7 Adab dan Doa Sebelum Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Tidur sering dianggap sekadar aktivitas biologis yang dilakukan setelah lelah. Padahal, bagi seorang Muslim, tidur juga bisa bernilai ibadah jika diawali dengan adab yang diajarkan Rasulullah SAW. Dari berwudhu, berdoa, hingga cara berbaring, semuanya memiliki tuntunan yang sederhana dan mudah diamalkan.

Di zaman ketika banyak orang menutup hari dengan scroll media sosial hingga mata terpejam sendiri, adab-adab ini terasa makin relevan. Lalu, apa saja adab tidur yang diajarkan Islam dan bagaimana mengamalkannya dengan ringan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Ringkasan

  • Tidur dalam Islam dipandang sebagai “wafat kecil” ketika jiwa berada dalam genggaman Allah SWT, sehingga seorang Muslim dianjurkan menutup hari dengan wudhu, zikir, dan doa.
  • Beberapa adab utama sebelum tidur antara lain membersihkan tempat tidur, berwudhu, berbaring miring ke kanan, membaca ayat kursi dan tiga surah perlindungan, serta berdoa sebelum tidur.
  • Adab ini tidak wajib dikerjakan sekaligus. Sahabat Muslim bisa memulai dari beberapa amalan sederhana dan menambahnya perlahan.

Mengapa Tidur Memiliki Adab dalam Islam?

Allah SWT berfirman dalam Surah Az-Zumar ayat 42 bahwa Dia memegang jiwa ketika kematiannya dan memegang jiwa yang belum mati saat tidurnya. Karena itu, tidur sering disebut sebagai “saudara kematian”, dan Rasulullah SAW mengajarkan doa ketika hendak tidur yang menyerahkan jiwa kepada Allah SWT. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa salah satu hikmah berwudu sebelum tidur adalah agar seorang Muslim melewati malam dalam keadaan suci, sehingga jika ajal datang, ia dalam keadaan terbaik.

Apa Saja Adab Sebelum Tidur yang Diajarkan Rasulullah SAW?

Berikut beberapa adab yang bersumber dari hadis-hadis sahih:

  1. Mengutamakan Shalat Isya dan Tidak Begadang Tanpa Keperluan

Rasulullah SAW tidak menyukai tidur sebelum shalat Isya dan bercakap-cakap setelahnya tanpa keperluan (HR. Bukhari dan Muslim). Karena itu, tunaikan Isya terlebih dahulu, lalu usahakan tidur tidak terlalu larut agar mudah bangun untuk Subuh atau shalat malam.

  1. Membersihkan Tempat Tidur, Memadamkan Lampu, dan Menutup Pintu

Sebelum berbaring, bersihkan tempat tidur karena kita tidak tahu apa yang terjadi di atasnya selama ditinggalkan, sebagaimana hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Rasulullah SAW juga memerintahkan agar lampu atau api dipadamkan, pintu ditutup, serta bejana dan makanan ditutup sebelum tidur (HR. Bukhari dan Muslim). 

  1. Berwudhu Sebelum Tidur

Rasulullah SAW bersabda, apabila engkau hendak mendatangi pembaringan, berwudhulah sebagaimana wudhu untuk shalat (HR. Bukhari dan Muslim). Ibnu Abbas RA bahkan berpesan agar tidak bermalam kecuali dalam keadaan berwudhu. Bagi yang sedang junub, dianjurkan berwudhu sebelum tidur. Perlu diketahui bahwa wudhu sebelum tidur hukumnya sunnah, bukan wajib.

  1. Berbaring Miring ke Kanan

Setelah berwudhu, berbaringlah di sisi kanan, sebagaimana petunjuk dalam hadis yang sama. Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa posisi ini membantu seseorang lebih mudah bangun untuk shalat malam. Sebaliknya, tidur tengkurap dihindari. Dalam hadis dari Abu Dzar RA, Rasulullah SAW menegur orang yang tidur tengkurap, dan para ulama menjelaskan bahwa posisi ini tidak pantas kecuali karena kebutuhan.

  1. Membaca Ayat Kursi dan Tiga Surah Perlindungan

Dalam hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah RA, siapa yang membaca ayat kursi ketika hendak tidur akan senantiasa dijaga oleh Allah SWT dan setan tidak mendekatinya hingga pagi. Rasulullah SAW juga setiap hendak tidur menangkupkan kedua telapak tangan, meniupnya sambil membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, lalu mengusapkannya ke bagian tubuh yang terjangkau, dilakukan tiga kali (HR. Bukhari).

  1. Berdoa Sebelum Tidur

Doa yang dicontohkan Rasulullah SAW ketika hendak tidur adalah:

بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ   

“Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuut.”.

Artinya: “Dengan nama-Mu, ya Allah, aku mati dan aku hidup.” (HR. Bukhari)

Doa lain yang diajarkan kepada Al-Bara’ bin ‘Azib RA adalah doa penyerahan diri, yang diawali dengan Allahumma aslamtu, dan dianjurkan dijadikan ucapan terakhir sebelum tidur (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Menutup Hari dengan Taubat dan Memaafkan

Selain doa, malam adalah waktu yang baik untuk beristigfar atas kesalahan hari itu dan memaafkan orang yang berbuat salah kepada kita. Kebiasaan ini termasuk salah satu amalan penggugur dosa yang membantu hati lebih ringan sebelum tidur.

Apa yang Dilakukan saat Bangun Tidur dan Bermimpi Buruk?

Ketika bangun, Rasulullah SAW mengucapkan “Alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur”, yang artinya, “Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami, dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan” (HR. Bukhari). Setelah itu, dianjurkan bersiwak atau menyikat gigi, lalu bersiap untuk shalat Subuh atau shalat malam.

Jika bermimpi buruk, ajaran Rasulullah SAW antara lain berlindung kepada Allah SWT, tidak menceritakannya kepada orang lain, dan mengubah posisi tidur.

Kesimpulan

Adab tidur dalam Islam meliputi mengutamakan shalat Isya, membersihkan tempat tidur, memadamkan lampu dan menutup pintu, berwudhu, berbaring miring ke kanan, membaca ayat kursi dan tiga surah perlindungan, serta berdoa. Saat bangun, Muslim dianjurkan membaca doa bangun tidur dan bersiap untuk ibadah.

Semoga dengan menghidupkan adab-adab sederhana ini, tidur kita menjadi lebih tenang, berkah, dan bernilai ibadah. Yuk, terus tambah wawasan seputar amalan harian dan gaya hidup Islami bersama ArahMuslim.

Referensi: 

https://muslim.or.id/5253-adab-islami-sebelum-tidur.html

https://rumaysho.com/16232-cara-tidur-sesuai-petunjuk-nabi.html

FAQ

Tidak wajib. Berwudhu sebelum tidur adalah sunnah yang dianjurkan, tetapi tidak berdosa jika tidak dilakukan. Meski begitu, amalan ini sangat bernilai karena membantu seseorang melewati malam dalam keadaan suci.

Yang dianjurkan adalah memulai tidur dengan posisi miring ke kanan. Jika setelah tertidur posisi berubah, tidak ada dosa. Adapun tidur tengkurap sebaiknya dihindari kecuali karena kebutuhan.

Cobalah menerapkan adab sebelum tidur, berdzikir dengan tenang, dan mengurangi penggunaan gadget serta konsumsi kafein menjelang malam. Jika gangguan tidur berlangsung lama atau mengganggu aktivitas, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *