Catat! 10 Adab ketika Berada di Masjid

Masjid merupakan rumah Allah di bumi yang memiliki kedudukan yang agung di mata umat Islam karena menjadi tempat bertemunya mereka ketika salat berjamaah ataupun kegiatan beribadah lainnya. Seluruh umat Islam senantiasa memuliakan masjid sebagaimana fungsi dan kesuciannya. Contoh, menjaga etika serta adab ketika berada di dalamnya.

Adab sendiri merupakan perilaku mulia atau akhlakul karimah. Dalam kitab “Min Aadaabi al-Masajid” karya Abdullah bin Ahmad al-Ghamidi menjelaskan tentang adab-adab yang harus diperhatikan ketika berada di dalam masjid. Artikel ini akan membahas satu persatu adab tersebut. Simak hingga selesai!

Berdoa saat Masuk dan Keluar Masjid

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ. وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ 

Artinya: “Apabila salah seorang di antara kalian masuk Masjid, maka hendaklah ia mengucapkan, “Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahamat-Mu. Dan apabila ia keluar, maka hendaknya ia mengucapkan, “Ya Allah sesungguhnya Aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu” (HR. Muslim)

Baca Juga:

Tanggung Jawab Seorang Ayah Tiri

Mengagungkan Masjid

Beberapa contoh sikap mengagungkan masjid adalah tidak berbicara dengan suara tinggi dan tidak meremehkan masjid dengan mengomentari hal-hal yang ada di dalamnya atau semacamnya.

Menjaga Pakaian, Badan dan Mulut dari Bau yang Tidak Sedap

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 مَنْ أَكَلَ ثُومًا أَوْ بَصَلًا فَلْيَعْتَزِلْنَا أَوْ قَالَ فَلْيَعْتَزِلْ مَسْجِدَنَا وَلْيَقْعُدْ فِي بَيْتِهِ 

Artinya: “Barangsiapa memakan bawang putih atau bawang merah, maka hendaklah ia menyingkir dari kami. Atau beliau bersabda “Menjauhi masjid kami dan hendaknya ia duduk saja di rumahnya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Berpindah Tempat Duduk saat Mengantuk

Dari Ibnu Umar RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Jika salah seorang dari kalian mengantuk pada hari Jumat, maka hendaklah dia berpindah dari tempat duduknya itu,” (HR At Tirmidzi, Ahmad dan Abu Daud).

Berpindah tempat sama dengan menggerakkan tubuh. Adanya pergerakan tubuh akan menghilangkan kantuk.

Menjaga Diri dari Tindakan Menyekutukan Allah SWT

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

 وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا 

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah” ( QS. al-Jin: 18).

Baca Juga:

Masjid Termegah di Indonesia

Tidak Menghias Masjid

Tidak menghias masjid secara berlebihan, seperti menaruh kaligrafi yang terbuat dari emas atau perak. Hal tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu konsentrasi jemaah ketika beribadah.

Dalam sebuah hadits, Nabi SAW bersabda:

“Di antara tanda-tanda kiamat adalah manusia berbangga-bangga dengan masjid,” (HR An Nasa’i, Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah).

Melakukan Salat Dua Rakaat Tahiyatul

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ 

“Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid maka janganlah ia duduk hingga ia sholat dua rakaat” (HR. Bukhari).

Menjaga Kebersihan Masjid

Sebagai tempat ibadah kepada Allah SWT, tentu kebersihan masjid harus tetap dijaga. Caranya dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak meludah, dan lain sebagainya. Selain itu, masjid harus dibersihkan secara rutin dari debu dan kotoran, serta mencuci karpetnya.

Tidak Melakukan Transaksi Jual-Beli

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 إِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيْعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِي الْمَسْجِدِ فَقُوْلُوْا لَا أَرْبَحَ اللهُ تِجَارَتَكَ 

Artinya: “Jika kamu melihat seseorang berjual beli di dalam masjid, maka katakanlah kepadanya: ‘Semoga Allah tidak memberi keuntungan dari jual beli-mu’” (HR. at-Tirmidzi)

Baca Juga:

Pentingnya Self-Love dalam Islam

Tidak Bertengkar dan Meninggikan Suara

Diriwayatkan dari as-Saib bin Yazid, ia berkata: 

“Suatu ketika aku berada di masjid Nabawi, tiba-tiba seseorang melemparku dengan kerikil kecil. Aku melihatnya ternyata orang itu Umar bin Khatthab. Ia berkata: “ Pergi dan bawalah kedua lelaki itu kemari.” Maka aku pun membawa kedua lelaki yang dimaksud ke hadapan beliau. Umar bertanya: “Darimana kalian berdua ? Dari Thaif, jawab mereka berdua. Umar berkata: “Sekiranya kalian berdua berasal dari kota ini (Madinah-pen), niscaya akan aku pukul kalian ! Karena kalian meninggikan suara di dalam Masjid Rasulullah (HR.Bukhari).

Sumber:

  • https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6864545/8-adab-ketika-berada-di-masjid-perhatikan-ya
  • https://muslim.or.id/19262-adab-adab-ketika-di-masjid.html

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *