Bagi seorang perempuan Muslimah, memilih calon suami bukan sekadar soal kecocokan hati, melainkan juga menyangkut siapa yang kelak akan menjadi imam dalam rumah tangganya. Sosok suami memegang peran besar, mulai dari membimbing keluarga, menunaikan hak istri, hingga mendidik anak-anak kelak, sehingga proses memilihnya perlu dilakukan dengan penuh pertimbangan.
Islam sendiri telah memberikan panduan mengenai kriteria calon suami yang layak dipertimbangkan, sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadits dan penjelasan ulama. Lalu, apa saja kriteria memilih calon suami menurut Islam yang perlu diperhatikan oleh seorang Muslimah? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Ringkasan
|
Mengapa Perempuan Perlu Selektif dalam Memilih Calon Suami?
Rasulullah SAW bersabda bahwa apabila datang seorang laki-laki yang diridhai agama dan akhlaknya untuk melamar, maka nikahkanlah dengannya, karena jika tidak dilakukan, akan terjadi fitnah dan kerusakan yang luas di muka bumi. Hadis ini menjadi pengingat betapa pentingnya kehati-hatian dalam memilih calon suami, karena keputusan ini akan berdampak besar bagi kehidupan rumah tangga kedepannya.
Ulama seperti Musthafa Al-Khin juga menjelaskan bahwa kriteria yang biasa disebutkan dalam memilih calon istri, yaitu harta, nasab, paras, dan agama, sejatinya juga berlaku dalam memilih calon suami. Artinya, seorang perempuan berhak dan perlu selektif mempertimbangkan berbagai aspek ini sebelum menentukan pilihan, bukan hanya mengandalkan perasaan semata.
Apa Saja Kriteria Memilih Calon Suami Menurut Islam?

Berikut beberapa kriteria yang dianjurkan dalam memilih calon suami menurut Islam:
- Agama dan Akhlak yang Baik
Kriteria paling utama dalam memilih calon suami adalah agama dan akhlaknya. Hasan bin Ali RA pernah menjawab pertanyaan seseorang tentang siapa yang pantas menjadi suami bagi putrinya dengan menyebutkan laki-laki yang bertakwa kepada Allah SWT, sebab jika ia senang, ia akan menghormati istrinya, dan jika ia marah, ia tidak akan berbuat zalim.
- Kemampuan untuk Menafkahi
Memberi nafkah merupakan kewajiban seorang suami, sehingga kemampuannya dalam mencukupi kebutuhan istri dan anak menjadi salah satu kriteria penting yang perlu dipertimbangkan. Bukan berarti calon suami harus sudah kaya raya, namun setidaknya memiliki kesungguhan dan tanggung jawab dalam berikhtiar mencari nafkah yang berkah.
- Karakter yang Adil dan Tidak Merendahkan Perempuan
Suami idaman dalam Islam tidak akan merasa lebih unggul dari istrinya maupun memperlakukannya secara semena-mena. Sebaliknya, ia membangun rumah tangga dengan prinsip kesetaraan, memposisikan istri sebagai mitra sejajar, serta mendukung istri untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
- Stabil secara Emosi
Kestabilan emosi menjadi kriteria penting lainnya, karena calon suami yang mudah marah atau tidak mampu mengendalikan diri berpotensi menimbulkan ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Kemampuan mengelola emosi dengan baik mencerminkan kematangan seseorang dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan berumah tangga.
- Kafa’ah atau Kesepadanan
Islam menganjurkan mempertimbangkan kafa’ah, yaitu kesepadanan antara calon suami dan istri, baik dari sisi agama, sosial, maupun latar belakang keluarga, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ibnu Majah. Kafa’ah ini penting untuk diperhatikan agar meminimalkan potensi masalah yang dapat muncul akibat perbedaan yang terlalu jauh di kemudian hari.
Bagaimana Jika Sulit Menemukan Calon dengan Kriteria Sempurna?
Pada praktiknya, tidak mudah menemukan calon suami yang memenuhi seluruh kriteria secara sempurna. Islam mengajarkan agar dalam kondisi seperti ini, agama dan akhlak tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh dikompromikan, sementara kriteria lainnya dapat menjadi pertimbangan tambahan yang bersifat fleksibel.
Selain melihat kriteria calon suami, penting juga bagi seorang Muslimah untuk terus memperbaiki diri, karena kejujuran dan keteguhan iman yang dimiliki juga turut menentukan kualitas pasangan yang akan didapatkan, sebagaimana prinsip bahwa lelaki dan perempuan yang baik cenderung berjodoh dengan yang baik pula.
Kesimpulan
Kriteria memilih calon suami menurut Islam meliputi agama dan akhlak yang baik, kafa’ah atau kesepadanan, kemampuan menafkahi, karakter yang adil, serta kestabilan emosi. Di antara seluruh kriteria tersebut, agama dan akhlak tetap menjadi prioritas utama yang menentukan kualitas kehidupan rumah tangga ke depannya.
Dengan memahami kriteria ini, diharapkan setiap Muslimah dapat lebih bijak dan selektif dalam menentukan pilihan, demi membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan penuh keberkahan. Yuk, terus tambah wawasan seputar pernikahan dan keluarga Islami bersama ArahMuslim.
Referensi:
https://bincangsyariah.com/hukum-islam/ibadah/ini-kriteria-memilih-calon-suami-dalam-islam/
https://islam.nu.or.id/nikah-keluarga/7-kriteria-calon-suami-idaman-dalam-islam-PpluJ






No comment yet, add your voice below!