6 Tips Mewujudkan Keluarga yang Harmonis Menurut Ajaran Islam

Membangun keluarga yang harmonis merupakan impian setiap pasangan muslim. Dalam Islam, rumah tangga bukan sekadar tempat bernaung, tetapi juga wadah untuk saling menyempurnakan, menumbuhkan kasih sayang, dan meraih keberkahan hidup. 

Keharmonisan tidak hadir begitu saja, melainkan perlu dijaga dengan nilai-nilai iman, komunikasi yang baik, serta saling pengertian antara suami, istri, dan anak. Oleh karena itu, Sahabat Muslim dapat simak artikel berikut untuk mengetahui apa saja tips mewujudkan keluarga yang harmonis dalam Islam.

Ringkasan

  • Islam melarang tindakan istihza, yaitu mengolok-olok atau mempermalukan orang lain karena dapat merusak kehormatan dan hubungan sosial.
  • Sakhr termasuk bentuk ejekan atau penghinaan yang bertujuan merendahkan orang lain, dan dikecam dalam Al-Qur’an.
  • Talmiz (lamz/lumaz) merupakan sindiran atau celaan halus yang tetap tergolong perundungan dan harus dihindari oleh setiap muslim.

1. Pentingnya Landasan Iman dalam Membangun Keluarga

Sumber Gambar: Freepik

Keluarga yang berlandaskan iman akan memiliki arah dan tujuan hidup yang jelas. Dengan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman, setiap keputusan dalam rumah tangga diambil dengan penuh tanggung jawab dan ketakwaan. Iman menjadi pondasi kuat yang menjaga keharmonisan meski menghadapi ujian dan perbedaan.

2. Peran Komunikasi Efektif antara Suami dan Istri

Sumber Gambar: Freepik

Komunikasi yang terbuka dan jujur adalah kunci utama dalam menjaga hubungan rumah tangga. Suami dan istri perlu saling mendengarkan, menghargai pendapat, dan menyelesaikan masalah tanpa emosi berlebihan. Dengan komunikasi yang baik, kesalahpahaman dapat dihindari, dan hubungan menjadi lebih hangat serta harmonis.

3. Mengutamakan Kasih Sayang dan Sikap Lemah Lembut

Sumber Gambar: Freepik

Islam mengajarkan pentingnya kasih sayang dan kelembutan dalam kehidupan berumah tangga. Sikap lemah lembut dapat menciptakan suasana yang penuh ketenangan dan mengurangi konflik. Dengan saling menyayangi, pasangan akan lebih mudah saling memaafkan dan menghargai satu sama lain.

4. Menjaga Amanah dan Kepercayaan dalam Hubungan

Sumber Gambar: Freepik

Kepercayaan adalah fondasi penting yang harus dijaga dalam pernikahan. Suami dan istri perlu memegang amanah, baik dalam hal keuangan, kesetiaan, maupun tanggung jawab keluarga. Jika kepercayaan dijaga dengan baik, hubungan akan semakin kokoh dan jauh dari kecurigaan.

5. Mendidik Anak dengan Teladan Islami

Sumber Gambar: Freepik

Anak adalah amanah Allah yang harus dibimbing dengan kasih dan keteladanan. Orang tua perlu menjadi contoh dalam ibadah, akhlak, dan kedisiplinan. Pendidikan dengan nilai-nilai Islam sejak dini akan membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan berbakti kepada orang tua.

6. Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Teladan Kehidupan Rumah Tangga

Sumber Gambar: Freepik

Rasulullah SAW adalah contoh sempurna dalam memperlakukan keluarga dengan penuh cinta, sabar, dan tanggung jawab. Meneladani beliau dalam bersikap, berkomunikasi, dan memimpin keluarga akan membawa kedamaian dan keberkahan dalam rumah tangga. Dengan meniru akhlak Rasulullah, keluarga akan tumbuh dalam cinta dan ridha Allah SWT.

Kesimpulan

Keharmonisan rumah tangga dalam Islam berawal dari niat yang tulus untuk membangun keluarga atas dasar iman dan takwa. Dengan menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman hidup, setiap anggota keluarga akan lebih mudah menumbuhkan rasa saling menghormati, memahami, dan menyayangi satu sama lain. Nilai-nilai seperti komunikasi yang baik, amanah, dan kasih sayang menjadi kunci penting dalam menjaga keutuhan hubungan.

Selain itu, meneladani Rasulullah SAW dalam bersikap terhadap keluarga merupakan langkah nyata untuk menciptakan rumah tangga yang penuh berkah. Dengan terus memperbaiki diri dan menjalankan peran masing-masing dengan tanggung jawab, keluarga akan tumbuh menjadi tempat yang damai, penuh cinta, dan diridhai Allah SWT.

Referensi:

orami.co.id/magazine/keluarga-harmonis

https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8186633/tips-menjaga-keharmonisan-rumah-tangga-dalam-islam

FAQ

Keluarga harmonis dalam Islam adalah keluarga yang dibangun di atas keimanan, kasih sayang, saling menghormati, dan bekerja sama dalam kebaikan serta ketaatan kepada Allah SWT.

Iman menjadi pondasi utama yang menuntun setiap anggota keluarga untuk bersikap sabar, adil, dan saling memaafkan dalam menghadapi ujian kehidupan.

Komunikasi yang baik bisa dijaga dengan saling mendengarkan, tidak menyalahkan, serta menyampaikan perasaan dan kebutuhan dengan cara yang lembut dan sopan.

Apa itu Tepuk Sakinah: Pengertian, Lirik, dan Manfaatnya dalam Pernikahan Islam

Dalam membangun keluarga yang harmonis dan penuh kasih, peran edukasi dan nilai-nilai islami menjadi pondasi penting. Salah satu inisiatif menarik yang menggabungkan keduanya adalah Tepuk Sakinah, sebuah program kreatif yang mengajak pasangan dan keluarga muda untuk menanamkan semangat sakinah, mawaddah, warahmah dengan cara yang menyenangkan dan mudah diingat.

Melalui gerakan dan liriknya yang sederhana, Tepuk Sakinah bukan hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga sarana refleksi tentang makna cinta dan ketenangan dalam rumah tangga. Sahabat Muslim dapat simak artikel ini untuk mengetahui konsep, lirik, dan manfaat program Tepuk Sakinah diterapkan dalam kehidupan pernikahan islami.

Ringkasan

  • Islam melarang tindakan istihza, yaitu mengolok-olok atau mempermalukan orang lain karena dapat merusak kehormatan dan hubungan sosial.
  • Sakhr termasuk bentuk ejekan atau penghinaan yang bertujuan merendahkan orang lain, dan dikecam dalam Al-Qur’an.
  • Talmiz (lamz/lumaz) merupakan sindiran atau celaan halus yang tetap tergolong perundungan dan harus dihindari oleh setiap muslim.

Apa itu Tepuk Sakinah?

Sumber Gambar: Freepik

Tepuk Sakinah adalah sebuah program edukatif yang diperkenalkan oleh Kementerian Agama melalui program Bimbingan Perkawinan untuk menanamkan nilai-nilai keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah. Program ini dikemas lewat tepuk berirama dengan lirik islami sederhana agar pesan moralnya mudah dipahami dan menyenangkan.

Tujuan utama Tepuk Sakinah adalah menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya membangun keluarga harmonis yang dilandasi kasih sayang, tanggung jawab, dan keimanan. Melalui kegiatan sederhana ini, masyarakat diajak untuk memahami makna pernikahan dalam Islam secara lebih menyenangkan dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

Apa Makna Lirik Tepuk Sakinah?

Sumber Gambar: Freepik

Tepuk Sakinah bukan sekadar permainan tepuk tangan, tetapi sarana edukatif yang mengajarkan nilai-nilai rumah tangga islami dengan cara yang ceria dan mudah diingat. Berikut adalah lirik dari Tepuk Sakinah:

Berpasangan … Berpasangan … Berpasangan (tepuk 3x)

Janji Kokoh … Janji Kokoh … Janji Kokoh (tepuk 3x)

Saling Cinta

Saling Hormat

Saling Jaga

Saling Ridho

Musyawarah untuk Sakinah

Lirik Tepuk Sakinah menggambarkan cita-cita keluarga ideal dalam Islam, yaitu rumah tangga yang penuh ketenangan, cinta, dan kasih sayang. Melalui tepuk ini, nilai-nilai keharmonisan keluarga disampaikan dengan cara menyenangkan, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak maupun pasangan muda.

Apa Manfaat Program Tepuk Sakinah dalam Pernikahan Islam?

Sumber Gambar: Freepik

Program Tepuk Sakinah bukan hanya kegiatan seru dan interaktif, tetapi juga sarana dakwah yang menyampaikan pesan penting tentang nilai-nilai keluarga islami dengan cara yang menyenangkan dan mudah diingat. Berikut adalah beberapa manfaat lainnya dari program Tepuk Sakinah:

Mengajarkan Nilai Rumah Tangga Islami

Melalui liriknya yang sederhana, Tepuk Sakinah membantu peserta memahami makna sakinah, mawaddah, dan rahmah sebagai pondasi keluarga yang harmonis dalam ajaran Islam.

Menumbuhkan Kesadaran akan Peran Suami dan Istri

Program ini mendorong suami dan istri untuk saling menghargai dan bekerja sama membangun rumah tangga yang tenang, penuh cinta, dan kasih sayang.

Menjadi Media Dakwah yang Kreatif

Dengan konsep tepuk tangan berirama, pesan moral tentang keluarga sakinah disampaikan secara ringan dan mudah diterima oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak dan remaja.

Memperkuat Nilai Kebersamaan dalam Keluarga

Aktivitas bersama seperti Tepuk Sakinah dapat mempererat hubungan antar anggota keluarga, menciptakan suasana kebahagiaan dan kekompakan di rumah.

Kesimpulan

Program Tepuk Sakinah hadir sebagai cara kreatif untuk menanamkan nilai-nilai keluarga islami melalui kegiatan yang sederhana namun bermakna. Dengan lirik yang mudah diingat dan irama tepuk tangan yang menyenangkan, pesan tentang pentingnya membangun rumah tangga yang sakinah dapat tersampaikan dengan efektif kepada berbagai kalangan.

Lebih dari sekadar kegiatan interaktif, Tepuk Sakinah menjadi sarana edukatif dan dakwah yang menumbuhkan kesadaran tentang peran, tanggung jawab, dan nilai kebersamaan dalam keluarga. Melalui program ini, diharapkan setiap pasangan dan keluarga muslim dapat menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan rumah tangga dengan penuh cinta dan ketulusan.

Referensi:

https://blog.amikom.ac.id/lirik-tepuk-sakinah/

https://www.detik.com/jogja/berita/d-8130538/apa-itu-tepuk-sakinah-dan-gimana-liriknya-ini-arti-dan-penjelasan-lengkapnya

FAQ

Program ini umumnya dilakukan dalam kegiatan bimbingan perkawinan, penyuluhan keluarga, atau kegiatan sosial keagamaan yang diselenggarakan oleh Kemenag dan lembaga keislaman.

Masyarakat dapat mengikuti program ini melalui kegiatan resmi Kemenag, penyuluhan keluarga sakinah di KUA, atau pelatihan yang diadakan oleh penyuluh agama setempat.

Tepuk Sakinah juga bisa diajarkan kepada remaja, pelajar, dan masyarakat luas agar memahami nilai keluarga sakinah sejak dini.

10 Sahabat Nabi yang Mendapat Jaminan Surga dan Amal Mulianya

10 sahabat Nabi Muhammad SAW yang dijamin masuk surga adalah sosok-sosok mulia yang mengabdikan hidup mereka demi menegakkan Islam. Mereka bukan hanya dikenal karena kedekatan dengan Rasulullah, tetapi juga karena amal saleh, keberanian, dan keteguhan hati dalam membela agama Allah. 

Dalam artikel ini, Sahabat Muslim akan mengenal lebih dekat siapa saja 10 sahabat Nabi tersebut, bagaimana perjuangan mereka, serta amal mulia yang membuat mereka mendapatkan jaminan surga. Yuk, simak kisah inspiratif mereka hingga akhir agar kita bisa meneladani semangat iman dan pengorbanannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ringkasan

  • Islam melarang tindakan istihza, yaitu mengolok-olok atau mempermalukan orang lain karena dapat merusak kehormatan dan hubungan sosial.
  • Sakhr termasuk bentuk ejekan atau penghinaan yang bertujuan merendahkan orang lain, dan dikecam dalam Al-Qur’an.
  • Talmiz (lamz/lumaz) merupakan sindiran atau celaan halus yang tetap tergolong perundungan dan harus dihindari oleh setiap muslim.

1. Abu Bakar Ash-Shiddiq

Salah satu nama sahabat paling dekat dengan Rasulullah SAW adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq, yang mendapat gelar Ash-Shiddiq karena selalu membenarkan beliau, termasuk peristiwa Isra’ Mi’raj. Ia menemani Nabi dalam hijrah, menginfakkan seluruh hartanya untuk Islam, dan menjadi khalifah pertama setelah wafat Rasulullah.

2. Umar bin Khattab

Pemimpin dengan ketegasan luar biasa adalah Umar bin Khattab. Awalnya menentang Islam, ia kemudian menjadi salah satu pembela terkuat agama ini. Sebagai khalifah kedua, ia dijuluki Al-Faruq karena keberaniannya membedakan kebenaran dan kebatilan, serta memimpin dengan adil dan bijaksana.

3. Utsman bin Affan

Sosok yang penuh kelembutan dan dermawan adalah Utsman bin Affan. Ia membiayai perluasan Masjid Nabawi dan Masjid Al-Haram, serta berjasa mengumpulkan mushaf Al-Qur’an. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai penghuni surga, dan kebaikannya dikenang sepanjang sejarah Islam.

4. Ali bin Abi Thalib

Keberanian dan keilmuan yang luar biasa melekat pada Ali bin Abi Thalib. Dijuluki “Singa Allah”, ia tak pernah gentar dalam pertempuran. Sebagai khalifah keempat, Ali dikenal zuhud, adil, dan bijaksana, menjadikannya pemimpin yang sangat dihormati.

5. Thalhah bin Ubaidillah

Pengorbanan besar dalam Perang Uhud dilakukan oleh Thalhah bin Ubaidillah. Ia rela terluka parah demi melindungi Rasulullah, hingga Nabi menjulukinya “syahid yang hidup”. Selain dermawan, Thalhah juga termasuk golongan awal yang masuk Islam.

6. Zubair bin Awwam

Kesetiaan tanpa ragu tercermin pada Zubair bin Awwam, sepupu Rasulullah SAW yang termasuk golongan pertama masuk Islam. Dikenal sebagai prajurit gagah berani, ia dijuluki Hawari, yakni pengikut setia Nabi yang selalu berada di garis depan pertempuran.

7. Abdurrahman bin Auf

Teladan kedermawanan dan kerendahan hati ditunjukkan oleh Abdurrahman bin Auf. Meski sangat kaya, ia hidup sederhana dan banyak mendermakan hartanya untuk perjuangan Islam. Ia juga selalu mendampingi Rasulullah dalam perjuangan dakwah.

8. Sa’ad bin Abi Waqqas

Doa-doa yang mustajab menjadi ciri utama Sa’ad bin Abi Waqqas. Ia dikenal sebagai pelempar panah pertama dalam Islam dan selalu berani menghadapi pertempuran. Keimanannya terbukti sejak awal karena ia termasuk sahabat pertama yang memeluk Islam.

9. Sa’id bin Zaid

Kesetiaan yang konsisten terlihat pada Sa’id bin Zaid. Ia masuk Islam sejak awal bersama istrinya, Fathimah, saudari Umar bin Khattab. Selalu ikut dalam perjuangan Rasulullah, kecuali Perang Badar, dan doa-doanya dikenal mustajab.

10. Abu Ubaidillah bin Jarrah

Kerendahan hati dan kejujuran yang tinggi dimiliki Abu Ubaidillah bin Jarrah. Rasulullah menjulukinya Amirul Umara atau pemimpin para pemimpin. Ia selalu mendahulukan kepentingan Islam, serta memimpin dengan adil dan bijaksana.

Kesimpulan

Sepuluh sahabat Nabi yang mendapat jaminan surga adalah teladan nyata dalam keimanan, pengorbanan, dan keteguhan membela Islam. Setiap kisah hidup mereka mengajarkan bahwa kejayaan dan kemuliaan tidak hanya diukur dari kedudukan dunia, tetapi juga dari keikhlasan dalam beramal.

Melalui perjuangan dan keteladanan mereka, kita belajar bahwa iman yang kuat, kesetiaan kepada Rasulullah, serta pengorbanan untuk agama merupakan jalan menuju ridha Allah. Oleh karena itu, Sahabat Muslim dapat mengambil inspirasi untuk memperkuat iman, beramal dengan ikhlas, dan terus berjuang menegakkan nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.

Referensi:

https://www.keboncinta.com/detail/nama-nama-10-sahabat-nabi-yang-dijamin-surga

https://bmm.or.id/artikel/mengenal-10-sahabat-nabi-yang-dijamin-masuk-surga-dan-keutamaan-mereka-eJI

FAQ

10 sahabat ini dikenal karena iman yang kokoh, pengorbanan luar biasa, serta peran penting mereka dalam dakwah dan perjuangan Islam sejak awal. 

Umat Islam bisa meneladani mereka dengan menumbuhkan keimanan yang kuat, menegakkan kebenaran, berani berkorban demi kebaikan, serta menjaga keikhlasan dalam ibadah dan kehidupan sehari-hari.

Istilah ini berasal dari hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ahmad, di mana beliau menyebut sepuluh sahabat secara langsung sebagai penghuni surga.

6 Tips Wisata Halal agar Liburan ke Luar Negeri Lebih Nyaman

Liburan ke luar negeri tentu menjadi pengalaman seru, apalagi jika bisa tetap menjaga kenyamanan beribadah dan gaya hidup sesuai nilai Islami. Dengan perencanaan yang tepat, perjalanan tidak hanya menyenangkan tetapi juga tenang karena tetap selaras dengan prinsip halal.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan agar perjalanan tetap ramah muslim, mulai dari riset destinasi hingga memilih kuliner halal. Supaya perjalanan Sahabat Muslim lebih lancar, simak artikel ini sampai akhir untuk menemukan apa saja tips wisata halal yang bisa jadi panduan liburan.

Ringkasan

  • Islam melarang tindakan istihza, yaitu mengolok-olok atau mempermalukan orang lain karena dapat merusak kehormatan dan hubungan sosial.
  • Sakhr termasuk bentuk ejekan atau penghinaan yang bertujuan merendahkan orang lain, dan dikecam dalam Al-Qur’an.
  • Talmiz (lamz/lumaz) merupakan sindiran atau celaan halus yang tetap tergolong perundungan dan harus dihindari oleh setiap muslim.

1. Riset Destinasi Ramah Muslim

Sebelum berangkat, penting untuk melakukan riset mengenai negara atau kota tujuan yang ramah bagi wisatawan muslim. Dengan begitu, Sahabat Muslim bisa menemukan informasi tentang masjid, fasilitas ibadah, hingga kawasan dengan komunitas muslim. Langkah ini merupakan salah satu tips traveling halal yang akan membuat perjalanan lebih nyaman.

Selain itu, riset juga membantu kamu memilih destinasi yang sesuai dengan kebutuhan, baik dari segi kuliner maupun budaya. Dengan menyiapkan diri sejak awal, kamu dapat menerapkan tips wisata halal yang memastikan liburan tetap menyenangkan sekaligus sesuai nilai Islami. 

2. Cari Informasi Restoran dan Kuliner Halal

Menjaga asupan makanan selama bepergian ke luar negeri sangat penting, terutama bagi wisatawan muslim. Maka, mencari informasi restoran halal di sekitar tujuan menjadi bagian dari tips traveling halal yang tak boleh dilewatkan. Sahabat Muslim bisa menggunakan aplikasi atau website khusus yang merekomendasikan kuliner halal.

Dengan menerapkan tips liburan halal ini, kamu tidak perlu ragu lagi saat mencoba makanan lokal. Selain terjamin kehalalannya, kuliner tersebut juga membuat pengalaman liburan lebih lengkap. 

3. Manfaatkan Aplikasi Penunjang Wisata Halal

Teknologi kini memudahkan wisatawan muslim untuk merencanakan perjalanan. Ada banyak aplikasi yang membantu mencari arah kiblat, waktu shalat, hingga rekomendasi restoran halal. Menggunakan aplikasi ini adalah tips wisata halal yang efektif agar perjalanan lebih praktis.

Selain mempermudah, aplikasi juga memastikan pengalaman liburan lebih tenang dan terarah. Ini termasuk bagian penting dari tips traveling halal yang bisa diterapkan siapa saja. 

4. Prioritaskan Akomodasi dengan Fasilitas Ibadah

Memilih penginapan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga fasilitas yang mendukung ibadah. Hotel dengan arah kiblat di kamar atau akses ke masjid terdekat adalah contoh sederhana dari tips traveling halal yang bisa diikuti.

Fasilitas ini akan sangat membantu menjaga rutinitas ibadah selama perjalanan. Dengan begitu, tips wisata halal terkait akomodasi bisa menjadi prioritas utama. Jadi, jangan lupakan tips liburan halal ini agar pengalaman menginap tetap nyaman sekaligus sesuai kebutuhan spiritual.

5. Atur Jadwal Perjalanan Sesuai Waktu Shalat

Salah satu tips traveling halal yang penting adalah mengatur jadwal perjalanan agar tidak berbenturan dengan waktu shalat. Perencanaan sederhana ini bisa dilakukan dengan memasukkan waktu shalat ke dalam itinerary perjalanan.

Hal ini menunjukkan bahwa liburan tetap bisa selaras dengan kewajiban ibadah. Dengan mengikuti tips wisata halal ini, perjalanan terasa lebih terarah dan bermakna demi menjaga keseimbangan antara hiburan dan kewajiban.

6. Jaga Etika dan Nilai Islami di Negara Tujuan

Selain faktor makanan dan ibadah, menjaga etika juga bagian penting dari tips wisata halal. Menghormati budaya setempat sekaligus tetap memegang teguh nilai Islami akan membuat kamu diterima dengan baik oleh masyarakat lokal.

Etika dalam berpakaian, berbicara, dan bersikap mencerminkan identitas muslim yang positif. Dengan menerapkan tips traveling halal ini, perjalanan akan lebih aman dan nyaman.

Kesimpulan

Menjalani liburan halal di luar negeri bukanlah hal sulit jika kita tahu cara mengatur setiap langkahnya dengan baik. Mulai dari mencari akomodasi ramah muslim, kuliner halal, hingga memanfaatkan teknologi, semua bisa membuat perjalanan lebih nyaman dan berkesan.

Dengan menerapkan berbagai tips wisata halal ini, Sahabat Muslim tidak hanya mendapatkan pengalaman liburan yang seru, tetapi juga tetap terjaga nilai spiritualnya. Jadi, pastikan setiap perjalanan yang kamu rencanakan selalu berlandaskan keseimbangan antara hiburan dan ibadah.

Referensi:

https://eraspace.com/artikel/post/simak-tips-wisata-halal-luar-negeri-yang-mudah-dan-seru

https://kumparan.com/kumparantravel/5-tips-traveling-halal-saat-liburan-ke-luar-negeri-24R2ualOcsG

FAQ

Wisata halal adalah konsep perjalanan yang memperhatikan kebutuhan wisatawan muslim, mulai dari makanan, ibadah, hingga menjaga etika Islami selama liburan.

Perjalanan jadi lebih nyaman, aman, sesuai kebutuhan spiritual, serta tetap menjaga nilai Islami tanpa mengurangi keseruan liburan.

Kamu bisa mencari referensi dari komunitas traveler muslim, blog perjalanan, hingga aplikasi khusus wisata halal.

Cara Mudah Sedekah Subuh di Rumah yang Membawa Berkah Hidup

Sedekah subuh adalah amalan memberi sebagian harta tepat setelah waktu subuh, yang diyakini memiliki keutamaan besar dalam menarik keberkahan hidup dan membuka pintu rezeki. Amalan ini tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga menjadi sarana membantu sesama yang membutuhkan.

Melakukan sedekah subuh sebenarnya bisa dilakukan dengan cara sederhana meski hanya dari rumah. Oleh karena itu, Sahabat Muslim dapat simak artikel ini sampai selesai untuk mengetahui apa saja tips sedekah subuh yang bisa membawa kebaikan dan keberkahan dalam hidup.

Ringkasan

  • Islam melarang tindakan istihza, yaitu mengolok-olok atau mempermalukan orang lain karena dapat merusak kehormatan dan hubungan sosial.
  • Sakhr termasuk bentuk ejekan atau penghinaan yang bertujuan merendahkan orang lain, dan dikecam dalam Al-Qur’an.
  • Talmiz (lamz/lumaz) merupakan sindiran atau celaan halus yang tetap tergolong perundungan dan harus dihindari oleh setiap muslim.

Apa Keutamaan Melakukan Sedekah Subuh?

Sumber Gambar: Freepik

Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa setiap subuh ada malaikat yang mendoakan kebaikan bagi orang yang bersedekah dan keburukan bagi yang enggan berbagi. Artinya, sedekah subuh tidak mengurangi harta, justru membuka pintu rezeki jika dilakukan dengan ikhlas dan rutin.

Sedekah subuh bisa berupa uang, makanan, doa, atau membantu sesama. Kuncinya ada pada keikhlasan dan konsistensi, bukan besar kecilnya. Dengan melakukan sedekah, doa lebih mudah terkabul, hati menjadi tenang, dan Allah menjauhkan dari siksa api neraka.

Apa Saja Manfaat Melakukan Sedekah Subuh di Rumah?

Sumber Gambar: Freepik

Sedekah subuh adalah amalan sederhana namun penuh keberkahan yang bisa dilakukan setiap pagi, bahkan dari rumah sekalipun. Meski terlihat kecil, kebiasaan ini membawa banyak manfaat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Berikut beberapa manfaat melakukan sedekah subuh di rumah:

Membuka Pintu Rezeki

Sedekah subuh dipercaya sebagai salah satu jalan terbukanya pintu rezeki yang lebih luas. Setiap kali kita memberi, Allah SWT menjanjikan balasan berlipat ganda, bahkan dari arah yang tidak disangka-sangka. Dengan konsisten bersedekah di waktu subuh, kita menanam benih kebaikan yang kelak berbuah rezeki yang lebih berkah.

Menenangkan Hati

Mengawali hari dengan berbagi menjadikan hati lebih ikhlas dan tenang dalam menjalani aktivitas. Ada rasa lega karena sudah melakukan kebaikan, meski kecil, di awal hari. Rasa syukur pun semakin kuat karena kita mampu memberi manfaat bagi orang lain, bukan hanya fokus pada diri sendiri.

Menghapus Dosa

Setiap manusia tentu tak luput dari kesalahan, dan sedekah subuh bisa menjadi salah satu cara untuk menghapus dosa kecil. Amalan ini ibarat pembersih jiwa, yang membantu kita mendekatkan diri pada Allah SWT. Dengan rutin melakukannya, kita tidak hanya memperbanyak pahala, tetapi juga menjaga hati tetap bersih dari keburukan.

Mempermudah Terkabulnya Doa

Sedekah subuh juga dipercaya sebagai jalan agar doa lebih cepat dikabulkan. Saat kita meringankan beban orang lain, Allah pun akan memudahkan urusan kita. Dengan niat tulus, bantuan kecil yang kita berikan bisa menjadi sebab Allah mengangkat kesulitan hidup yang sedang kita hadapi.

Menjadi Amal Jariyah

Kebaikan dari sedekah subuh bisa menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Misalnya, ketika kita membantu orang yang sedang kesulitan, manfaatnya bisa berlanjut dalam kehidupan mereka. Selama kebaikan itu terus memberi dampak positif, pahala akan tetap mengalir meskipun kita sudah tidak ada di dunia.

Bagaimana Cara Sedekah Subuh di Rumah yang Tepat?

Sumber Gambar: Freepik

Dengan niat yang tulus, Sahabat Muslim dapat menjalankan cara sedekah subuh tanpa harus menunggu kesempatan besar. Berikut beberapa cara melakukan sedekah subuh di rumah yang bisa diterapkan:

Menyisihkan Uang Setiap Pagi

Cara sedekah subuh paling sederhana adalah menyiapkan kotak khusus di rumah untuk menyimpan sedekah setiap selesai shalat subuh. Jumlahnya tidak harus besar, yang terpenting adalah konsistensi. Dengan cara ini, Anda sudah mempraktikkan cara melakukan sedekah subuh secara rutin dan mudah.

Memberikan Makanan atau Kebutuhan Pokok

Selain uang, cara sedekah subuh juga bisa dilakukan dengan membagikan makanan atau kebutuhan pokok. Misalnya dengan menyiapkan sarapan untuk tetangga, keluarga, atau orang yang membutuhkan. Cara melakukan sedekah subuh seperti ini memberi manfaat langsung dan membawa kebahagiaan bagi penerima.

Membantu Orang Sekitar

Sedekah tidak selalu berbentuk materi. Cara sedekah subuh bisa diwujudkan dengan membantu pekerjaan rumah, mengantar orang tua, atau sekadar meringankan beban tetangga. Dengan cara melakukan sedekah subuh ini, kita melatih diri untuk peka dan peduli pada sekitar.

Melantunkan Doa dan Dzikir

Jika belum bisa memberi materi, cara sedekah subuh dapat dilakukan dengan doa dan zikir untuk orang lain. Doa yang tulus di waktu subuh menjadi bentuk sedekah hati yang bernilai pahala besar. Cara melakukan sedekah subuh ini mengajarkan kita untuk berbagi kebaikan, meski hanya dengan lisan.

Menggunakan Dompet Digital

Di era modern, cara melakukan sedekah subuh bisa dilakukan melalui aplikasi dompet digital. Banyak lembaga zakat dan masjid menyediakan fitur donasi online yang bisa diakses setiap pagi. Ini adalah cara sedekah subuh yang praktis, terutama bagi Anda yang ingin langsung menyalurkan sedekah ke penerima manfaat.

Kesimpulan

Dari rumah pun, Sahabat Muslim bisa menjalankannya dengan berbagai cara, mulai dari menyisihkan sedikit rezeki, membantu orang sekitar, hingga mendoakan kebaikan bagi sesama. Dengan melatih diri untuk rutin bersedekah setiap subuh, hidup akan terasa lebih tenang, hati lebih lapang, dan rezeki insyaAllah semakin berkah.

Kini, sedekah subuh jadi semakin mudah dengan aplikasi ArahMuslim. Melalui ArahMuslim, Sahabat Muslim bisa menyalurkan sedekah secara praktis kapan saja tanpa harus menunggu kesempatan tertentu. Maka, mulai rutinkan sedekah subuh dari rumah dengan ArahMuslim dan raih keberkahan hidup yang lebih bermakna setiap harinya.

Referensi:

https://baznas.go.id/artikel-show/Bagaimana-Cara-Sedekah-Subuh-di-Rumah-dengan-Mudah-dan-Berkah/1330

https://www.detik.com/hikmah/ziswaf/d-7412271/cara-sedekah-subuh-di-rumah-sendiri-dan-keutamaannya

FAQ

Jika terlewat, Anda tetap bisa bersedekah di waktu lain, namun mengutamakannya di subuh akan lebih utama karena sesuai dengan hadis.

Keutamaannya ada pada waktu subuh yang penuh keberkahan, sehingga doa malaikat menyertai orang yang bersedekah pada waktu tersebut.

Saat ini banyak lembaga zakat dan masjid menyediakan layanan donasi digital yang memudahkan bersedekah dari rumah.

Mengenal Nama Pintu Masuk Masjidil Haram yang Wajib Jamaah Haji dan Umrah Ketahui

Beribadah di Masjidil Haram menjadi impian setiap Sahabat Muslim, dan mengenali pintu masuknya bisa sangat membantu jamaah saat melaksanakan haji maupun umrah. Dengan banyaknya gerbang yang ada, mengetahui nama dan letaknya akan memudahkan akses sekaligus menghindari kebingungan di tengah padatnya jamaah.

Setiap pintu Masjidil Haram memiliki nama dan makna tersendiri yang patut dipahami. Yuk, simak artikel ini untuk mengenal lebih jauh nama-nama pintu masuk Masjidil Haram agar perjalanan ibadah semakin lancar dan khusyuk.

Ringkasan

  • Islam melarang tindakan istihza, yaitu mengolok-olok atau mempermalukan orang lain karena dapat merusak kehormatan dan hubungan sosial.
  • Sakhr termasuk bentuk ejekan atau penghinaan yang bertujuan merendahkan orang lain, dan dikecam dalam Al-Qur’an.
  • Talmiz (lamz/lumaz) merupakan sindiran atau celaan halus yang tetap tergolong perundungan dan harus dihindari oleh setiap muslim.

Pintu Bab Abdullah

Sumber Gambar: umrahbandung.id

Pintu Bab Abdullah adalah salah satu pintu masuk Masjidil Haram yang sering dipilih jamaah karena letaknya strategis. Sebagai bagian dari gerbang Masjidil Haram, pintu ini memudahkan akses ke area dalam yang ramai sekaligus dekat dengan fasilitas utama.

Nama pintu ini diambil dari sosok penting dalam sejarah Islam, menjadikannya bukan sekadar akses biasa. Tak heran jika banyak jamaah yang menganggap Bab Abdullah sebagai pintu utama Masjidil Haram dalam perjalanan ibadah mereka.

Pintu Bab Fatah

Sumber Gambar: rawdaumroh.com

Bab Fatah dikenal sebagai gate Masjidil Haram yang memiliki makna mendalam karena merujuk pada peristiwa Fathu Makkah. Pintu ini ramai digunakan jamaah untuk masuk ke area tawaf, menjadikannya salah satu pintu masuk Masjidil Haram yang populer.

Selain fungsi praktisnya, Bab Fatah juga memiliki nilai sejarah yang tinggi. Banyak jamaah merasa bahwa melewati pintu ini menghadirkan nuansa spiritual yang lebih kuat dibanding gerbang lainnya.

Pintu Bab Al Fahad

Sumber Gambar: www.islampos.com

Bab Al Fahad merupakan salah satu gerbang Masjidil Haram modern yang dibangun untuk menampung semakin banyak jamaah. Desainnya luas dan megah, membuat pintu ini berfungsi sebagai pintu utama Masjidil Haram pada saat kondisi ramai.

Dengan fasilitas yang diperbarui, gate Masjidil Haram ini sering dipilih karena memberi kenyamanan lebih. Bab Al Fahad menjadi simbol adaptasi Masjidil Haram terhadap kebutuhan jamaah masa kini.

Pintu Bab Umrah

Sumber Gambar: img.okezone.com

Bab Umrah adalah pintu masuk Masjidil Haram yang biasanya digunakan oleh jamaah yang baru tiba untuk menunaikan ibadah umrah. Lokasinya memudahkan jamaah untuk langsung mengakses area tawaf tanpa berputar jauh.

Sebagai salah satu pintu utama Masjidil Haram, Bab Umrah menjadi favorit karena posisinya strategis. Tak hanya praktis, pintu ini juga mengingatkan jamaah akan niat ibadah yang dibawa sejak awal.

Pintu Bab Shofa

Sumber Gambar: static.republika.co.id

Bab Shofa adalah gate Masjidil Haram yang mengarah langsung ke Bukit Shafa, tempat penting dalam rangkaian ibadah sa’i. Jamaah haji dan umrah sangat terbantu dengan adanya pintu masuk Masjidil Haram ini karena lokasinya tepat di jalur ibadah.

Pintu ini kerap dipadati jamaah, terutama saat melaksanakan sa’i. Keberadaan Bab Shofa menjadikannya salah satu gerbang Masjidil Haram yang paling vital dan sering digunakan.

Pintu Bab As-Salaam 

Sumber Gambar: cdn.himpuh.or.id

Bab As-Salaam atau Pintu Salam dikenal sebagai pintu utama Masjidil Haram yang penuh makna sejarah. Nabi Muhammad SAW disebut pernah melewati gerbang Masjidil Haram ini saat pertama kali masuk ke Masjidil Haram.

Nilai sejarah dan spiritualnya menjadikan Bab As-Salaam sebagai gate Masjidil Haram yang paling istimewa. Banyak jamaah memilih melewati pintu ini dengan harapan mendapat keberkahan dan keselamatan dalam ibadah.

Kesimpulan

Mengetahui nama-nama pintu masuk Masjidil Haram sangat penting bagi jamaah haji maupun umrah agar lebih mudah mengenali jalur keluar masuk. Setiap pintu memiliki fungsi, letak, bahkan nilai sejarah tersendiri yang bisa memudahkan perjalanan ibadah di tengah ramainya jamaah.

Selain sebagai akses fisik, gerbang Masjidil Haram juga menyimpan makna spiritual yang mendalam. Dengan memahami nama dan maknanya, jamaah dapat merasakan pengalaman ibadah yang lebih khusyuk sekaligus terarah.

Referensi:

https://www.jejakimani.com/artikel/pintu-utama-masjidil-haram

https://www.rawdaumroh.com/mengenal-pintu-masuk-masjidil-haram-dan-namanya/

FAQ

Jamaah biasanya memilih pintu berdasarkan tujuan ibadah, seperti mendekati area tawaf, sa’i, atau pintu dengan akses terdekat dari hotel dan transportasi.

Umumnya pintu Masjidil Haram buka 24 jam, namun saat kondisi tertentu seperti renovasi atau kepadatan jamaah, beberapa pintu bisa ditutup sementara.

Ya, terdapat beberapa pintu yang diperuntukkan khusus untuk jamaah perempuan demi kenyamanan dan keteraturan saat masuk maupun keluar.

7 Hewan yang Haram Dipelihara dalam Islam dan Alasannya

Ada beberapa jenis hewan yang secara jelas dilarang untuk dipelihara karena alasan tertentu, seperti membahayakan, najis, atau mengandung unsur ketidaksucian dalam syariat. Larangan ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari upaya menjaga kebersihan, keamanan, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam artikel ini, Sahabat Muslim akan menemukan penjelasan lengkap mengenai apa saja hewan yang haram dipelihara dalam Islam, disertai alasan dari segi syariat dan manfaat di balik larangan tersebut. Oleh karena itu, simak artikel ini sampai akhir agar lebih paham dan bijak dalam memilih hewan peliharaan.

Ringkasan

  • Islam melarang tindakan istihza, yaitu mengolok-olok atau mempermalukan orang lain karena dapat merusak kehormatan dan hubungan sosial.
  • Sakhr termasuk bentuk ejekan atau penghinaan yang bertujuan merendahkan orang lain, dan dikecam dalam Al-Qur’an.
  • Talmiz (lamz/lumaz) merupakan sindiran atau celaan halus yang tetap tergolong perundungan dan harus dihindari oleh setiap muslim.

1. Anjing

Sumber Gambar: Freepik

Dalam Islam, anjing tergolong hewan najis, terutama air liurnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa jika seekor anjing menjilat wadah milik kalian, maka harus dicuci tujuh kali, salah satunya dengan tanah (HR. Muslim). Memelihara anjing di dalam rumah dilarang, kecuali untuk keperluan menjaga ternak, berburu, atau keamanan.

Selain itu, malaikat rahmat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing (HR. Bukhari dan Muslim). Hal ini menunjukkan bahwa memelihara anjing tanpa alasan syar’i tidak hanya dilarang, tetapi juga bisa menghalangi keberkahan dalam rumah tangga.

2. Babi

Sumber Gambar: Freepik

Babi secara tegas diharamkan dalam Al-Qur’an untuk dikonsumsi karena dianggap najis dan membahayakan kesehatan (QS. Al-Baqarah: 173). Dalam konteks kepemilikan, babi termasuk salah satu hewan yang tidak boleh dipelihara dalam Islam karena najis seluruh tubuhnya, baik daging, darah, maupun kulitnya.

Memelihara babi juga dapat menimbulkan kerugian moral dan sosial karena bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menekankan kesucian dan kebersihan. Oleh sebab itu, umat Muslim dilarang untuk membudidayakan atau memeliharanya, bahkan untuk kepentingan bisnis.

3. Ular

Sumber Gambar: Freepik

Ular dianggap hewan berbahaya yang bisa mengancam keselamatan manusia. Dalam beberapa riwayat hadits, Nabi Muhammad menganjurkan untuk membunuh ular yang masuk ke rumah karena bisa mengganggu dan mencelakai penghuni rumah (HR. Muslim).

Selain faktor bahayanya, ular juga termasuk hewan yang dilarang dipelihara dalam Islam karena tidak membawa manfaat jelas dalam kehidupan sehari-hari. Islam melarang memelihara hewan yang dapat membahayakan jiwa atau mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.

4. Burung Hantu

Sumber Gambar: Freepik

Burung hantu sering dikaitkan dengan hal mistis dan dianggap pembawa sial dalam banyak budaya. Meskipun Islam tidak membenarkan takhayul, burung hantu tetap tidak dianjurkan untuk dipelihara karena tidak memiliki manfaat praktis yang jelas dan kerap menimbulkan ketakutan di masyarakat.

Beberapa ulama juga menyebutkan bahwa memelihara hewan malam seperti burung hantu kurang sesuai karena cenderung mengganggu ritme kehidupan rumah tangga. Dalam Islam, hewan yang dipelihara sebaiknya memberi manfaat, bukan justru membawa kekhawatiran atau keburukan.

5. Tikus

Sumber Gambar: Freepik

Tikus adalah hewan yang dianggap kotor dan merusak. Dalam hadits, Nabi Muhammad menyebut tikus sebagai hewan fasiq (perusak) dan menyuruh untuk membunuhnya (HR. Muslim). Tikus sering mengotori makanan dan dapat menyebarkan penyakit menular.

Dari sisi kebersihan dan kesehatan, memelihara tikus sangat bertentangan dengan prinsip Islam tentang hidup bersih. Oleh karena itu, tikus termasuk hewan yang haram dipelihara, meskipun sebagian orang menjadikannya peliharaan eksotis.

6. Gagak

Sumber Gambar: Freepik

Gagak disebut dalam hadits sebagai salah satu dari lima hewan yang boleh dibunuh meski sedang ihram (HR. Bukhari dan Muslim), karena ia termasuk hewan pengganggu dan perusak. Gagak juga kerap dikaitkan dengan pertanda buruk dalam berbagai budaya, meski Islam tidak mengajarkan takhayul.

Memelihara gagak dilarang karena karakter agresif dan potensi gangguannya terhadap manusia dan hewan lain. Dari sudut pandang syariat, hewan yang tidak memberikan manfaat atau bahkan bisa membahayakan, sebaiknya tidak dijadikan peliharaan.

7. Kalajengking

Sumber Gambar: Freepik

Kalajengking adalah hewan berbisa yang sangat berbahaya jika menggigit manusia. Dalam hadits, Nabi Muhammad pernah mendoakan keburukan bagi kalajengking karena menyengat manusia tanpa membedakan apakah sedang salat atau tidak (HR. Abu Dawud).

Sifatnya yang berbahaya dan tidak bisa dijinakkan, kalajengking tergolong hewan yang tidak layak dipelihara dalam Islam. Menjaga keselamatan diri dan orang lain merupakan bagian dari prinsip menjaga maqashid syariah.

Kesimpulan

Dalam Islam, memelihara hewan bukan hanya soal hobi atau kesenangan, tetapi juga berkaitan dengan adab, kebersihan, dan keselamatan. Terdapat beberapa hewan yang dilarang untuk dipelihara karena dianggap najis, membahayakan, atau tidak memberikan manfaat yang jelas. 

Dengan memahami alasan di balik larangan memelihara hewan tertentu, Sahabat Muslim dapat lebih bijak dalam memilih hewan peliharaan yang sesuai syariat. Selain menghindari pelanggaran, ini juga menjadi bentuk kepatuhan terhadap nilai-nilai kebersihan, keselamatan, dan keberkahan yang dianjurkan dalam Islam.

Referensi:

https://www.republika.id/posts/43795/hewan-apa-saja-yang-tidak-boleh-dipelihara-dalam-islam

https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7991771/10-hewan-yang-dilarang-untuk-dipelihara-dalam-islam-dan-alasannya

FAQ

Islam melarang memelihara hewan tertentu karena alasan syar’i seperti najis, membahayakan keselamatan, atau tidak memberi manfaat.

Sebaiknya segera mencari solusi yang aman dan bertanggung jawab, seperti menyerahkannya ke pihak berwenang atau lembaga konservasi, agar tidak melanggar syariat dan tetap menjaga keselamatan.

Anjing boleh dipelihara jika untuk keperluan tertentu seperti menjaga rumah, berburu, atau menjaga ternak.

Hukum Penjarahan dalam Aksi Demonstrasi Menurut Islam

Penjarahan kerap terjadi saat aksi demonstrasi berlangsung, terutama ketika situasi menjadi ricuh dan tak terkendali. Tindakan ini sering dianggap sebagai “kesempatan dalam kesempitan”, padahal sesungguhnya menjarah bukan sekadar pelanggaran hukum negara, tetapi juga perbuatan yang bertentangan dengan nilai moral dan agama.

Dalam Islam, setiap harta memiliki hak kepemilikan yang harus dijaga dan tidak boleh diambil secara paksa. Oleh karena itu, penting untuk Sahabat Muslim memahami bagaimana syariat memandang tindakan penjarahan dalam konteks demonstrasi. Mari simak penjelasan lengkapnya pada artikel berikut ini.

Ringkasan

  • Islam melarang tindakan istihza, yaitu mengolok-olok atau mempermalukan orang lain karena dapat merusak kehormatan dan hubungan sosial.
  • Sakhr termasuk bentuk ejekan atau penghinaan yang bertujuan merendahkan orang lain, dan dikecam dalam Al-Qur’an.
  • Talmiz (lamz/lumaz) merupakan sindiran atau celaan halus yang tetap tergolong perundungan dan harus dihindari oleh setiap muslim.

Apa itu Penjarahan dalam Perspektif Islam?

Sumber Gambar: tablighmu.id

Dalam perspektif Islam, penjarahan termasuk kategori ghasab (mengambil hak orang lain secara paksa) atau bahkan sariqah (pencurian), tergantung pada situasinya. Al-Qur’an secara tegas melarang perbuatan merampas harta, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 188 yang melarang memakan harta orang lain dengan cara batil. 

Selain itu, Rasulullah SAW menegaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim bahwa setiap muslim dilarang merusak, menumpahkan darah, dan merampas harta saudaranya. Dengan demikian, penjarahan tidak hanya dipandang sebagai pelanggaran hukum positif, tetapi juga dosa besar dalam pandangan agama.

Pandangan Ulama terhadap Penjarahan Saat Aksi Massa

Sumber Gambar: bincangsyariah.com

Mayoritas ulama menegaskan bahwa penjarahan, baik saat aksi massa maupun dalam kondisi kacau, hukumnya haram karena termasuk perbuatan mengambil hak orang lain secara zalim. Ulama kontemporer seperti Yusuf al-Qaradawi menjelaskan bahwa tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun, karena Islam sangat menekankan perlindungan harta sebagai bagian dari maqashid al-syariah. 

Lembaga fatwa seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menegaskan bahwa menjarah bukan bagian dari demonstrasi yang sah, melainkan tindakan kriminal yang merusak citra umat. Dengan kata lain, penjarahan saat aksi massa tidak hanya mencederai hukum negara, tetapi juga merupakan dosa besar yang bertentangan dengan prinsip Islam tentang keadilan dan amanah.

Bagaimana Cara Menyuarakan Protes Secara Bermartabat Menurut Islam?

Sumber Gambar: islami.co

Melawan ketidakadilan merupakan bagian dari amar ma’ruf nahi munkar, namun Islam menekankan agar dilakukan dengan cara yang tidak menimbulkan kerusakan lebih besar. Bentuknya bisa melalui aksi damai, jalur hukum, kampanye cerdas di media sosial, hingga gerakan boikot ekonomi yang berpengaruh.

Sebaliknya, tindakan merusak fasilitas atau menjarah hanya akan merusak citra perjuangan itu sendiri. Oleh karena itu, perjuangan melawan ketidakadilan harus tetap sejalan dengan prinsip serta menjaga citra Islam sebagai agama yang menjunjung keadilan dan kedamaian.

Kesimpulan

Dalam Islam, penjarahan saat aksi demonstrasi jelas dilarang karena termasuk perbuatan zalim yang merampas hak orang lain. Al-Qur’an dan hadis menegaskan bahwa harta setiap individu harus dilindungi, sehingga mengambilnya dengan paksa, apalagi dalam kerusuhan, dihukumi haram. 

Selain melanggar hukum agama, penjarahan juga membawa dampak buruk bagi kehidupan sosial dan moral masyarakat. Tindakan ini merusak rasa aman, menimbulkan keresahan, serta mengikis nilai kejujuran dan solidaritas. Oleh sebab itu, menjaga ketertiban dan menghindari penjarahan menjadi kewajiban bersama agar aspirasi yang disuarakan dalam demonstrasi tetap sesuai dengan nilai Islam yang menjunjung keadilan dan kemaslahatan.

Referensi:

https://bincangsyariah.com/hukum-islam/ibadah/hukum-menjarah-saat-demonstrasi-dalam-islam/

https://senyummandiri.org/apa-hukum-menjarah-saat-rusuh-islam-menghukuminya-dosa-pencurian/

FAQ

Penjarahan tidak ada kaitannya dengan jihad karena jihad menekankan perjuangan yang adil dan terhormat, bukan mengambil hak orang lain secara zalim.

Hukumnya tetap haram, bahkan lebih berat karena menimbulkan kerusakan sosial yang lebih luas dan masuk kategori tindak kriminal kolektif.

Masyarakat bisa menjaga ketertiban, mengedepankan aspirasi damai, serta bekerjasama dengan aparat agar aksi tidak berujung pada tindakan kriminal.

Mengenal 5 Rukun Islam dan Makna Penting di Baliknya

Menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim tidak terlepas dari kewajiban untuk melaksanakan Rukun Islam. Kelima rukun ini menjadi dasar yang menuntun Sahabat Muslim dalam beribadah sekaligus membentuk kehidupan yang penuh makna. Dengan mengamalkannya, seseorang dapat menjaga hubungan baik dengan Allah SWT sekaligus dengan sesama manusia.

Setiap rukun memiliki nilai dan makna penting yang bisa menjadi pedoman dalam menjalani keseharian. Mulai dari syahadat hingga haji, semua mengajarkan tentang ketundukan, kedisiplinan, dan keikhlasan dalam beribadah. Yuk, simak lebih lanjut artikel ini untuk memahami lebih dalam makna di balik 5 Rukun Islam yang wajib diamalkan.

Ringkasan

  • Islam melarang tindakan istihza, yaitu mengolok-olok atau mempermalukan orang lain karena dapat merusak kehormatan dan hubungan sosial.
  • Sakhr termasuk bentuk ejekan atau penghinaan yang bertujuan merendahkan orang lain, dan dikecam dalam Al-Qur’an.
  • Talmiz (lamz/lumaz) merupakan sindiran atau celaan halus yang tetap tergolong perundungan dan harus dihindari oleh setiap muslim.

Apa itu Rukun Islam?

Sumber Gambar: Freepik

Kata “rukun” dapat dimaknai sebagai tiang atau dasar yang menjadi penopang utama. Dalam konteks bangunan, rukun berfungsi sebagai elemen yang menjaga kekokohan sebuah struktur. Begitu pula dalam ajaran Islam, rukun menjadi pilar utama yang menopang kehidupan seorang Muslim. Tanpa melaksanakan kelima rukun tersebut, kesempurnaan keislaman seseorang belum dapat tercapai.

Adapun “Islam” berarti tunduk dan berserah diri sepenuhnya kepada kehendak Allah SWT demi memperoleh keselamatan dan ketenteraman hidup. Dengan demikian, Rukun Islam adalah lima dasar yang saling berkaitan dan wajib dijalankan oleh Sahabat Muslim sebagai wujud ketundukan kepada Allah.

Apa Saja 5 Rukun Islam?

Sumber Gambar: Freepik

Setiap rukun memiliki peran penting yang saling melengkapi agar seorang Muslim dapat hidup sesuai ajaran Islam. Berikut adalah penjelasan dari lima Rukun Islam yang perlu Sahabat Muslim ketahui:

1. Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat

Syahadat merupakan pintu utama untuk memeluk agama Islam. Dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, seorang Muslim menyatakan pengakuannya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan-Nya. Kalimat ini menjadi dasar keimanan sekaligus identitas seorang Muslim.

Syahadat terdiri dari dua bagian, yaitu syahadat tauhid dan syahadat rasul. Syahadat tauhid menegaskan bahwa hanya Allah SWT yang berhak disembah, sedangkan syahadat rasul menegaskan pengakuan terhadap kerasulan Nabi Muhammad SAW. Dengan melafalkan syahadat, seorang Muslim berkomitmen untuk mengesakan Allah sekaligus meneladani ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

2. Menunaikan Salat Lima Waktu

Salat adalah kewajiban yang harus dilaksanakan lima kali dalam sehari oleh setiap Muslim. Ibadah ini tidak hanya berupa gerakan fisik, tetapi juga sarana untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT melalui doa dan bacaan yang dilantunkan.

Selain memperkuat iman, salat juga memberikan banyak manfaat, mulai dari menenangkan hati, melatih kedisiplinan, hingga menjaga kesehatan tubuh. Setiap rakaat yang dilakukan menjadi pengingat agar manusia selalu dekat dengan Allah SWT dan tidak melupakan kewajiban utamanya di dunia.

3. Membayar Zakat 

Zakat adalah kewajiban seorang Muslim untuk menyisihkan sebagian hartanya dan diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin, yatim piatu, dan orang yang membutuhkan. Melalui zakat, harta seorang Muslim menjadi lebih bersih dan berkah.

Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga berfungsi memperkuat kepedulian sosial dan membantu menciptakan keseimbangan ekonomi di tengah masyarakat. Ada dua jenis zakat, yaitu zakat fitrah yang wajib dibayarkan di bulan Ramadan dan zakat mal yang dikeluarkan dari harta tertentu sesuai ketentuan.

4. Menunaikan Puasa di Bulan Ramadhan

Puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi umat Islam dengan cara menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Meski penuh tantangan, ibadah ini membawa banyak manfaat spiritual maupun fisik.

Puasa melatih kesabaran, menumbuhkan rasa empati kepada sesama, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, puasa juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh dengan memberikan waktu istirahat pada sistem pencernaan. Dengan niat yang tulus, puasa Ramadhan menjadi sarana penyucian diri dan pengendalian hawa nafsu.

5. Melaksanakan Ibadah Haji bagi yang Mampu

Haji adalah ibadah yang dilakukan di Baitullah dengan melaksanakan serangkaian ritual seperti ihram, tawaf, sai, dan wukuf di Arafah. Ibadah ini hanya diwajibkan bagi umat Islam yang mampu secara fisik dan finansial, serta dilakukan sekali seumur hidup.

Haji menjadi simbol penyempurnaan ibadah seorang Muslim karena mengandung makna pengorbanan, persatuan, dan ketaatan penuh kepada Allah SWT. Bagi yang belum mampu, tidak perlu merasa terbebani, sebab Allah SWT tidak memberatkan hamba-Nya di luar batas kemampuannya.

Kesimpulan

Rukun Islam menjadi fondasi utama dalam menjalani kehidupan seorang Muslim. Kelima rukun tersebut tidak hanya sebatas kewajiban, tetapi juga pedoman yang mengarahkan seorang Muslim untuk semakin dekat kepada Allah SWT sekaligus menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. 

Dengan menghayati makna penting di baliknya, Sahabat Muslim diajak untuk tidak hanya beribadah secara ritual, tetapi juga membangun kehidupan yang lebih baik, selaras dengan ajaran Islam.

Referensi:

https://arrayyan.travel/blog/informasi/rukun-islam

https://www.ruangguru.com/blog/rukun-islam

FAQ

Rukun Islam berfokus pada amalan ibadah yang wajib dilakukan seorang Muslim, sedangkan Rukun Iman berkaitan dengan keyakinan dan akidah dalam hati.

Seorang Muslim yang sengaja meninggalkan Rukun Islam tanpa alasan syar’i dianggap belum menyempurnakan keislamannya dan bisa berdosa besar.

Zakat fitrah memang dibayarkan di bulan Ramadhan, tetapi zakat mal dapat dikeluarkan kapan saja sesuai nisab dan haulnya.

7 Syarat Sah Sholat yang Harus Dipenuhi Sebelum Melaksanakan Ibadah

Sholat merupakan ibadah utama dalam Islam yang wajib dikerjakan setiap muslim. Namun, agar salat diterima dan bernilai sah, ada beberapa syarat penting yang perlu dipenuhi sebelum melaksanakannya. Syarat ini menjadi dasar yang memastikan ibadah sholat dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat.

Agar lebih memahami apa saja syarat yang harus dipenuhi, mari simak penjelasan lengkap mengenai 7 syarat sah sholat berikut ini, sehingga ibadah yang Sahabat Muslim kerjakan semakin khusyuk dan diterima oleh Allah SWT.

Ringkasan

  • Islam melarang tindakan istihza, yaitu mengolok-olok atau mempermalukan orang lain karena dapat merusak kehormatan dan hubungan sosial.
  • Sakhr termasuk bentuk ejekan atau penghinaan yang bertujuan merendahkan orang lain, dan dikecam dalam Al-Qur’an.
  • Talmiz (lamz/lumaz) merupakan sindiran atau celaan halus yang tetap tergolong perundungan dan harus dihindari oleh setiap muslim.

1. Memastikan Waktu Sholat Telah Masuk 

Sumber. Gambar: Freepik

Syarat sah shalat yang pertama adalah memastikan waktu shalat sudah tiba sesuai ketentuan. Shalat yang dilakukan sebelum waktunya dianggap tidak sah, sehingga sangat penting untuk memperhatikan tanda-tanda masuknya waktu shalat dengan tepat.

2. Bersih dari Hadats dan Najis 

Sumber. Gambar: Freepik

Kebersihan diri menjadi syarat sah sholat yang wajib dipenuhi, baik dari hadats kecil maupun besar. Selain itu, pakaian dan tempat sholat juga harus terbebas dari najis agar ibadah sholat sah di sisi Allah SWT.

3. Menjaga Aurat Tetap Tertutup 

Sumber. Gambar: Freepik

Menutup aurat adalah salah satu syarat sah sholat yang harus diperhatikan setiap muslim. Laki-laki wajib menutup aurat dari pusar hingga lutut, sedangkan perempuan menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.

4. Mengarahkan Diri ke Arah Kiblat 

Sumber. Gambar: Freepik

Menghadap kiblat termasuk syarat sah shalat yang tidak boleh diabaikan. Arah kiblat menjadi simbol kesatuan umat Islam dalam beribadah, sehingga setiap shalat wajib dilakukan dengan posisi tubuh menghadap ke Ka’bah.

5. Melaksanakan Gerakan dengan Tertib dan Berurutan 

Sumber. Gambar: Freepik

Syarat sah salat lainnya adalah melakukan setiap gerakan dengan tertib sesuai urutan. Gerakan yang berkesinambungan tanpa jeda berlebihan menjaga keutuhan salat agar sah sesuai tuntunan.

6. Menghindari Perkataan atau Gerakan di Luar Rukun Sholat 

Sumber. Gambar: Freepik

Sholat bisa batal jika dilakukan perkataan atau gerakan di luar rukun sholat. Oleh karena itu, menjaga kekhusyukan dan fokus menjadi bagian penting dari syarat sah sholat yang harus dijaga.

7. Menahan Diri dari Makan dan Minum Saat Sholat

Sumber. Gambar: Freepik

Syarat sah shalat terakhir adalah menahan diri dari makan maupun minum selama shalat berlangsung. Jika dilakukan, ibadah akan batal dan tidak memenuhi syarat sah shalat sesuai ketentuan syariat.

Kesimpulan

Memahami syarat sah sholat adalah hal mendasar yang wajib diperhatikan setiap Sahabat Muslim sebelum melaksanakan ibadah. Mulai dari memastikan waktu sholat, menjaga kebersihan diri, menutup aurat, hingga menghadap kiblat, semua menjadi pondasi agar sholat diterima oleh Allah SWT.

Dengan memperhatikan seluruh syarat sah shalat tersebut, shalat tidak hanya sah secara hukum fiqih, tetapi juga menjadi lebih khusyuk dan bermakna. Mari senantiasa menjaga syarat sah shalat agar ibadah yang kita lakukan benar-benar bernilai sebagai bentuk ketaatan dan penghambaan kepada-Nya.

Referensi:

https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8102128/8-syarat-sah-salat-apa-saja

https://rsudsekarwangi.sukabumikab.go.id/islam/detailMateri/syarat-sah-shalat

FAQ

Syarat sah sholat adalah hal-hal yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan sholat, sedangkan rukun sholat adalah bagian dari gerakan dan bacaan yang wajib dilakukan saat sholat berlangsung.

Jika seseorang sadar di tengah sholat bahwa auratnya terbuka, maka sholatnya tidak sah dan wajib diulangi setelah menutup aurat dengan benar.

Sholat tidak sah jika pakaian terkena najis, meskipun sedikit, kecuali najis tersebut sangat sulit dihindari seperti debu jalanan bercampur najis yang tidak terlihat jelas.