Setiap hari kita berpindah tempat, entah naik motor, mobil, kereta, ojek online, hingga pesawat. Perjalanan sering terasa seperti rutinitas biasa, padahal keselamatan di jalan tidak pernah sepenuhnya berada di tangan kita. Karena itu, Islam mengajarkan agar setiap perjalanan dimulai dengan doa sebagai bentuk syukur dan penyerahan diri kepada Allah SWT.
Selain doa, Islam juga memberi panduan tentang bagaimana seorang Muslim sebaiknya bersikap saat berkendara, mulai dari berhati-hati hingga menjaga ibadah di tengah perjalanan. Lalu, apa bacaan doa naik kendaraan dan adab apa saja yang dianjurkan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Ringkasan
|
Mengapa Islam Mengajarkan Doa Saat Naik Kendaraan?
Allah SWT berfirman dalam Surah Az-Zukhruf ayat 12 hingga 14 bahwa Dia menjadikan kendaraan untuk manusia, agar mereka duduk di atasnya, mengingat nikmat Tuhan, lalu mengucapkan pujian bahwa Dia telah menundukkan kendaraan itu, padahal manusia sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan bahwa kepada-Nya kita akan kembali. Ayat inilah yang menjadi dasar doa naik kendaraan.
Rasulullah SAW mengamalkannya saat bepergian. Dalam riwayat yang dicatat antara lain oleh Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzi, beliau bertakbir saat menaiki kendaraan lalu membaca doa tersebut. Doa ini mengingatkan bahwa kendaraan hanyalah sarana yang Allah SWT mudahkan, dan bahwa kembali kepada-Nya adalah tujuan akhir setiap perjalanan.
Doa Naik Kendaraan dan Doa Safar
Berikut bacaan doa yang dianjurkan:
- Doa Naik Kendaraan
Setelah duduk di kendaraan, dianjurkan membaca basmalah dan hamdalah, lalu doa berikut:
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ
Subhaanalladzii sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun.
Artinya: “Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Tuhan kami, kami akan kembali.”
Doa ini berlaku untuk kendaraan darat, laut, maupun udara. Sebagian rujukan juga menyertakan ayat khusus untuk kapal laut, yaitu Surah Hud ayat 41, sebagai tambahan.
- Doa Safar (Perjalanan Jauh)
Untuk perjalanan jauh, setelah takbir tiga kali dan doa di atas, Rasulullah SAW membaca doa safar (HR. Muslim). Intinya sebagai berikut:
Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa haadzal birra wat taqwaa wa minal ‘amali maa tardhaa. Allahumma hawwin ‘alainaa safaranaa haadzaa wathwi ‘annaa bu’dahu. Allahumma antash shaahibu fis safari wal khaliifatu fil ahli.
Artinya: “Ya Allah, kami memohon kebaikan dan ketakwaan dalam perjalanan ini, serta amal yang Engkau ridhoi. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jaraknya. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan pengganti kami bagi keluarga.”
Rasulullah SAW juga memohon perlindungan dari kesulitan perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, dan kepulangan yang buruk terhadap harta dan keluarga.
Apa Saja Adab Berkendara dalam Islam?

Berikut beberapa adab yang dianjurkan saat berkendara:
- Membaca Doa dan Zikir
Mulailah perjalanan dengan basmalah dan doa naik kendaraan. Selama perjalanan, perbanyak dzikir dan doa, karena waktu safar termasuk waktu yang dianjurkan untuk berdoa.
- Takbir Saat Menanjak, Tasbih Saat Menurun
Dalam hadis riwayat Bukhari dari Jabir RA, para sahabat bertakbir ketika naik dan bertasbih ketika turun. Maknanya, kita mengagungkan Allah SWT ketika berada di tempat tinggi, dan menyucikan-Nya ketika menurun. Adab ini juga dikenal pada penerbangan, yaitu takbir saat lepas landas dan tasbih saat mendarat.
- Berkendara dengan Santun dan Tidak Ugal-ugalan
Islam sangat menekankan keselamatan jiwa diri sendiri dan orang lain, sehingga berkendara ugal-ugalan, kebut-kebutan, atau melanggar aturan lalu lintas yang bertujuan menjaga keselamatan bertentangan dengan semangat ajaran Islam. Mematuhi rambu dan batas kecepatan termasuk bagian dari menjaga amanah di jalan.
- Tidak Memaksakan Diri saat Mengantuk dan Menghindari Gangguan
Jika mengantuk atau lelah, beristirahatlah. Hindari pula penggunaan ponsel saat mengemudi karena dapat membahayakan diri dan pengguna jalan lain. Keselamatan adalah ikhtiar yang harus ditempuh di samping berdoa.
- Tidak Menunda Shalat di Perjalanan
Perjalanan bukan alasan melalaikan shalat. Atur rencana agar dapat singgah di masjid atau tempat shalat, dan manfaatkan keringanan bagi musafir. Panduan shalat di atas kendaraan dapat dibaca dalam artikel cara salat di pesawat sesuai syariat, yang prinsipnya dapat menjadi rujukan bagi perjalanan jarak jauh.
- Mengucap Hamdalah Saat Sampai dan Tidak Membebani Kendaraan
Ketika tiba dengan selamat, ucapkan hamdalah sebagai bentuk syukur. Hindari pula membawa muatan berlebihan yang membahayakan kendaraan dan penumpang.
Bagaimana Mengamalkannya dalam Perjalanan Sehari-hari?
Bagi yang bepergian setiap hari, baik naik motor, KRL, atau ojek online, doa dapat dibaca dalam hati sehingga tidak mengganggu orang lain. Untuk membantu mengingat, tempelkan pengingat kecil di dashboard, di dalam tas, atau di layar kunci ponsel. Ajak keluarga dan anak membaca bersama sebelum berangkat agar menjadi kebiasaan.
Bagi yang merencanakan perjalanan jauh dengan pesawat, pertimbangkan pula fasilitas ibadah yang tersedia, seperti yang dibahas dalam artikel tentang maskapai ramah Muslim dengan fasilitas ruang sholat. Dengan persiapan yang baik, perjalanan menjadi lebih nyaman dan ibadah tetap terjaga.
Kesimpulan
Doa naik kendaraan bersumber dari Surah Az-Zukhruf ayat 13 hingga 14 dan dicontohkan Rasulullah SAW, ditambah doa safar untuk perjalanan jauh. Adab berkendara dalam Islam mencakup berdoa, takbir saat menanjak dan tasbih saat menurun, berkendara santun, tidak memaksakan diri saat lelah, serta menjaga salat di perjalanan.
Semoga setiap langkah dan perjalanan kita dilindungi Allah SWT dan sampai tujuan dengan selamat. Yuk, terus tambah wawasan seputar doa dan adab harian bersama ArahMuslim.







No comment yet, add your voice below!