5 Makanan Legendaris di Surabaya yang Halal dan Wajib Dicoba

Surabaya bukan hanya dikenal sebagai Kota Pahlawan, tetapi juga menjadi salah satu destinasi kuliner yang menarik untuk dijelajahi. Berbagai makanan khas dengan cita rasa kuat dan resep yang diwariskan dari generasi ke generasi masih mudah ditemukan di berbagai sudut kota.

Menariknya, Sahabat Muslim juga tidak perlu khawatir karena banyak kuliner legendaris Surabaya yang dikenal halal atau halal-friendly. Lantas, apa saja makanan legendaris di Surabaya yang bisa masuk daftar wisata kuliner Sahabat Muslim? Simak rekomendasinya berikut ini.

Ringkasan

  • Surabaya memiliki banyak kuliner legendaris yang telah bertahan selama puluhan tahun dan menjadi bagian dari identitas kuliner Kota Pahlawan.
  • Beberapa kuliner yang dapat masuk daftar wisata kuliner halal antara lain Rawon Setan, Lontong Balap Pak Gendut, Sate Klopo Ondomohen Bu Asih, Tahu Campur Kalasan, dan Rujak Cingur Genteng Durasim.
  • Sebelum berkunjung, Sahabat Muslim tetap disarankan memastikan informasi halal terbaru, terutama jika membutuhkan produk yang telah memiliki sertifikasi halal resmi.

Mengapa Surabaya Punya Banyak Kuliner Legendaris?

Surabaya memiliki kekayaan kuliner yang tidak terlepas dari sejarah panjang dan keberagaman masyarakatnya. Banyak makanan khas yang tetap bertahan karena resep dan cara pengolahannya diwariskan dari generasi ke generasi. Sejumlah tempat makan bahkan telah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan masih memiliki pelanggan setia hingga sekarang.

Selain itu, makanan khas Surabaya umumnya memiliki karakter rasa yang kuat. Penggunaan petis, rempah-rempah, kelapa, serta berbagai bahan lokal membuat kuliner Surabaya memiliki cita rasa yang berbeda dibandingkan daerah lainnya. Hal tersebut membuat wisata kuliner di Surabaya tidak hanya tentang mengisi perut, tetapi juga menjadi cara untuk mengenal budaya dan sejarah kota melalui makanan.

Apa Saja Makanan Legendaris di Surabaya yang Halal?

Berikut beberapa rekomendasi kuliner legendaris yang bisa menjadi pilihan Sahabat Muslim saat berkunjung ke Surabaya.

1. Rawon Setan

Rawon Setan berada di kawasan Embong Malang. Tempat makan ini telah dikenal sejak tahun 1950-an dan menjadi salah satu kuliner yang sering direkomendasikan kepada wisatawan yang berkunjung ke Surabaya. Dalam satu porsi, rawon disajikan bersama potongan daging sapi, tauge pendek, sambal, bawang goreng, telur asin, tempe goreng, dan kerupuk. 

2. Lontong Balap Pak Gendut

Kalau ingin mencicipi kuliner khas Surabaya yang lebih ringan, Lontong Balap Pak Gendut bisa menjadi pilihan. Lontong balap merupakan makanan yang terdiri dari lontong, tauge, tahu goreng, lentho, dan kuah dengan cita rasa khas petis. Lontong Balap Pak Gendut sendiri dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris Surabaya yang resepnya telah ada sejak 1958.

3. Sate Klopo Ondomohen Bu Asih

Sate Klopo Ondomohen Bu Asih merupakan salah satu kuliner legendaris yang sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu. Bahkan, sejarahnya disebut telah dimulai sejak 1945 ketika ibu mertua Bu Asih berjualan sate klopo di Jalan Ondomohen, yang sekarang bernama Jalan Walikota Mustajab. Keunikan sate ini terletak pada penggunaan parutan kelapa yang dibalurkan pada daging sebelum dibakar.

4. Tahu Campur Kalasan

Salah satu tempat yang cukup dikenal adalah Tahu Campur H. Abd. Mahfud Asli Kalasan di Jalan Kalasan, Pacar Keling. Tempat makan ini disebut sebagai salah satu tahu campur legendaris di Surabaya. Satu porsinya terdiri dari tahu goreng, mie kuning, sayuran, perkedel singkong atau lentho, serta potongan kikil yang disiram kuah dengan bumbu petis.

5. Rujak Cingur Genteng Durasim

Rujak Cingur Genteng Durasim menggunakan cingur asli dan memiliki racikan petis yang menjadi salah satu karakter utama hidangannya. Dalam satu porsi, Sahabat Muslim dapat menemukan potongan cingur, timun, nanas, mangga, tahu, tempe, lontong, mie kuning, kangkung, dan kecambah. Semua bahan kemudian disiram dengan bumbu membuat perpaduan rasa gurih, manis, asam, dan aroma khas petis.

Apa Tips Berburu Kuliner Halal di Surabaya? 

Pertama, perhatikan informasi bahan yang digunakan. Beberapa makanan Surabaya menggunakan petis, kaldu, atau bahan olahan tertentu sehingga penting untuk mengetahui sumber bahan tersebut jika memiliki standar halal yang lebih ketat. Kemudian, cek informasi halal terbaru dari tempat makan atau melalui kanal resmi terkait. Status sertifikasi dapat berubah sehingga informasi dari sumber lama sebaiknya tidak langsung dijadikan patokan.

Lalu, datang pada waktu yang tepat. Tempat makan legendaris biasanya cukup ramai, terutama pada jam makan dan akhir pekan. Datang lebih awal dapat membuat pengalaman kuliner menjadi lebih nyaman. Terakhir, jangan hanya mengejar makanan yang sedang viral. Kuliner legendaris biasanya memiliki cerita panjang dan resep yang telah dipertahankan selama bertahun-tahun. 

Kesimpulan

Surabaya memiliki banyak makanan legendaris yang menarik untuk dicoba oleh Sahabat Muslim. Mulai dari Rawon Setan dengan kuah hitam khas kluwek, Lontong Balap Pak Gendut yang telah dikenal sejak 1958, hingga Sate Klopo Ondomohen Bu Asih dengan balutan parutan kelapa yang unik. Tahu Campur Kalasan dan Rujak Cingur Genteng Durasim juga menjadi pilihan untuk mengenal lebih karakter kuliner khas Kota Pahlawan.

Dengan tetap memperhatikan informasi halal terbaru dan memilih tempat makan yang sesuai, berburu kuliner legendaris di Surabaya bisa menjadi pengalaman yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memperkaya wawasan tentang budaya kuliner Indonesia. Yuk, terus tambah wawasan dan temukan berbagai rekomendasi kuliner halal bersama ArahMuslim.

Referensi: 

https://www.detik.com/jatim/kuliner/d-8659659/10-kuliner-surabaya-yang-bikin-nagih-ada-yang-legendaris-sejak-1950-an

https://www.kompas.com/food/read/2021/09/04/131300375/7-tahu-campur-di-surabaya-yang-terkenal-enak-mulai-dari-rp-15.000?page=all

FAQ

Beberapa makanan legendaris yang dapat menjadi pilihan antara lain Rawon Setan, Lontong Balap Pak Gendut, Sate Klopo Ondomohen Bu Asih, Tahu Campur Kalasan, dan Rujak Cingur Genteng Durasim.

Beberapa makanan yang sangat identik dengan Surabaya antara lain rawon, rujak cingur, lontong balap, sate klopo, dan tahu campur.

Sebaiknya datang di luar jam makan utama atau lebih awal untuk menghindari antrian. Sahabat Muslim juga disarankan mengecek jam operasional terbaru sebelum berkunjung karena jam buka tempat makan dapat berubah.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *