Tata Cara Ruqyah Mandiri Sesuai Syariat

Ruqyah merupakan salah satu bentuk ikhtiar yang dilakukan dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan doa untuk memohon perlindungan serta pertolongan kepada Allah SWT. Dalam Islam, ruqyah dapat dilakukan secara mandiri selama bacaan dan praktik yang digunakan tidak bertentangan dengan syariat.

Melakukan ruqyah mandiri juga perlu dilandasi keyakinan bahwa kesembuhan dan perlindungan pada hakikatnya hanya berasal dari Allah SWT. Lalu, bagaimana tata cara ruqyah mandiri yang sesuai dengan syariat? Simak langkah-langkahnya berikut ini.

Ringkasan

  • Ruqyah mandiri dapat menjadi ikhtiar dengan membaca ayat Al-Qur’an dan doa yang sesuai dengan syariat.
  • Pelaksanaannya diawali dengan niat memohon pertolongan Allah, berwudu, membaca ayat dan doa, meniupkan bacaan pada telapak tangan, lalu mengusapkannya ke tubuh.
  • Ruqyah harus dilakukan dengan keyakinan dan tawakal kepada Allah SWT, serta tidak menggunakan mantra atau praktik yang bertentangan dengan syariat.

1. Niat Memohon Pertolongan kepada Allah SWT

Awali ruqyah dengan niat yang tulus untuk memohon pertolongan, perlindungan, dan kesembuhan kepada Allah SWT. Niat ini penting agar ruqyah tidak dipandang sebagai praktik yang memiliki kekuatan sendiri, melainkan sebagai bentuk ikhtiar seorang Muslim dalam mendekatkan diri kepada Allah. 

Tanamkan keyakinan bahwa ayat Al-Qur’an dan doa yang dibaca merupakan sarana, sedangkan Allah SWT adalah satu-satunya Zat yang berkuasa memberikan kesembuhan dan perlindungan.

2. Berwudhu dan Mempersiapkan Diri dengan Tenang

Sumber Gambar: Magnific

Sebelum melakukan ruqyah, Sahabat Muslim dapat berwudu dan mempersiapkan diri di tempat yang bersih serta tenang. Kondisi yang tenang dapat membantu seseorang lebih fokus dalam membaca ayat Al-Qur’an dan berdoa. 

Selain itu, persiapkan hati dengan menghindari pikiran yang berlebihan dan berusahalah untuk menghadirkan keyakinan serta ketawakalan kepada Allah SWT selama proses ruqyah berlangsung.

3. Membaca Ayat-Ayat Al-Qur’an dan Doa Ruqyah

Bacalah ayat-ayat Al-Qur’an dan doa yang sesuai dengan tuntunan Islam. Beberapa bacaan yang umum digunakan dalam ruqyah antara lain Surah Al-Fatihah, Ayat Kursi, Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. 

Bacaan tersebut dapat disertai doa memohon perlindungan dan kesembuhan kepada Allah SWT dengan penuh penghayatan, tanpa menggunakan mantra, jampi, atau bacaan yang tidak diketahui maknanya.

4. Meniupkan Bacaan pada Telapak Tangan

Setelah membaca ayat atau doa, seseorang dapat meniupkan secara ringan pada kedua telapak tangan. Praktik ini dikenal dalam tuntunan Nabi Muhammad SAW ketika membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebelum mengusapkan kedua tangan ke tubuh. 

Tiupan dilakukan secara ringan dan tidak perlu disertai tindakan berlebihan karena inti dari ruqyah tetaplah membaca Al-Qur’an dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.

5. Mengusapkan Tangan ke Bagian Tubuh

Setelah meniupkan bacaan pada telapak tangan, usapkan kedua tangan ke bagian tubuh yang dapat dijangkau, terutama bagian yang terasa tidak nyaman atau sakit. Lakukan dengan tetap membaca doa dan memohon kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan serta kesembuhan. 

Proses ini hendaknya dilakukan dengan tenang dan tidak disertai keyakinan bahwa tangan atau bacaan tersebut memiliki kekuatan tersendiri di luar kehendak Allah SWT.

6. Mengakhiri dengan Doa dan Tawakal kepada Allah SWT

Setelah seluruh rangkaian selesai, akhiri ruqyah dengan berdoa kepada Allah SWT dan menyerahkan hasil ikhtiar tersebut kepada-Nya. Tawakal berarti tetap bersandar kepada Allah setelah melakukan usaha yang dibenarkan, sehingga seseorang tidak menggantungkan keyakinannya kepada ruqyah sebagai sebuah metode yang pasti memberikan hasil tertentu. 

Jika memiliki keluhan kesehatan, ruqyah juga sebaiknya tidak menggantikan pemeriksaan dan pengobatan medis yang diperlukan.

Kesimpulan

Ruqyah mandiri dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar seorang Muslim untuk memohon perlindungan dan pertolongan Allah SWT melalui ayat-ayat Al-Qur’an serta doa yang sesuai dengan syariat. Pelaksanaannya dapat dimulai dengan niat yang benar, berwudu, membaca ayat dan doa, meniupkan bacaan pada telapak tangan, kemudian mengusapkannya ke tubuh.

Yang terpenting, ruqyah dilakukan dengan keyakinan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya pemberi kesembuhan dan perlindungan. Tetap hindari praktik ruqyah yang mengandung mantra, jampi, atau ritual yang bertentangan dengan ajaran Islam. Temukan informasi dan wawasan Islami lainnya di ArahMuslim.

Referensi:

https://www.megasyariah.co.id/id/artikel/edukasi-tips/donasi-dan-amal/cara-ruqyah-mandiri

https://www.rumahzakat.org/cara-ruqyah-mandiri-di-rumah

FAQ

Ya, ruqyah dapat dilakukan secara mandiri selama bacaan dan tata caranya sesuai dengan tuntunan Islam.

Tidak. Ruqyah dapat menjadi bentuk ikhtiar spiritual, tetapi keluhan kesehatan tetap perlu mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis yang sesuai.

Hindari penggunaan mantra, jampi yang tidak jelas maknanya, ritual tertentu, atau praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *