. Intercontinental Dar Al Tawhid Makkah

Hotel bintang lima ini berlokasi hanya sekitar 410 meter dari Masjidil Haram dan menawarkan pemandangan Ka’bah dari sejumlah tipe kamarnya. Selain menawarkan kenyamanan menginap kelas internasional, hotel ini juga memiliki akses yang mudah menuju berbagai fasilitas pendukung di sekitar kawasan Masjidil Haram.

Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memesan Hotel View Ka’bah?

Sebelum memesan hotel dengan view Ka’bah, ada baiknya jamaah memastikan tipe kamar yang dipilih memang menghadap langsung ke Ka’bah, karena tidak semua kamar di hotel yang sama menawarkan pemandangan serupa. Selain itu, perhatikan juga jarak hotel ke Masjidil Haram, kelengkapan fasilitas, serta kesesuaian tarif dengan anggaran yang tersedia.

Waktu keberangkatan juga perlu dipertimbangkan, misalnya saat merencanakan umroh musim dingin yang membutuhkan persiapan berbeda dibanding musim panas. Jangan lupa untuk melengkapi persiapan umrah dan mengurus visa umrah jauh-jauh hari agar perjalanan ke Tanah Suci berjalan lancar. Mengetahui letak pintu masuk Masjidil Haram yang terdekat dari hotel juga akan memudahkan mobilitas jamaah selama beribadah.

Kesimpulan

Memilih hotel dengan view Ka’bah tercantik dapat menjadi salah satu cara untuk menambah kekhusyukan dan kenyamanan selama beribadah di Tanah Suci. Beberapa pilihan seperti Makkah Clock Royal Tower, Pullman ZamZam Makkah, Swissôtel Al Maqam, Al Marwa Rayhaan by Rotana, dan Intercontinental Dar Al Tawhid bisa menjadi pertimbangan sesuai kebutuhan dan anggaran.

Agar perjalanan ibadah semakin lengkap, jamaah juga bisa mempertimbangkan paket umrah dari ArahMuslim yang sudah mencakup akomodasi hotel hingga bimbingan ibadah. Yuk, terus tambah wawasan seputar persiapan haji dan umrah bersama ArahMuslim.

Referensi:

https://www.bfi.co.id/id/blog/rekomendasi-hotel-dekat-kabah

https://maghfirah.co.id/5-hotel-mewah-di-makkah-dengan-view-kakbah-cocok-untuk-jamaah-umrah/

FAQ

Beberapa hotel yang berlokasi paling dekat dengan Ka’bah antara lain Makkah Clock Royal Tower dan Pullman ZamZam Makkah, karena keduanya berada di kompleks Abraj Al Bait yang bersebelahan langsung dengan Masjidil Haram.

Tidak selalu. Sebagian besar hotel memiliki beberapa tipe kamar dengan sudut pandang berbeda, sehingga penting untuk memastikan tipe kamar “Ka’bah view” saat melakukan pemesanan.

Sebaiknya iya. Kamar dengan view Ka’bah termasuk tipe yang paling diminati dan cepat habis, terutama saat musim haji, Ramadan, atau libur panjang, sehingga disarankan memesan lebih awal agar mendapatkan pilihan kamar terbaik.

Alasan Orang Tua Memilih Sekolah Islam untuk Anak

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak orang tua di Indonesia yang mengarahkan pilihan pendidikan anak mereka ke sekolah berbasis Islam. Tren ini terlihat dari meningkatnya jumlah siswa di Sekolah Islam Terpadu (SIT), mulai dari jenjang TK hingga SMA, yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun.

Fenomena ini tidak lepas dari kebutuhan orang tua akan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak anak sesuai nilai-nilai agama. Lalu, apa saja yang sebenarnya mendorong orang tua memilih sekolah Islam untuk buah hati mereka? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Ringkasan

  • Sekolah Islam menawarkan keseimbangan antara pendidikan akademik umum dan pendidikan agama, sehingga anak tumbuh cerdas sekaligus berakhlak baik.
  • Lingkungan belajar di sekolah Islam dinilai lebih mendukung penanaman nilai moral dan melindungi anak dari pengaruh pergaulan yang kurang sehat.
  • Pemilihan sekolah Islam perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak, kurikulum, serta kualitas pengajar dan fasilitas yang tersedia.

Mengapa Sekolah Islam Semakin Diminati Orang Tua?

Pendidikan merupakan salah satu investasi terpenting yang diberikan orang tua kepada anak. Di tengah banyaknya pilihan lembaga pendidikan, sekolah berbasis Islam kian menjadi primadona karena dianggap mampu menjawab dua kebutuhan sekaligus, yaitu kecerdasan intelektual dan kematangan spiritual.

Sekolah Islam umumnya mengintegrasikan kurikulum pendidikan nasional dengan muatan keislaman, seperti pembelajaran Al-Qur’an, hadis, fikih, dan sejarah Islam. Pendekatan ini membuat anak tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan umum, tetapi juga pemahaman agama yang kuat sebagai bekal hidup di dunia dan akhirat.

Apa Saja Alasan Orang Tua Memilih Sekolah Islam untuk Anak?

Sumber Gambar: Magnific

Berikut beberapa alasan utama yang mendasari keputusan orang tua menyekolahkan anak di sekolah Islam:

1. Pendidikan Akhlak dan Karakter yang Kuat

Sekolah Islam menempatkan pembentukan akhlak sebagai salah satu fokus utama pendidikan. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan sopan santun diajarkan secara konsisten melalui pembiasaan sehari-hari, bukan hanya sebagai materi pelajaran di kelas.

2. Keseimbangan antara Ilmu Dunia dan Ilmu Agama

Kurikulum di sekolah Islam dirancang agar anak mendapatkan porsi yang seimbang antara pelajaran umum, seperti sains dan matematika, dengan pendidikan agama. Dengan begitu, anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara akademik sekaligus memiliki pemahaman keislaman yang memadai.

3. Lingkungan yang Mendukung Penanaman Nilai Islami

Lingkungan sekolah turut mempengaruhi tumbuh kembang karakter anak. Sekolah Islam umumnya membiasakan kegiatan seperti salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan interaksi sosial yang menjunjung adab, sehingga anak terbiasa mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

4. Rasa Aman dari Pengaruh Negatif Pergaulan

Salah satu kekhawatiran orang tua di era modern adalah pergaulan bebas dan pengaruh negatif dari lingkungan sekitar. Sekolah Islam dinilai mampu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih terjaga dari sisi moral dan sosial, sehingga orang tua merasa lebih tenang melepas anak untuk belajar dan bersosialisasi.

5. Kedekatan Komunitas antara Sekolah, Guru, dan Orang Tua

Banyak sekolah Islam membangun komunikasi yang erat antara pihak sekolah, guru, dan orang tua siswa. Kedekatan ini memudahkan orang tua memantau perkembangan akademik maupun akhlak anak, sekaligus memperkuat kerja sama dalam mendidik anak secara berkelanjutan.

6. Bekal Investasi Dunia dan Akhirat

Bagi banyak orang tua Muslim, menyekolahkan anak di sekolah Islam dipandang sebagai bentuk ikhtiar jangka panjang. Selain hasil akademik, orang tua berharap anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan mampu memberikan manfaat, baik bagi keluarga maupun masyarakat di kemudian hari.

Bagaimana Memilih Sekolah Islam yang Tepat untuk Anak?

Beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan antara lain kesesuaian visi dan misi sekolah dengan nilai keluarga, kualitas kurikulum dan tenaga pengajar, akreditasi, fasilitas penunjang, hingga biaya pendidikan. Sebagian orang tua juga mempertimbangkan jenjang pendidikan lain yang sejalan, seperti pondok pesantren, sebagai kelanjutan pendidikan berbasis Islam bagi anak.

Selain itu, penting bagi orang tua untuk melihat langsung lingkungan sekolah, berdiskusi dengan pihak sekolah, dan jika memungkinkan, mendengar pengalaman orang tua lain yang anaknya sudah bersekolah di sana. Dengan begitu, keputusan yang diambil dapat lebih sesuai dengan kebutuhan dan harapan untuk pendidikan anak.

Kesimpulan

Alasan orang tua memilih sekolah Islam untuk anak umumnya berangkat dari keinginan memberikan pendidikan yang seimbang, yaitu unggul secara akademik sekaligus kuat dalam pembentukan akhlak dan nilai-nilai keislaman. Lingkungan yang mendukung, kedekatan komunitas, serta harapan akan bekal dunia dan akhirat menjadi pertimbangan penting dalam keputusan ini.

Meski demikian, setiap keluarga memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga penting untuk memilih sekolah Islam yang benar-benar sesuai dengan visi pendidikan yang diinginkan. Yuk, terus tambah wawasan seputar pendidikan dan keluarga dalam perspektif Islam bersama ArahMuslim.

Referensi:

https://www.researchgate.net/publication/356726017_Motivasi_Orang_Tua_Memilih_Sekolah_Berbasis_Islam

https://www.kompasiana.com/sanisa88/6a0d1e6fc925c44b944764c4/kenapa-banyak-orang-tua-mulai-memilih-sekolah-islam-terpadu-untuk-masa-depan-anak

FAQ

Tidak. Sekolah Islam umumnya tetap mengikuti kurikulum pendidikan nasional untuk pelajaran umum, sekaligus menambahkan muatan pendidikan agama sebagai penguat pembentukan akhlak anak.

Keunggulan utamanya terletak pada penekanan pembentukan karakter dan akhlak yang konsisten, di samping pembelajaran akademik, sehingga anak dibekali kecerdasan intelektual dan spiritual secara bersamaan.

Orang tua disarankan mengecek kesesuaian visi dan kurikulum sekolah, kualitas tenaga pengajar, akreditasi, serta melihat langsung lingkungan sekolah sebelum menentukan pilihan.

Keutamaan Puasa Daud, Puasa Sunnah yang Paling Dicintai Allah

Di antara sekian banyak puasa sunnah dalam Islam, puasa Daud memiliki kedudukan yang istimewa. Puasa ini dicontohkan oleh Nabi Daud AS, seorang hamba Allah yang dikenal sangat tekun beribadah, dan dilaksanakan dengan pola selang-seling, yaitu sehari berpuasa kemudian sehari tidak berpuasa, begitu seterusnya. 

Rasulullah SAW sendiri menyebut puasa Daud sebagai puasa yang paling dicintai Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Lalu, apa saja keutamaan yang bisa diperoleh dari amalan sunnah ini, dan bagaimana cara melaksanakannya dengan benar? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini. 

Ringkasan

  • Puasa Daud adalah puasa sunnah yang dilakukan secara selang-seling, sehari puasa dan sehari tidak, sebagaimana dicontohkan Nabi Daud AS.
  • Rasulullah SAW menyebut puasa Daud sebagai puasa yang paling dicintai Allah SWT dan paling utama di antara puasa sunnah lainnya.
  • Puasa Daud dapat dijalankan secara berkelanjutan sesuai kemampuan, dengan tetap memperhatikan hari-hari yang dilarang untuk berpuasa.

Apa Itu Puasa Daud?

Puasa Daud dinamakan demikian karena meneladani kebiasaan ibadah Nabi Daud AS, yang menjalankan puasa dengan pola berselang-seling sepanjang hidupnya. Pola ini berbeda dengan puasa Senin Kamis yang dilakukan pada hari tertentu dalam sepekan, atau puasa Ayyamul Bidh yang dilaksanakan pada pertengahan bulan hijriah.

Hukum puasa Daud adalah sunnah, artinya orang yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala, sementara yang tidak mengerjakannya tidak berdosa. Meski begitu, para ulama mengingatkan agar seseorang tidak memaksakan diri jika kondisi fisik atau kesibukannya tidak memungkinkan, karena puasa Daud tergolong puasa yang cukup berat lantaran dilakukan secara berkelanjutan.

Apa Saja Keutamaan Puasa Daud?

Sumber Gambar: Magnific

Berikut beberapa keutamaan puasa Daud yang perlu diketahui:

1. Puasa yang Paling Dicintai Allah SWT

Keutamaan terbesar dari puasa Daud disebutkan langsung dalam hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud, yakni berpuasa sehari dan berbuka sehari (HR. Bukhari dan Muslim). Keutamaan ini menjadikan puasa Daud sebagai salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi Muslim yang mampu menjalankannya.

2. Setara dengan Puasa Setengah Tahun

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tidak ada puasa yang lebih utama daripada puasa Daud, karena pola berpuasa sehari dan tidak berpuasa sehari itu setara dengan berpuasa separuh tahun. Hal ini menunjukkan besarnya pahala yang dijanjikan bagi siapa saja yang istiqamah menjalankannya.

3. Melatih Kedisiplinan dan Pengendalian Diri

Pola puasa yang dilakukan secara berselang membutuhkan komitmen dan kedisiplinan tinggi. Dengan menjalankan puasa Daud secara konsisten, seorang Muslim dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu, mengatur waktu, serta membangun kebiasaan ibadah yang berkelanjutan.

4. Mendukung Ketenangan dan Kejernihan Mental

Selain manfaat spiritual, puasa dengan pola selang-seling seperti puasa Daud juga dipercaya dapat membantu menjaga fokus dan ketenangan pikiran. Kebiasaan ini membuat seseorang lebih mampu mengelola emosi dan bersikap tenang dalam menghadapi berbagai persoalan sehari-hari.

5. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

Puasa Daud termasuk amalan yang menunjukkan kesungguhan hati dalam beribadah. Menjalankannya secara ikhlas dan istiqamah dapat menjadi sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus mengharapkan keberkahan dalam berbagai urusan hidup.

Bagaimana Cara Melaksanakan Puasa Daud? 

Secara umum, tata cara puasa Daud sama seperti puasa pada umumnya, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Perbedaannya terletak pada pola pelaksanaannya yang dilakukan berselang-seling, satu hari berpuasa dan satu hari berikutnya tidak berpuasa, secara terus-menerus.

Niat puasa Daud sebaiknya dilafalkan pada malam hari sebelum terbit fajar, namun jika terlewat, niat masih dapat dilakukan pada pagi hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Selain itu, penting untuk memperhatikan hari-hari yang dilarang untuk berpuasa, seperti hari raya Idulfitri dan Iduladha, agar puasa Daud yang dijalankan tetap sesuai dengan tuntunan syariat.

Kesimpulan

Puasa Daud merupakan salah satu puasa sunnah dengan kedudukan istimewa dalam Islam, bahkan disebut Rasulullah SAW sebagai puasa yang paling dicintai Allah SWT. Melalui pola berpuasa selang-seling, seorang Muslim tidak hanya berkesempatan meraih pahala besar, tetapi juga dilatih untuk lebih disiplin, sabar, dan istiqamah dalam beribadah.

Meski demikian, penting untuk menjalankan puasa Daud sesuai kemampuan diri dan tetap menjaga niat serta perilaku selama berpuasa agar pahala yang diharapkan tidak berkurang. Yuk, terus tambah wawasan seputar ibadah dan amalan sunnah dalam Islam bersama ArahMuslim.

Referensi:
https://muslim.or.id/17877-puasa-daud-sebaik-baiknya-puasa.html

https://www.rumahzakat.org/apa-itu-puasa-daud-2

FAQ

Boleh. Puasa Daud tidak memiliki batasan waktu tertentu, sehingga dapat dilakukan selama beberapa hari, beberapa bulan, atau bahkan sepanjang tahun, selama tidak jatuh pada hari-hari yang dilarang untuk berpuasa.

Berdasarkan hadis Rasulullah SAW, puasa Daud disebut sebagai puasa yang paling dicintai Allah SWT dan paling utama, karena polanya yang berkelanjutan dan menunjukkan konsistensi dalam beribadah.

Sebaiknya seseorang mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kesiapan diri, karena puasa Daud dilakukan secara berkelanjutan. Selain itu, penting untuk memahami hari-hari yang dilarang berpuasa agar ibadah tetap sesuai syariat.

6 Hotel di Bali yang Nyaman untuk Muslim Traveler

Bali menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang menawarkan beragam pilihan akomodasi, termasuk hotel yang menyediakan fasilitas ramah Muslim. Bagi traveler Muslim, memilih hotel dengan akses makanan halal dan fasilitas ibadah dapat membuat perjalanan terasa lebih nyaman.

Beberapa hotel di Bali bahkan menyediakan musala, perlengkapan salat, hingga penunjuk arah kiblat di kamar. Berikut enam pilihan hotel yang bisa dipertimbangkan muslim traveler saat berlibur ke Bali.

Ringkasan

  • Bali memiliki sejumlah hotel yang menyediakan fasilitas ramah muslim untuk mendukung kenyamanan traveler selama berlibur.
  • Fasilitas yang dapat menjadi pertimbangan meliputi makanan halal, musala, perlengkapan salat, dan penunjuk arah kiblat.
  • Pilih hotel berdasarkan lokasi, fasilitas, serta kebutuhan perjalanan agar liburan di Bali tetap nyaman dan ibadah berjalan dengan baik.

1. Rhadana Kuta Bali

Rhadana Kuta Bali merupakan salah satu hotel yang menawarkan konsep muslim-friendly di kawasan Kuta. Hotel ini cocok bagi traveler yang ingin menikmati suasana Bali sekaligus tetap mudah menjalankan ibadah selama perjalanan.

Fasilitas yang mendukung kebutuhan Sahabat Muslim antara lain restoran dengan pilihan makanan halal, musala, perlengkapan salat, Al-Qur’an, serta penunjuk arah kiblat di kamar. Lokasinya juga strategis untuk menjelajahi berbagai destinasi di sekitar Kuta.

2. Hotel Satria Syariah

Hotel Satria Syariah dapat menjadi pilihan bagi traveler yang mencari akomodasi dengan konsep syariah di Denpasar. Suasananya mendukung kebutuhan tamu muslim yang ingin beristirahat dengan nyaman selama berada di Bali.

Hotel ini menyediakan fasilitas ibadah serta restoran dengan pilihan makanan halal. Lokasinya di kawasan Denpasar juga memudahkan traveler untuk mengakses berbagai area di kota tersebut.

3. Bhuwana Ubud Hotel

Bhuwana Ubud Hotel menawarkan suasana asri dan tenang di kawasan Pengosekan, Ubud. Hotel ini cocok bagi muslim traveler yang ingin menikmati suasana alam Bali dengan akomodasi yang tetap memperhatikan kebutuhan ibadah.

Beberapa fasilitas ramah muslim yang tersedia antara lain makanan halal, musala, serta penunjuk arah kiblat. Lingkungan yang tenang juga dapat menjadi pilihan bagi traveler yang ingin beristirahat dari suasana perkotaan.

4. Grand Zuri Kuta Bali

Grand Zuri Kuta Bali berada di kawasan Kuta dan menawarkan akomodasi dengan suasana modern. Lokasinya yang strategis membuat hotel ini menarik bagi traveler yang ingin menjelajahi berbagai destinasi wisata di sekitar Kuta.

Untuk mendukung kebutuhan muslim traveler, hotel menyediakan musala, perlengkapan salat, penunjuk arah kiblat, serta pilihan makanan halal. Fasilitas tersebut dapat membantu tamu tetap nyaman menjalankan aktivitas ibadah selama berlibur.

5. Wina Holiday Villa

Wina Holiday Villa terletak di kawasan Pantai Kuta sehingga cocok bagi traveler yang ingin menikmati destinasi wisata populer di area tersebut. Hotel ini menawarkan suasana santai dengan fasilitas yang mendukung kebutuhan wisatawan.

Muslim traveler dapat memanfaatkan fasilitas seperti musala, perlengkapan salat, penunjuk arah kiblat, serta restoran dengan pilihan makanan halal. Kombinasi lokasi dan fasilitas tersebut membuatnya menjadi salah satu pilihan akomodasi yang menarik.

6. Grand Santhi Hotel Denpasar

Grand Santhi Hotel berada di kawasan Denpasar dan menawarkan suasana nyaman dengan sentuhan tradisional Bali. Lokasinya cocok bagi traveler yang ingin menjadikan Denpasar sebagai titik menginap selama mengeksplorasi berbagai tempat di Bali.

Hotel ini menyediakan restoran dengan pilihan makanan halal serta musala yang dilengkapi fasilitas untuk beribadah. Tersedianya fasilitas tersebut dapat memberikan kemudahan bagi muslim traveler selama berada di Bali.

Kesimpulan

Memilih hotel yang sesuai dapat membuat perjalanan ke Bali terasa lebih nyaman, terutama bagi Sahabat Muslim yang tetap ingin menjalankan ibadah dengan mudah. Fasilitas seperti makanan halal, musala, perlengkapan salat, dan penunjuk arah kiblat bisa menjadi pertimbangan sebelum menentukan tempat menginap.

Sudah menemukan hotel yang sesuai dengan kebutuhan perjalananmu? Ikuti terus ArahMuslim untuk mendapatkan informasi seputar destinasi, wisata halal, hingga berbagai tips perjalanan bagi Sahabat Muslim.

Referensi:

https://www.traveloka.com/id-id/explore/destination/hotel-syariah-di-bali-acc/438814

https://id.trip.com/moments/detail/bali-438-146322836?locale=id-ID

FAQ

Sejumlah hotel di Bali menyediakan fasilitas yang mendukung kebutuhan Sahabat Muslim, seperti makanan halal, musala, perlengkapan salat, dan penunjuk arah kiblat.

Beberapa fasilitas yang bisa dipertimbangkan adalah ketersediaan makanan halal, musala, perlengkapan salat, penunjuk arah kiblat, serta akses menuju masjid atau tempat ibadah di sekitar hotel.

Rhadana Kuta Bali, Grand Zuri Kuta Bali, dan Wina Holiday Villa dapat menjadi beberapa pilihan karena menyediakan fasilitas yang mendukung kebutuhan muslim traveler.

5 Tempat Miqat dalam Perjalanan Haji dan Umrah Jamaah Indonesia

Miqat merupakan batas yang telah ditetapkan dalam syariat sebagai tempat atau waktu bagi jamaah haji dan umrah untuk mulai berihram serta berniat menjalankan ibadah. Mengetahui lokasi miqat penting bagi jamaah agar dapat mempersiapkan diri sebelum memasuki rangkaian ibadah haji atau umrah.

Setiap jamaah dapat memiliki tempat miqat yang berbeda sesuai dengan jalur perjalanan yang dilalui. Oleh karena itu, Sahabat Muslim dapat simak artikel ini untuk mengetahui beberapa lokasi miqat sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Ringkasan

  • Miqat merupakan batas yang ditetapkan dalam syariat bagi jamaah untuk mulai berihram dan berniat haji atau umrah.
  • Tempat miqat ditentukan berdasarkan arah atau jalur perjalanan jamaah menuju Makkah.
  • Memahami lokasi miqat membantu jamaah mempersiapkan ihram dan niat sebelum melewati batas yang telah ditentukan.

    1. Juhfah

    Juhfah merupakan salah satu miqat makani yang terletak di sebelah barat laut Makkah. Lokasi ini menjadi miqat bagi jamaah yang datang dari arah Syam, seperti wilayah Suriah, Yordania, Lebanon, dan Palestina.

    Jamaah yang melewati wilayah tersebut perlu berihram dan berniat ketika berada di sekitar miqat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah.

    2. Dzulhulaifah (Bir Ali)

    Dzulhulaifah atau yang lebih dikenal sebagai Bir Ali merupakan miqat bagi penduduk Madinah dan jamaah yang datang dari arah Madinah. Tempat ini menjadi salah satu lokasi yang sangat familiar bagi jamaah Indonesia yang melakukan perjalanan ke Madinah terlebih dahulu.

    Jamaah yang akan menuju Makkah dari Madinah biasanya mempersiapkan ihram dan mengambil miqat di Bir Ali sebelum melanjutkan perjalanan untuk melaksanakan umrah.

    3. Qarnul Manazil

    Qarnul Manazil merupakan salah satu miqat yang berada di kawasan sekitar pegunungan Taif dan menjadi batas ihram bagi jamaah yang datang dari arah Najd. Lokasi ini juga dapat menjadi miqat bagi jamaah yang melewati jalur tersebut.

    Jamaah perlu memperhatikan rute perjalanan agar dapat mempersiapkan ihram dan niat sebelum melewati batas miqat yang telah ditentukan.

    4. Zatu Irqin

    Zatu Irqin merupakan miqat yang berada di sebelah timur laut Makkah dan menjadi batas bagi jamaah yang datang dari arah Irak. Lokasi ini juga berlaku bagi jamaah dari wilayah lain yang melewati jalur yang sama.

    Dengan mengetahui lokasi miqat berdasarkan jalur perjalanan, jamaah dapat mempersiapkan diri untuk berihram dan berniat pada tempat yang sesuai sebelum memasuki Makkah.

    5. Yalamlam

    Yalamlam merupakan miqat bagi jamaah yang datang dari arah Yaman dan wilayah lain yang melewati jalur tersebut. Lokasinya berada di sebelah tenggara Makkah dan menjadi salah satu miqat yang telah ditetapkan dalam syariat.

    Jamaah yang melewati jalur Yalamlam perlu memastikan persiapan ihram dilakukan sebelum melewati batas tersebut agar rangkaian ibadah dapat dijalankan sesuai ketentuan.

    Kesimpulan

    Mengetahui tempat miqat menjadi bagian penting dalam persiapan ibadah haji dan umrah karena setiap jamaah perlu memperhatikan batas tempat sesuai dengan arah perjalanan yang dilaluinya. Dengan memahami lokasi miqat, jamaah dapat mempersiapkan pakaian ihram, niat, dan berbagai kebutuhan ibadah sebelum melewati batas tersebut.

    Jangan sampai persiapan perjalanan ke Tanah Suci hanya berfokus pada tiket, hotel, dan perlengkapan, tetapi melupakan pengetahuan dasar tentang pelaksanaan ibadah. Ikuti ArahMuslim untuk mendapatkan informasi dan panduan seputar haji, umrah, serta berbagai informasi Islami lainnya.

    Referensi:

    https://www.shariaknowledgecentre.id/id/berita-dan-artikel/news/apa-itu-miqat

    https://hanahtour.id/blog/detail/76/5-tempat-pengambilan-miqat-dimana-saja

    FAQ

    Miqat adalah batas tempat atau waktu yang telah ditentukan dalam syariat sebagai awal bagi jamaah untuk berihram dan berniat melaksanakan haji atau umrah.

    Jamaah yang melakukan perjalanan dari Madinah menuju Makkah umumnya mengambil miqat di Dzulhulaifah atau Bir Ali.

    Jamaah mempersiapkan diri untuk berihram, kemudian berniat melaksanakan haji atau umrah sebelum melewati batas miqat.