Ziarah kubur menjadi salah satu tradisi yang telah lama melekat di tengah masyarakat Muslim Indonesia, terutama menjelang atau setelah momen tertentu seperti Lebaran. Kegiatan mengunjungi makam ini bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi juga memiliki tuntunan yang jelas dalam Islam, lengkap dengan hikmah dan adab yang perlu diperhatikan.
Sayangnya, tidak sedikit yang masih keliru dalam memahami maksud dan cara berziarah yang benar, sehingga alih-alih mendapatkan manfaat, ziarah yang dilakukan justru berpotensi menyimpang dari tuntunan syariat. Lalu, bagaimana hukum, adab, dan doa ziarah kubur yang sesuai sunnah Rasulullah SAW? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Ringkasan
|
Bagaimana Hukum Ziarah Kubur dalam Islam?
Pada masa awal Islam, Rasulullah SAW sempat melarang umatnya untuk berziarah kubur. Namun, larangan tersebut kemudian dicabut, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim, di mana Rasulullah SAW bersabda bahwa dahulu beliau melarang ziarah kubur, namun sekarang beliau menganjurkannya, karena ziarah kubur dapat melunakkan hati, membuat air mata menetes, dan mengingatkan pada kehidupan akhirat.
Secara umum, ulama sepakat bahwa hukum ziarah kubur adalah sunnah, khususnya bagi laki-laki, dengan tujuan utama untuk mendoakan ahli kubur dan mengingat kematian. Ziarah kubur juga dapat dilakukan kapan saja, tanpa terikat waktu khusus, meski di Indonesia kegiatan ini sering diasosiasikan dengan momen Lebaran sebagai bagian dari tradisi masyarakat.
Apa Saja Adab Ziarah Kubur yang Dianjurkan?

Berikut beberapa adab ziarah kubur yang dianjurkan agar sesuai dengan tuntunan syariat:
- Mengucapkan Salam kepada Ahli Kubur
Ketika memasuki area pemakaman, dianjurkan untuk mengucapkan salam kepada para penghuni kubur, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW dalam riwayat Abu Hurairah RA. Salam ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat bahwa suatu saat setiap orang yang masih hidup juga akan menyusul mereka.
- Berdoa dengan Niat yang Benar
Tujuan utama ziarah kubur adalah mendoakan ahli kubur, bukan meminta sesuatu kepada mereka. Niat yang benar ini penting untuk dijaga, agar ziarah yang dilakukan tetap sejalan dengan akidah Islam dan tidak tergelincir pada praktik yang menyimpang.
- Menghindari Perbuatan yang Mengarah pada Kesyirikan
Beberapa ulama mengingatkan agar peziarah menghindari perbuatan yang berpotensi mengarah pada kesyirikan, seperti meminta pertolongan langsung kepada penghuni kubur atau meyakini bahwa doa akan lebih mudah terkabul karena dipanjatkan di lokasi makam tertentu. Ziarah kubur seharusnya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan kepada makhluk yang telah wafat.
- Membaca Ayat Al-Qur’an dan Kalimat Thayyibah
Sebagian ulama menganjurkan untuk membacakan surat-surat pendek, seperti Al-Fatihah, Al-Ikhlas, hingga kalimat tahlil, sebagai bentuk doa dan pengiriman pahala bagi ahli kubur. Meski terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai sampainya pahala bacaan tersebut kepada mayit, kebiasaan ini tetap menjadi bagian dari tradisi yang banyak dijalankan umat Islam di Indonesia.
- Menjaga Sikap dan Ucapan Selama Berziarah
Selama berada di area pemakaman, penting untuk menjaga sikap dan tidak mengucapkan perkataan yang tidak pantas. Rasulullah SAW mengingatkan agar peziarah tidak mengucapkan kata-kata buruk (hujr) saat berziarah, sehingga suasana ziarah tetap khidmat dan penuh dengan perenungan akan kehidupan akhirat.
Bagaimana Bacaan Doa Ziarah Kubur Sesuai Sunnah?
Salah satu doa ziarah kubur yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah ucapan salam kepada penghuni kubur yang beriman, disertai doa keselamatan dan permohonan agar kelak dipertemukan kembali dalam keadaan yang baik. Selain itu, dianjurkan pula membaca istighfar sebagai bentuk permohonan ampun, baik untuk diri sendiri maupun untuk ahli kubur yang didoakan.
Ziarah kubur juga menjadi momen yang tepat untuk merenungkan tanda-tanda sakaratul maut dan mempersiapkan diri menghadapi kematian, sebagaimana setiap Muslim dianjurkan untuk senantiasa mengingat akhirat dan berharap dapat menutup usia dalam keadaan husnul khatimah.
Kesimpulan
Ziarah kubur merupakan amalan sunnah yang dianjurkan dalam Islam, dengan tujuan utama mendoakan ahli kubur dan mengingatkan diri akan kematian. Beberapa adab penting yang perlu diperhatikan antara lain mengucapkan salam, menjaga niat yang benar, menghindari perbuatan yang mengarah pada kesyirikan, serta menjaga sikap selama berada di area pemakaman.
Dengan memahami adab dan doa ziarah kubur yang sesuai sunnah, diharapkan setiap Muslim dapat menjalankan amalan ini dengan lebih bermakna, sekaligus semakin mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat. Yuk, terus tambah wawasan seputar ibadah dan persiapan akhirat bersama ArahMuslim.
Referensi:
https://muslim.or.id/7803-adab-islami-ziarah-kubur.html
https://baznas.go.id/artikel-show/8-Hikmah-Ziarah-Kubur-dalam-Islam/1947







No comment yet, add your voice below!