Menjelang pergantian tahun, suasana di sekitar kita biasanya mulai ramai: kembang api, konser, hingga ajakan berkumpul di tempat keramaian. Di tengah semua itu, banyak Muslim yang bertanya-tanya, sebaiknya malam tahun baru diisi dengan apa agar tidak sekadar ikut arus, tetapi tetap bernilai di sisi Allah SWT?
Kabar baiknya, ada banyak pilihan kegiatan yang menenangkan, mempererat keluarga, dan menambah pahala. Lalu, bagaimana Islam memandang momen ini dan kegiatan apa saja yang bisa dilakukan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Ringkasan
|
Bagaimana Islam Memandang Perayaan Tahun Baru Masehi?
Tidak ada dalil yang tegas membolehkan maupun melarang perayaan tahun baru Masehi, sehingga persoalan ini berada dalam wilayah perbedaan pendapat. Sebagian ulama menilai umat Islam sebaiknya tidak mengkhususkan malam pergantian tahun karena Islam hanya mengenal dua hari raya dan khawatir menyerupai kebiasaan agama lain (tasyabbuh).
Di sisi lain, sebagian ulama memandang pergantian tahun sebagai kebiasaan sosial, bukan ibadah, sehingga hukumnya bergantung pada cara dan isinya. Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Zainut Tauhid Sa’adi, pernah menyampaikan bahwa umat Islam tidak dilarang bersuka cita selama wajar, tidak berlebihan, dan tidak mengandung pemborosan (tabzir).
Apa Saja Kegiatan Bermakna yang Bisa Dilakukan saat Tahun Baru?
Berikut beberapa kegiatan yang bisa menjadi pilihan Muslim saat pergantian tahun:
1. Muhasabah dan Evaluasi Diri
Pergantian tahun adalah waktu yang pas untuk menengok ke belakang: apa saja ibadah yang sudah terjaga, apa yang masih bolong, dan hubungan mana yang perlu diperbaiki. Menurut ungkapan yang masyhur dari Umar bin Khattab RA, menghisab diri sebelum dihisab itu lebih ringan. Jika iman terasa naik turun, simak juga langkah muhasabah dan doa yang dibahas dalam artikel Iman Turun? Saatnya Baca Doa Ini.
2. Shalat Malam, Zikir, dan Doa Bersama Keluarga
Daripada begadang tanpa tujuan, malam ini bisa diisi dengan shalat malam, membaca Al-Qur’an, atau berzikir bersama keluarga. Perlu dicatat, tidak ada keutamaan khusus yang ditetapkan dalil untuk waktu pergantian tahun. Amalan ini dianjurkan karena setiap waktu adalah amanah yang kelak dipertanggungjawabkan, bukan karena malam tahun baru memiliki keistimewaan tersendiri.
3. Menyusun Target Ibadah, Ilmu, dan Keuangan
Alih-alih sekadar membuat resolusi yang cepat terlupakan, susunlah checklist yang realistis, misalnya target khatam Al-Qur’an, menambah hafalan, mengikuti kajian rutin, melunasi hutang, atau mulai menabung. Tulis targetnya, bagi menjadi langkah kecil per bulan, dan evaluasi secara berkala.
4. Mengawali Tahun dengan Sedekah
Memulai tahun dengan berbagi adalah cara sederhana untuk mengundang keberkahan. Sahabat Muslim bisa menyisihkan sedekah untuk tetangga yang membutuhkan, mendonasikan pakaian layak pakai, atau menyalurkan dana ke lembaga amil terpercaya. Pagi pertama di tahun baru juga bisa dimanfaatkan untuk sedekah subuh, meski dengan nominal kecil.
5. Silaturahmi dan Waktu Bersama Keluarga
Libur akhir tahun adalah kesempatan untuk family time yang sering sulit didapat di hari biasa. Masak bersama, makan malam di rumah, berkunjung ke orang tua, atau sekadar berbincang santai tanpa gawai bisa menjadi cara menutup tahun dengan hangat. Cara ini juga lebih hemat dan lebih menenangkan dibandingkan berdesakan di keramaian.
6. Mengikuti Kajian, Zikir, atau Majelis Taklim
Banyak masjid dan majelis taklim mengadakan kajian atau zikir bersama menjelang pergantian tahun. Mengikutinya bisa menjadi pilihan bagi yang ingin berkumpul bersama komunitas tanpa meninggalkan nilai ibadah. Pastikan acaranya berlangsung tertib dan tidak mengganggu waktu istirahat sehingga shalat Subuh tetap terjaga.
7. Menjalankan Umrah di Libur Akhir Tahun
Bagi yang memiliki kemampuan, libur akhir tahun sering dimanfaatkan untuk umrah. Cuaca di Tanah Suci pada bulan Desember dan Januari relatif lebih sejuk, dan banyak jamaah menjadikannya momen untuk menutup tahun dengan ibadah serta memulai tahun baru dengan niat yang lebih kuat. Informasi tentang waktu keberangkatan dapat dibaca dalam artikel waktu terbaik untuk berangkat ibadah umrah.
Apa yang Perlu Dihindari saat Malam Pergantian Tahun?
Para ulama, baik yang membolehkan maupun yang melarang, sepakat bahwa ada hal-hal yang harus dijauhi. Hindari minuman keras, pergaulan bebas atau pacaran, judi, balap liar, dan tindakan yang merusak ketertiban umum. Hindari pula pemborosan, misalnya membakar uang untuk kembang api dan petasan yang berlebihan, serta ikut dalam ritual atau kebiasaan keagamaan pihak lain.
Satu hal yang sering terlewat adalah begadang hingga meninggalkan shalat Subuh. Jika suatu kegiatan membuat kita terlambat atau melewatkan Subuh, sebaiknya kegiatan itu diatur ulang. Ingat juga bahwa suara petasan dan keramaian bisa mengganggu tetangga, sehingga menjaga ketertiban termasuk bagian dari akhlak seorang Muslim.
Kesimpulan
Para ulama berbeda pendapat tentang perayaan tahun baru Masehi, tetapi kesimpulannya cukup jelas: Muslim tidak perlu merayakannya dengan hura-hura, dan sangat dianjurkan memanfaatkan momen pergantian tahun untuk muhasabah, ibadah, menyusun target, bersedekah, serta mempererat keluarga. Kegiatan-kegiatan tersebut bukan amalan khusus malam tahun baru, melainkan amalan baik yang selalu dianjurkan sepanjang waktu.
Semoga pergantian tahun kali ini menjadi titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih dekat dengan Allah SWT, dan lebih bermanfaat bagi sesama. Yuk, terus tambah wawasan seputar ibadah dan gaya hidup Islami bersama ArahMuslim.
Referensi: https://www.detik.com/jatim/berita/d-8280885/bolehkah-merayakan-tahun-baru-masehi-dalam-islam
https://www.nu.or.id/nasional/apa-hukum-merayakan-tahun-baru-masehi-menurut-islam-pNFS8







No comment yet, add your voice below!