JAKARTA (global-news.co.id) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus melakukan inovasi dalam memberikan layanan kemudahan bagi masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, sedekah (ZIS). Kali ini, BAZNAS menggandeng salah satu mitra aplikasi muslim yaitu ArahMuslim.
Kerjasama yang dijalankan BAZNAS dengan ArahMuslim yaitu berupa fitur layanan zakat yang tedapat di menu pembayaran zakat diaplikasi Arahmuslim dan juga kalkulator zakat untuk memudahkan para muzaki untuk menghitung zakat mereka.Secara simbolis penyerahan Perjanjian Kerja Sama (PKS) diberikan oleh Sekretaris BAZNAS RI Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd kepada Founder & CEO Arah Muslim Arif Susilo, di Kantor BAZNAS, Jakarta, Selasa (21/12/2021).Sekretaris BAZNAS RI Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd menegaskan BAZNAS merupakan lembaga pemerintah non struktural, satu-satunya yang dibentuk pemerintah untuk menghimpun dan menyalurkan Zakat, Infaq, Sedekah (ZIS) serta bertindak sebagai pengelola zakat nasional.
“Layanan zakat digital BAZNAS ini merupakan ikhtiar kita dalam memfasilitasi hak-hak keagamaan sekaligus memfasilitasi kewajiban keagamaan warga negara Indonesia khususunya yang beragama Islam,” ujarnya.Oleh karena itu, Ahmad mengatakan, BAZNAS dan ArahMuslim berkolaborasi menyediakan layanan kemudahan beribadah dalam menunaikan ZIS secara digital melalui layanan zakat yang tedapat di menu pembayaran zakat pada aplikasi Arahmuslim.“BAZNAS berusaha mewujudkan layanan berdonasi yang diinginkan masyarakat: cepat, pasti dan mudah melalui teknologi yang reliable, salah satunya melalui ArahMuslim ini.
Dengan adanya kemudahan ini diharapkan proses penghimpunan ZIS dapat menjadi lebih efektif dan efisien,” jelasnya.Ahmad berharap layanan kerjasama dengan ArahMuslim akan meningkatkan potensi kedua belah pihak, sehingga mampu mendorong dan menggelorakan kebangkitan zakat di Indonesia.“Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa untuk kerja sama ini. Mari kita bahu membahu dalam rangka membangun kesadaran gerakan pentingnya zakat di Indonesia ini,” kata Ahmad.Sementara itu, Founder & CEO ArahMuslim Arif Susilo menyambut baik adanya layanan kemudahan pembayaran ZIS ke BAZNAS melalui ArahMuslim.
“BAZNAS sudah sangat siap terhadap new normal di era digital ini, sehingga penggiat startup sangat dimudahkan untuk bergabung. Hari ini kami bersyukur sudah bisa menjadi salah satu bagian dalam rangka memberikan kemudahan bagi muzaki untuk menyalurkan ZIS kepada BAZNAS yang nantinya disalurkan kepada para mustahik, sehingga penanggulangan kemiskinan di Indonesia dapat tercapai,” jelas Arif.Arif juga mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS atas kerja sama ini. “Kami berharap ArahMuslim dapat menjadi salah satu start up Muslim digital yang mampu meningkatkan literasi zakat di Indonesia. (hud)
JAKARTA– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus melakukan inovasi dalam memberikan layanan kemudahan bagi masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, sedekah (ZIS).
Kerjasama yang dijalankan Baznas dengan ArahMuslim yaitu berupa fitur layanan zakat yang tedapat di menu pembayaran zakat diaplikasi Arahmuslim dan juga kalkulator zakat untuk memudahkan para muzaki untuk menghitung zakat mereka.
Secara simbolis penyerahan Perjanjian Kerja Sama (PKS) diberikan oleh Sekretaris Baznas RI Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd kepada Founder & CEO Arah Muslim Arif Susilo, di Kantor Baznas, Jakarta, Selasa 21 Desember 2021.
Ahmad Zayadi menegaskan, Baznas merupakan lembaga pemerintah non struktural, satu-satunya yang dibentuk pemerintah untuk menghimpun dan menyalurkan Zakat, Infaq, Sedekah (ZIS) serta bertindak sebagai pengelola zakat nasional.
“Layanan zakat digital Baznas ini merupakan ikhtiar kita dalam memfasilitasi hak-hak keagamaan sekaligus memfasilitasi kewajiban keagamaan warga negara Indonesia khususunya yang beragama Islam,” ujarnya.
Oleh karena itu, Ahmad mengatakan, Baznas dan ArahMuslim berkolaborasi menyediakan layanan kemudahan beribadah dalam menunaikan ZIS secara digital melalui layanan zakat yang tedapat di menu pembayaran zakat pada aplikasi Arahmuslim.
“Baznas berusaha mewujudkan layanan berdonasi yang diinginkan masyarakat: cepat, pasti dan mudah melalui teknologi yang reliable, salah satunya melalui ArahMuslim ini. Dengan adanya kemudahan ini diharapkan proses penghimpunan ZIS dapat menjadi lebih efektif dan efisien,” jelasnya.
Ahmad berharap layanan kerjasama dengan ArahMuslim akan meningkatkan potensi kedua belah pihak, sehingga mampu mendorong dan menggelorakan kebangkitan zakat di Indonesia.
“Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa untuk kerja sama ini. Mari kita bahu membahu dalam rangka membangun kesadaran gerakan pentingnya zakat di Indonesia ini,” kata Ahmad.
Sementara itu, Founder & CEO ArahMuslim Arif Susilo menyambut baik adanya layanan kemudahan pembayaran ZIS ke Baznas melalui ArahMuslim.
“Baznas sudah sangat siap terhadap new normal di era digital ini, sehingga penggiat startup sangat dimudahkan untuk bergabung. Hari ini kami bersyukur sudah bisa menjadi salah satu bagian dalam rangka memberikan kemudahan bagi muzaki untuk menyalurkan ZIS kepada Baznas yang nantinya disalurkan kepada para mustahik, sehingga penanggulangan kemiskinan di Indonesia dapat tercapai,” jelas Arif.
Arif juga mengucapkan terima kasih kepada Baznas atas kerja sama ini. “Kami berharap ArahMuslim dapat menjadi salah satu start up Muslim digital yang mampu meningkatkan literasi zakat di Indonesia,” tuturnya.***
WARTAKOTALIVE.COM –Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus melakukan inovasi dalam memberikan layanan kemudahan bagi masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, sedekah (ZIS). Kali ini, Baznas menggandeng salah satu mitra aplikasi muslim yaitu ArahMuslim.
Kerja sama yang dijalankan Baznas dengan ArahMuslim yaitu berupa fitur layanan zakat yang terdapat di menu pembayaran zakat diaplikasi Arahmuslim dan juga kalkulator zakat untuk memudahkan para muzaki untuk menghitung zakat mereka.
Secara simbolis penyerahan Perjanjian Kerja Sama (PKS) diberikan oleh Sekretaris Baznas RI Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd kepada Founder dan CEO Arah Muslim Arif Susilo, di Kantor Baznas, Jakarta, Selasa (21/12/2021).
Sekretaris Baznas RI Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd menegaskan Baznas merupakan lembaga pemerintah non struktural, satu-satunya yang dibentuk pemerintah untuk menghimpun dan menyalurkan Zakat, Infaq, Sedekah (ZIS) serta bertindak sebagai pengelola zakat nasional.
“Layanan zakat digital Baznas ini merupakan ikhtiar kita dalam memfasilitasi hak-hak keagamaan sekaligus memfasilitasi kewajiban keagamaan warga negara Indonesia khususunya yang beragama Islam,” ujarnya.
Oleh karena itu, Ahmad mengatakan, Baznas dan ArahMuslim berkolaborasi menyediakan layanan kemudahan beribadah dalam menunaikan ZIS secara digital melalui layanan zakat yang tedapat di menu pembayaran zakat pada aplikasi Arahmuslim.
“Baznas berusaha mewujudkan layanan berdonasi yang diinginkan masyarakat: cepat, pasti dan mudah melalui teknologi yang reliable, salah satunya melalui ArahMuslim ini. Dengan adanya kemudahan ini diharapkan proses penghimpunan ZIS dapat menjadi lebih efektif dan efisien,” jelasnya.
Ahmad berharap layanan kerjasama dengan ArahMuslim akan meningkatkan potensi kedua belah pihak, sehingga mampu mendorong dan menggelorakan kebangkitan zakat di Indonesia.
“Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa untuk kerja sama ini. Mari kita bahu membahu dalam rangka membangun kesadaran gerakan pentingnya zakat di Indonesia ini,” kata Ahmad.
Sementara itu, Founder dan CEO ArahMuslim Arif Susilo menyambut baik adanya layanan kemudahan pembayaran ZIS ke Baznas melalui ArahMuslim.
Menurut Arif, Baznas sudah sangat siap terhadap new normal di era digital ini, sehingga penggiat startup sangat dimudahkan untuk bergabung.
“Hari ini kami bersyukur sudah bisa menjadi salah satu bagian dalam rangka memberikan kemudahan bagi muzaki untuk menyalurkan ZIS kepada Baznas yang nantinya disalurkan kepada para mustahik, sehingga penanggulangan kemiskinan di Indonesia dapat tercapai,” jelas Arif.
Arif juga mengucapkan terima kasih kepada Baznas atas kerja sama ini.
“Kami berharap ArahMuslim dapat menjadi salah satu start up muslim digital yang mampu meningkatkan literasi zakat di Indonesia,” pungkasnya. (*)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus melakukan inovasi dalam memberikan layanan kemudahan bagi masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, sedekah (ZIS). Kali ini, Baznas menggandeng salah satu mitra aplikasi muslim yaitu ArahMuslim.
Kerja sama yang dijalankan BAZNAS dengan ArahMuslim yaitu berupa fitur layanan zakat yang tedapat di menu pembayaran zakat diaplikasi Arahmuslim dan juga kalkulator zakat untuk memudahkan para muzaki untuk menghitung zakat mereka.
Secara simbolis penyerahan perjanjian kerja sama diberikan oleh Sekretaris Baznas Ahmad Zayadi kepada Founder and CEO Arah Muslim, Arif Susilo, di Kantor Baznas, Jakarta, Selasa (21/12/2021).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus melakukan inovasi dalam memberikan layanan kemudahan bagi masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, sedekah (ZIS). Kali ini, Baznas menggandeng salah satu mitra aplikasi muslim yaitu ArahMuslim pada Selasa (21/12).
“Layanan zakat digital Baznas ini merupakan ikhtiar kita dalam memfasilitasi hak-hak keagamaan sekaligus memfasilitasi kewajiban keagamaan warga negara Indonesia khususunya yang beragama Islam,” kata Sekretaris Baznas RI Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd dalam keterangan tertulisnya kepada Republika.
Kerjasama yang dijalankan Baznas dengan ArahMuslim yaitu berupa fitur layanan zakat yang tedapat di menu pembayaran zakat diaplikasi Arahmuslim, dan juga kalkulator zakat untuk memudahkan para muzaki untuk menghitung zakat mereka.
Secara simbolis penyerahan Perjanjian Kerja Sama (PKS) diberikan oleh Sekretaris Baznas RI Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd kepada Founder & CEO Arah Muslim Arif Susilo, di Kantor Baznas, Jakarta, Selasa (21/12).
Ahmad Zayadi menegaskan Baznas merupakan lembaga pemerintah non struktural, satu-satunya yang dibentuk pemerintah untuk menghimpun dan menyalurkan Zakat, Infaq, Sedekah (ZIS) serta bertindak sebagai pengelola zakat nasional.
Ahmad mengatakan, Baznas dan ArahMuslim berkolaborasi menyediakan layanan kemudahan beribadah dalam menunaikan ZIS secara digital melalui layanan zakat yang tedapat di menu pembayaran zakat pada aplikasi Arahmuslim.
“Baznas berusaha mewujudkan layanan berdonasi yang diinginkan masyarakat: cepat, pasti dan mudah melalui teknologi yang reliable, salah satunya melalui ArahMuslim ini. Dengan adanya kemudahan ini diharapkan proses penghimpunan ZIS dapat menjadi lebih efektif dan efisien,” kata Ahmad.
Ahmad berharap layanan kerjasama dengan ArahMuslim akan meningkatkan potensi kedua belah pihak, sehingga mampu mendorong dan menggelorakan kebangkitan zakat di Indonesia.
“Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa untuk kerja sama ini. Mari kita bahu membahu dalam rangka membangun kesadaran gerakan pentingnya zakat di Indonesia ini,” kata Ahmad.
Sementara itu, Arif Susilo menyambut baik adanya layanan kemudahan pembayaran ZIS ke Baznas melalui ArahMuslim. “Baznas sudah sangat siap terhadap new normal di era digital ini, sehingga penggiat startup sangat dimudahkan untuk bergabung. Hari ini kami bersyukur sudah bisa menjadi salah satu bagian dalam rangka memberikan kemudahan bagi muzaki untuk menyalurkan ZIS kepada Baznas yang nantinya disalurkan kepada para mustahik, sehingga penanggulangan kemiskinan di Indonesia dapat tercapai,” ucap Arif.
Arif juga mengucapkan terima kasih kepada Baznas atas kerja sama ini. “Kami berharap ArahMuslim dapat menjadi salah satu start up Muslim digital yang mampu meningkatkan literasi zakat di Indonesia,” kata dia.
TRIBUNBEKASI.COM — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus melakukan inovasi dalam memberikan layanan kemudahan bagi masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, sedekah (ZIS). Kali ini, Baznas menggandeng salah satu mitra aplikasi muslim yaitu ArahMuslim.
Kerja sama yang dijalankan Baznas dengan ArahMuslim yaitu berupa fitur layanan zakat yang tedapat di menu pembayaran zakat diaplikasi Arahmuslim dan juga kalkulator zakat untuk memudahkan para muzaki untuk menghitung zakat mereka.
Secara simbolis penyerahan Perjanjian Kerja Sama (PKS) diberikan oleh Sekretaris Baznas RI Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd kepada Founder & CEO Arah Muslim Arif Susilo, di Kantor Baznas, Jakarta, Selasa (21/12/2021).
Sekretaris Baznas RI Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd menegaskan Baznas merupakan lembaga pemerintah non struktural, satu-satunya yang dibentuk pemerintah untuk menghimpun dan menyalurkan Zakat, Infaq, Sedekah (ZIS) serta bertindak sebagai pengelola zakat nasional.
Sumber https://bekasi.tribunnews.com/amp/2021/12/22/baznas-berikan-layanan-kemudahan-zakat-melalui-arahmuslim
Adanya fenomena alam gerhana bulan dan matahari tentunya memunculkan berbagai mitos dan pandangan primitif yang dikaitkan dengan nilai spiritual dan sosial. Hal – hal tersebut tidak hanya berkembang di Indonesia, masyarakat Arab sebelum ada Islam pun seperti itu. Mereka menganggap bahwa gerhana adalah sesuatu yang menakutkan dan merupakan suatu pertanda yang buruk akan terjadi.
Dengan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan serta teknologi, kepercayaan terhadap hal – hal tersebut pun mulai hilang. Ditambah lagi dengan hadirnya Islam, Nabi Muhammad SAW. bersabda:
“Matahari dan bulan adalah dua tanda kebesaran Allah. Keduanya mengalami gerhana bukan karena atau sebab bagi kematian atau kelahiran seseorang”.
Lantas, harus bagaimana Umat Muslim ketika terjadi gerhana bulan? Adakah kegiatan yang diajarkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW.? Yuk mari sama – sama kita pelajari ajaran tersebut yuk.
Melakukan Shalat
Ilustrasi: unsplash.com
Shalat ketika terjadi fenomena alam ini dikenal dengan Shalat Gerhana. Jumlah rakaatnya bermacam – macam pendapat, ada yang menyebutkan satu rakaat, atau empat, enam, delapan, dan sepuluh rakaat. Mengenai bacaannya juga ada pendapat yang menyarankan untuk menyaringkan suaranya, tetapi ada juga yang tidak (Sesuai mazhab).
Bersedekah
Ilustrasi: unsplash.com
Nabi Muhammad SAW. menganjurkan Umat Muslim untuk bersedekah saat terjadi gerhana. Karena saat terjadi akan meningkatkan kesadaran spiritual dan sosial, religius, serta semangat kemanusiaan yang secara tidak langsung muncul. Tetapi, tidak hanya saat gerhana ya, bersedekah hukumnya sunnah untuk menolong sesama manusia.
Menghadirkan Rasa Takut
Ilustrasi: unsplash.com
Rasa takut ini bukan kepada manusia ya, melainkan kepada Allah SWT, karena peristiwa ini mengingatkan tanda – tanda kejadian hari kiamat, atau adanya Azab Allah SWT yang diturunkan akibat dosa – dosa.
Memperbanyak Dzikir
Ilustrasi: unsplash.com
Merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah SWT, oleh karena itu, Umat Muslim dianjurkan untuk mengingat kepada Allah SWT dengan memperbanyak berdzikir. Dengan berdzikir, kita akan terus mengingat Allah dan juga kebesaran-Nya, dan bisa menjadi salah satu cara pengampunan dosa.
Sahabat Muslim, gerhana bulan merupakan salah satu bentuk kebesaran Allah SWT, kita sebagai Umat Muslim tidak perlu takut dan tidak perlu mempercayai hal – hal yang belum tentu terjadi, karena apapun yang ada didunia ini, terjadi atas izin dan kehendak Allah SWT.
Dengan menerapkan ajaran – ajaran Nabi Muhammad SAW. pada saat gerhana bulan, semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT, Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.
Kondisi yang sering diinginkan di akhir kehidupan setiap Umat Muslim tentunya meninggal secara husnul khatimah. Arti dari husnul khatimah itu sendiri adalah sebuah akhir yang baik, meninggalkan dunia ini dalam keadaan baik. Ucapan ini pun sering digunakan ketika ada seseorang yang meninggal.
Dengan melakukan penelitian berbagai nash yang ada, para ulama memiliki kesimpulan tentang beberapa tanda husnul khatimah. Diantara tanda – tanda itu, ada yang hanya diketahui oleh orang yang akan meninggal, namun ada pula tanda – tanda yang bisa diketahui oleh semua orang.
Mengucap Kalimat Syahadat Saat Akan Meninggal
Apabila kalimat terakhir yang terucap adalah kalimat syahadat (sesuai pada hadits berikut), InsyaAllah ini pertanda husnul khatimah.
“Barang siapa yang akhir perkataannya adalah kalimat “Laa Ilaha Illallah” (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), maka dia akan masuk surga.” (HR. Abu Daud)
Meninggal dengan Keringat di Dahi
“Dari Ibnu Buraidah dari ayahnya bahwa ia berada di Khurasan, ia menjenguk saudaranya yang sakit, ia menemuinya tengah sekarat dan dahinya berkeringat, ia berkata: Allahu Akbar, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Orang mu’min meninggal dunia dengan (mengeluarkan) keringat didahinya.” (HR. Ahmad)
Meninggal Saat sedang Hamil ataupun Nifas bagi Wanita
Seorang wanita muslimah yang meninggal pada saat sedang hamil, melahirkan ataupun nifas (Masa – masa yang dilewati wanita melahirkan sampai enam minggu setelah melahirkan) akan mendapat peluang untuk menggapai husnul khatimah.
“Dan wanita yang dibunuh anaknya (karena melahirkan) masuk golongan syahid, dan anak itu akan menariknya dengan tali pusarnya ke surga.” (Disebutkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ahkam Al-Janaiz, hlm. 53. Beliau menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Meninggal pada Hari Jum’at
Seorang muslim yang meninggal di hari Jum’at atau malam Jum’at, merupakan sebuah peluang untuk manggapai kematian dengan keadaan baik. Terlepas dari itu semua, kematian seseorang dengan keadaan baik adalah kehendak Allah SWT. Namun, terdapat beberapa hadits yang menerangkan bahwa meninggal di hari Jum’at sebagai suatu tanda husnul khatimah.
“Tidaklah seorang muslim wafat pada hari atau malam jumat melainkan akan terhindar dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Orang yang Meninggal dengan Penyebab Sakit Perut
Seorang muslim yang meninggal karena sakit perut atau penyakit yang berhubungan dengan perut, seperti: kolera, disentri, maag, kanker, batu ginjal, dan penyakit yang berhubungan dengan perut lainnya.
“Barangsiapa yang mati karena sakit perut maka dia adalah syahid.” (HR. Muslim)
Sahabat Muslim, itu tadi beberapa tanda husnul khatimah yang ArahMuslim kutip dari berbagai sumber. Tentunya ini merupakan hal yang didambakan dari seorang muslim. Selalu menjaga Iman dan ketakwaan secara istiqomah kepada Allah SWT bisa menjadi salah satu cara kita untuk mendapatkan akhir yang baik.
Semoga di akhir kehidupan, kita pun tutup usia dalam keadaan baik.
Sahabat Muslim tau nggak sih kalau kejayaan Islam dimulai pada era 780 – 1258 Masehi. Darimana kita lihat kejayaannya? Kejayaan Islam bisa dilihat dari beberapa hal, salah satunya adalah banyaknya ilmuwan muslim yang memberikan kontribusi di berbagai bidang ilmu pengetahuan.
Tidak hanya di bidang ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan pengaruh di dunia lho! Banyak penemuan – penemuan terdahulu yang dijadikan sumber bagi perkembangan ilmu pengetahuan di seluruh dunia.
Dan istimewanya, ilmu pengetahuan modern banyak ditemukan oleh tokoh – tokoh Islam. Lantas, siapa saja ilmuwan Islam yang memberikan pengaruh ke dunia? Berikut nama – nama ilmuwan Islam dari berbagai bidang :
Ibnu Sina
Merupakan seorang ilmuwan muslim dunia yang berkontribusi besar di bidang kedokteran. Nama lengkapnya adalah Abu Ali al-Huseyn bin Abdullah bin Hasan Ali bin Sina. Ilmuwan yang diberikan julukan Al-Ra’s ini adalah yang pertama kali menemukan cara pengobatan bagi orang yang sakit dengan cara penyuntikan. Karyanya yang paling berpengaruh adalah ensiklopedia filsafat Kitab al-Shifa (The Book of Healing) dan The Canon of Medicine.
Al-Farabi
Memiliki nama Abu Nashr Muhammad Al-Farabi, lahir pada 870 M di Farab, sebuah kota di Turki Tengah. Al Farabi adalah seseorang yang jenius, menguasai 89 bahasa dan guru besar muslim di bidang fiqih, filsafat, sains, kedokteran, musik dan puisi.
Selama hidupnya, Al Farabi menulis buku berbahasa Arab dalam bidang musik, filsafat, sains, kedokteran, dan lain – lain.
Al Khawarizmi
Pelopor konsep bilangan nol, aljabar, algoritma, dan sistem penomoran ini memiliki nama asli Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi. Selain dikenal sebagai ahli matematika Islam, Al Khawarizmi juga dikenal dalam bidang astrologi dan astronomi lho. Karyanya yang berjudul Al-kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa’l-muqabala (The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing) menjadi dasar dalam pembelajaran aljabar Ilmu Matematika hingga sekarang lho.
Al – Zahrawi
Siapa di sini yang takut dijahit kalau luka? Nah, bapak ilmu bedah modern inilah yang mengenalkan benang sebagai alat untuk menutup luka. Al – Zahrawi juga menyusun buku At-Tasrif Iiman Ajiza an at-Ta’liif yang menjadi rujukan para dokter hingga sekarang. Di dalamnya terdapat hal – hal yang terkait tentang penyakit, bedah, dan temuan – temuannya berupa alat kedokteran.
Ibnu Khaldun
Kalau tadi bahas di bidang kesehatan dan matematika, sekarang kita membahas ilmuwan muslim di bidang sejarah nih, yaitu Ibnu Khaldun. Beliau merupakan seorang sejarawan muslim dari Tunisia. Ilmuwan dari Tunisia ini dikenal sebagai Bapak pendiri Ilmu Historiografi, Sosiologi, dan Ekonomi. Karyanya yang terkenal adalah Muqaddimah, di mana didalamnya berkaitan dengan gambaran awal dan sejarah universal manusia.
MasyaAllah, ternyata banyak lho ilmuwan – ilmuwan yang beragama Islam, dan hebatnya memberikan pengaruh yang baik dan besar untuk dunia. Bahkan, ilmu dan prakteknya digunakan sampai sekarang.
Mudah – mudahan Allah memberikan Ridhonya kepada kita atau keturunan kita untuk menjadi penerus seperti ilmuwan – ilmuwan muslim yang hebat ini ya. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.